Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 13


__ADS_3

Dalam nya lautan masih bisa di ukur dalam nya hati manusia siapa kah yang tahu...??


Tinggi nya gunung masih bisa di daki tinggi nya hati manusia siapa kah yang mampu melampaui..???


Kusesali kebodohan ku yang tak mampu membaca raut cemburu di wajah nya hingga aku kehilangan kekasih ku.


Kuratapi kedunguan ku yang tak bisa mengerti gambaran kecewa di senyum nya hingga aku harus rela ditinggal kan calon imam impian seumur hidup ku.


Ku jejali kecewa ku yang tak jua melihat goresan luka di mata nya sampai sinar nya redup di telan prasangka .


Berhari - hari kuratapi takdir diri , nasib yang menyeret ku pada lubang duka menganga .


Kehilangan nya serupa kehilanga separuh jiwa .


musnah segala asa yang tersusun indah. Sirna sejuta mimpi yang terajut makna.


Pupus seribu angan yang tertata rapi di hati.


Rindu membelenggu rasa memekik sukma membentengi elegi nafas ku.


Aku serupa Elang yang terpanah hati nya lantas terkapar tanpa daya.


Serupa pohon yang tumbuh di padang pasir dalam musim kemarau.


Hidup enggan mati pun tak mampu.


Puluhan lembar kertas ku goreskan pena guratan luka dalam hati.


Aku umpama camar patah sayap


Terpaku dalam puing - puing reruntuhan


Terombang - ambing ganas nya gelombang


Terpapar terik nya mentari kemarau


Aku bagaikan camar patah sayap


Terkapar dalam angkuh nya karang


Tergerus asin nya gelombang pasang


Terhempas dalam ketidak berdayaan


Aku laksana Camar patah Sayap


Terpuruk di atap khayalan


Di hempas badai pasang

__ADS_1


Dalam terang bulan menggigil jiwa nan lara


Kemana kah mesti ku langkah kan badan


ketika sayap tak lagi terkepak


Dimana kah kan kucari tambatan jiwa


Saat nestapa membelenggu lara


Berminggu minggu waktu ku habis tanpa arti .


Bersimpuh di atas pusara , berbicara dengan batu nisan seakan wujud diri nya.


*************


Fkasback off !


Dalam tidur ku rasakan sentuhan dingin di atas pipi ku, belaian lembut yang menyejukan, kucoba memincing kan mata tuk mencari tahu pemilik tangan lembut yang kurindukan.


Ada Zahwa anak pertama ku duduk di kursi samping ranjang pasien, memeluk erat lengan ku dan Yu Tinah Ibu kedua bagiku, wanita yang selalu menyempat kan waktu tuk sekedar membetul kan letak selimut ku saat tertidur kala belum menikah dulu , selalu menyimpan kue pesanan buatan Ibu yang aku sukai karena Ibu terkadang lupa jika puteri nya paling suka dengan kue buatan nya dan seringkali saat ada pesanan kelebihan pesanan malah di beri kan sebagai bonus semua nya tanpa menyisih kan untuk anak nya, orang yang paling repot menyiapkan keperluan ku setiap aku harus mengikuti kemah atau kegiatan di luar yang mengharus kan menginap .


Tangan lembut Yu Tinah yang membelai rambut dan sentuhan menyejukan Zahwa yang mengusap airmata dalam lelap ku.


" Mah.., kenapa menangis dalam tidur..,?, mamah mimpi buruk...? " Wajah polos Zahwa manatap ku sendu.


" Kaka ke sini sama siapa ''


" Sama Eyang , Zarra dan Adek " Jawab nya.


" Zarra sama adek nya di mana " Selidik ku.


" Zarra nemenin adek minta main ayunan di taman sama Eyang titi, mbah uti dan om Eksan, Eyang kung sama om Emran tadi di panggil Dokter suruh ke ruangan pak Dokter " Terang nya.


" Kaka sama adek sudah pada makan ? " Ku elus lembut rambut ikal panjang nya


" Sudah mah sebelum ke sini Yang Kung ajakin makan di KFC " Jawab nya polos.


" Mah cepet sembuh ya.., kita sudah kangen pengen pulang ke rumah " Rajuk nya.


" Memang kaka sama adek gak tidur di rumah ..? " Selidik ku.


" Eennggaa.., kita tinggal di rumah Eyang, di rumah cuma ada Yu inah sama mang karto aja, Ka Susi juga ikut kita " Jelas nya lagi


" papah nya kemana.. " Tanya ku penasaran.


" papah tidur di kantor, gak mau pulang ke rumah.. gak ke rumah Eyang juga, tadi pagi sih ke sekolah mah nyariin aku sama Zarra waktu jam istirahat tanyain keadaan mamah "


Aku mengerut kan kening, kenapa tanya nya ke anak - anak, tidak ke mamah nya , Hana atau Hani dan kenapa sampai hari ini Dia tak datang lagi hanya sekali awal aku tersadar telah berada di ruang berdinding keramik putih bersih .

__ADS_1


" Ka kalau nanti ketemu Ayah lagi tolong sampai kan, kalau Ayah ingin lihat mamah datang aja ke sini " Pinta ku lembut .


" Mamah gak papa kalau papah ke sini..? , mamah gak akan marahin papa..? " Tanya nya polos dengan raut berbinar.


" Ya ga papa Ka.., kan papah suami mamah , bapak dari anak - anak mamah " Jelas ku dengan seulas senyum .


" Tapi mah... , Papah bilang gak di bolehin ketemu sama mamah , padahal papah nya kangen mamah , kemarin juga lihatin foto mamah sama adek di walpaper HP papah "


Ucap nya sendu .


" Siapa yang gak bolehin Ka.. " Selidik ku ingin tahu .


" Gak tahu mah.., papah nya gak jelasin siapa yang ngelarang nemuin mamah " Menatap ku dengan wajah sendu seakan menyimpan kesedihan yang dalam atas apa yang dialami dalam kehidupan nya.


Ku pejam kan mata, menahan sesak dan pilu yang menyergap serasa ada jutaan sembilu menghujam ke relung hati menyebar ke pembuluh darah lalu memukul - mukul tulang belulang ku.., ngilu.., perih.., pedih melemah kan syaraf otak ku.


Pintu kamar terbuka Zarra dan Daffa masuk menghambur ke arah ku, Zarra mencium punggung tangan ku, merebah kan badan nya di dada ku masih dalam posisi berdiri . Daffa merengek minta naik ke atas pembaringan, Lalu memeluk erat perut ku.


" Mamah cembuh nya lama cekali cih.., adek kangen mau bobo cama mamah " Rengek nya manja, memain kan dagu di atas tubuh ku.


" Adek jangan mainin dagu di perut mamah " Zarra mengangkat wajah Daffa dari atas perut ku, sembari melotot tajam ke arah nya .


" Mamah Ka Zarra nakal.. " cemberut manja .


Ku ulas kan senyum untuk melerai kedua kaka beradik anak - anak ku.


" Adek sini ke atas lagi peluk mama " Pinta ku.


Daffa menaikan tubuh nya hingga di bawah ketiak lalu memeluk dada ku erat. zarra berpindah ke kaki ku , memijat lembut telapak kaki Ibu nya.


Zahwa beranjak ke kulkas mengambil semangkuk bubur kacang ijo jatah kudapan sore dari rumah sakit .


" Mah ini di makan ya .. aku suapin " Bujuk nya.


Zahwa mengambil sesendok lalu menyuapi pelan , sedikit demi sedikit hingga habis .


Perhatian dan kemanjaan anak - anak berlanjut hingga jelang maghrib mereka baru pamit pulang, ada pekerjaan rumah dari sekolah yang harus mereka kerjakan, di bantu oleh si kembar adik Mas Hardi, tugas yang biasa nya aku kerja kan , membantu anak - anak belajar dan menyelesai kan PR, sekarang ini di ganti oleh adik ipar ku.


Seorang pengantar makanan masuk, memberi satu nampan berisi makanan plus segelas susu ukuran tiga ratus mill tinggi kalsium yang harus aku konsumsi setiap hari pagi dan malam sebelum tidur., untuk membantu mempercepat proses penyembuhan .


Yu Tinah yang masih tinggal di rumah sakit dan berencana akan pulang selepas isya bareng Ibu , menyuapi ku dengan lembut penuh kasih sayang, seringkali aku lihat genangan di mata Yu Tinah tiap kali aku merintih lirih menahan nyeri saat makanan yang sedikit kasar masuk ke tenggorokan.


Meski Ahli gizi sudah memberi ku makanan yaang bertekstur lembut, toh rasa nyeri masih terasa bahkan saat air mengalir dalam tenggorokan sekali pun . Sebulir kristal bening menetes tanpa mampu ku bemdung.


-----------------------------------------


Terimakasih tuk reader yang masih setia hingga kini


Tolong jangan lupa tinggal kan kesan dengan Like komen dan vote untuk penyemangat author๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2