Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 105


__ADS_3

*** Jika kau mengetahui sebuah perkara akan membuat mu sakit hati . Maka berhentilah !!


Jangan memaksakan diri untuk melanjutkan mencari tahu perkara itu karena pada akhir nya akan menghancur kan mu lebih dalam .


---------------------------------


Author pov**


Hati Antonio gelisah , entah mengapa ada keinginan kuat yang mendorong dalam hati nya untuk melihat Emil di kamar nya . Di ketuk nya pintu kamar Emil perlahan .


Tok ..! tok ! tok.. !


Mak siti yang terlelap di sofa masih dengan tangan memegang alat sulam terbangun saat di dengar pintu kamar di ketuk , berjalan mendekati kamar tanpa di ketahui nya Nona yang dalam penjagaan nya tertidur di atas sajadah , Mak siti membuka pintu kamar .


Cekrek ! cekrek !


Terlihat wajah Tuan muda nya berdiri di depan pintu kamar , memasukan kepala melongok ke dalam kamar , dilihat nya wanita yang telah membuat hati nya gelisah dua hari ini terbaring di lantai beralaskan sajadah .


Antonio segera masuk mendekat dan mengangkat tubuh Emil membaring kan di atas tempat tidur .


" Mas Hardi ...! Kamu kah itu..?! Kamu sudah pulang Mas..?!! " Tanya nya lembut .


Deg !! Hati Antonio terasa sangat sakit serupa ada ribuan ton batu menindih di kedalaman hati nya membuat terasa sesak memekakan rasa dalam jiwa.


Di tatap nya wajah manis kuning langsat yang terlelap dengan menyebut nama suami nya , Singa Prasojo , lelaki yang menjadi incaran pelaku bisnis garis keras dan karena job order dari mereka Dia bertemu dengan wanita nya prasojo , dari pertemuan pertama kali Dia merasakan debaran aneh saat melihat tatapan lembut nan berkharisma .


* Sebegitu dalam rasa cinta mu kepada lelaki itu hingga dalam tidur mu pun kau masih memanggil nama nya ?! Andai aku mengenal mu lebih dulu pasti aku akan meraih hati mu lebih dulu , Kau lebih layak berada di samping ku , apa yang kau suka dari lelaki kasar itu, wajah nya saja tak lebih tampan dari jeff , apa karena harta dan kekuasaan nya .. ?! Kenapa aku merasa kau bukan wanita seperti itu *


Gumam Antonio dalam hati dengan pandangan tak lepas ke arah wanita yang tertidur di atas pembaringan .


Antonio ingin sekali mengecup kening nya namun takut membangun kan Dia dan lebih takut akan membuat wanita itu berfikir hal buruk terhadap nya karena kedapatan masuk ke dalam kamar saat Dia terlelap .


Di elus nya kening Emila lalu beranjak keluar kamar saat dirasa Dia tak lagi mampu menahan hasrat untuk menyentuh nya lebih.


----------------------------------------


Hardi yang terlelap usai mandi terbamgun saat suara adzan dhuhur berkumandang , Dia menggeliat kan badan , di lihat nya sinyal gps ponsel berkedip , di raih nya ponsel yang di letakan di atas nakas . Sinyal biru berkedip memperlihat kan lokasi dimana Emil berada .


* dataran tinggi gayo kawasan danau luh tawar, tak begitu jauh dari sini * Gumam nya dalam hati . Dia bergegas ke kamar mandi mencuci muka , memakai celana jeans panjang dan kaos , menyelip kan pistol di pinggang nya lalu membuka pintu kamar .


Cekrek ! Cekrek !


Saat pintu di buka di lihat nya kapten Andreas berdiri mengobrol dengan anak buah nya .


" Anda sudah bangun Bos ?! " Sapa Andreas begitu pintu terbuka .


" Hemmm..! " Balas Hardi .


" Mari Bos ikut ke ruangan metink , Tuan Handoko sudah menunggu sedari tadi , Beliau akan mengadakan telecofrens " Jelas nya .


Hardi mengikuti langkah Kapten Andreas berjalan masuk ke ruang khusus yang terdapat perangkat IT lengkap .


Seorang lelaki menyalakan proyektor yang di pancar kan ke arah dinding khusus di rancang serupa layar lebar, menyalakan laptop dan menyambung kan dengan Pak Handoko yang telah siap dengan beberapa pengawal di belakang nya .


" Ada apa yah...?! Kenapa ada pengawalan seperti itu ! " Tanya Hardi .


Pak Handoko lantas memutar video yang di dapat nya dari seseorang dengan menyebut sebagai mister X , dengan sejumlah uang .


Dalam video terekam pertemuan bawah tanah lawan bisnis mereka yang berencana menghancur kan kerajaan bisnis prasojo dengan menghancur kan anak keturunan prasojo terlebih dulu .

__ADS_1


" Dimana Adek yah..! Dimana pangeran ku..! "


Nada suara meninggi dalam cemas .


Handicame di arah kan ke belakang terlihat Adek dalam dekapan Bunda di kawal oleh sekuritas prasojo. Hardi tersenyum lega .


" Kamu sudah menemukan keberadaan isteri mu Nak ?! " Tanya pak Handoko datar .


" Sudah Yah ! GPS ku baru conek saat aku bangun tadi , aku mau ke sana sekarang menjemput nya di sarang black tiger "


Dengus Hardi kesal .


* Jangan gegabah Nak ! Ikuti saja petunjuk Kapten Andreas yang lebih mengenal medan dan situasi di sana ! " Perintah Pak Handoko .


" Kapten Andreas ! " Panggil Pak Handoko .


" Siap Tuan ! " Jawab Kapten Andreas .


" Persiap kan perencanaan yang matang ! Jangan sampai ada yang terluka baik putera ku apalagi menantu ku ! " Perintah nya lagi .


" Siap Tuan ! " Balas Kapten Andreas .


" Hardi ! " Panggil Pak Handoko .


" Ya Yah ! Ingat pesan Ayah , jangan gegabah kita tak tahu apa rencana mereka , untuk mereka yang ada dalam rapat bawah tanah itu saat ini sedang Ayah beres kan satu persatu , kau kosentrasi untuk pembebasan menantu Ayah ! " Perintah Ayah .


" Baik Yah ! " Jawab Hardi gamang.


" Baik untuk saat ini cukup di sini , nanti Ayah akan sering menghubungi kalian lagi "


Balas Pak Handoko dan layar pun mati .


" Sebaik nya dengan penyamaran Bos ,, karena di sana ada panthouse black tiger yang kemungkinan jadi tempat penyekapan Nona , jika mereka mengetahui keberadaan Anda , saya khawatir akan membahaya kan keselamatan Nona " Jelas Kapten Andreas .


" Baik lah aku manut kapten saja baik nya bagaimana " Balas Hardi .


" Anda akan saya dandani dengan baju timur tengah Bos , Anda dalam penyamaran sebagai saudagar dari dubai kerabat Pak Harun dan saya dengan dua anak buah saya akan menyamar sebagai pengawal Anda ,


Pak Zaenun akan ikut serta sebagai pemandu " Jelas kapten Andreas .


Pak Zaenun mendekat , meminjam kan pakaian gamis milik Pak Harun lengkap dengam tudung kepala dan sorban , memakai kan jambang dan janggut panjang palsu di wajah Hardi .


" Sip Tuan , Hidung Anda yang bangir membuat penyamaran menjadi sempurna "


Ucap Pak Zaenun .


Hardi mematut diri dan wajah di cermin , tersenyum melihat penampilan nya saat ini .


Mereka keluar mengenakan mobil Alphard tipe 3.5 Q . AT keluaran terbaru , Alphard seri terbaru dan termahal di tahun ini .


Kapten Andreas duduk di samping supir , Hardi duduk di tengah dengan Pak Zaenun dan pengawal mereka duduk di belakang .


Mobil melesat merambah jalan perbukitan .


enam puluh menit perjalanan mereka sampai di lokasi tujuan . Pak Zaenun turun menemui petugas penjaga Danau Luh tawar dan di sambut mereka dengan ramah mengetahui siapa yang keluar dari dalam mobil .


Setelah berbincang sesaat Pak Zaenun kembali ke dalam mobil dan kembali jalan menelusuri jalan setapak menuju lokasi , memarkir kan mobiil di tempat yang telah di tersedia di sana .


Mereka turun dari dalam mobil dengan posisi sama , Kapten Andreas beserta supir yang juga terlatih beladiri berada di depan , Pak Zaenun dengan Hardi di tengah dan di belakang mereka ada dua pengawal .

__ADS_1


Mereka berjalan menyusuri area danau , tak jarang Pak Zaenun di sapa oleh warga sekitar dengan ramah, lantas mereka melirik ke arah Hardi yang mengenakan baju gamis lengkap plus kacamata rayben .


Di ujung timur danau terlihat bangunan panthouse megah milik keluarga Tengku Abdallah Abdurahman kakek dari Antonio .


Hardi menatap lekat ke arah bangunan dimana sinyal ponsel GPS menunjuk jelas ke arah panthouse ke sebuah kamar . Terlihat seorang wanita mengenakan gamis berdiri anggun di atas balkon lantai dua .


* Emil..!! * Bisik Hardi .


Dia sangat mengenal sosok raga isteri nya meski dari kejauhan Hardi sangat mengenal wanita yang berdiri di sana adalah wanita pujaan nya .


" Alih kan pandangan Anda Tuan ! Jangan membuat orang - orang black tiger yang berada di sekitar sini mencurigai kita " Bisik lembut Kapten Andreas mengingat kan .


Sementara Kapten Andreas dengan dua orang anak buah nya membaca situasi di sana , mempelajari peta yang di dapat dari


informan yang di bayar oleh Pak Handoko.


empat puluh menit mereka duduk di dekat pagar tinggi panthouse black tiger , terlihat gerbang pintu panthouse terbuka , Antonio keluar dengan anak buah nya mengawal beserta tiga tiga orang wanita dan diantara mereka ada Emila yang terlihat mengobrol dengan seorang wanita cantik .


Mereka berjalan mendekat ke arah Danau dimana Hardi dan rombongan duduk bersantai .


" Pak Zaenun... Apa kabar..! " Sapa wanita yang mengawal Emil .


" Ah...Mak Siti ! Alhamdullillah kabar baik, Mak Siti bagaimana pula kabar, lama kita tak jumpa ..! Bagaimana kabar Rizal " Balas Pak Zaenun .


" Kabar kami baik semua ! Salam untuk Nyonya noer dan Tengku Rasyid " Balas Mak Siti.


" Baik nanti saya sampai kan saat beliau pulang , saat ini Tuan masih berada dalam perjalanan bisnis " Balas Pak Zaenun ramah .


Mata Hardi menatap lekat ke arah Emil , ada kerinduan membuncah dalam relung jiwa nya, rasa nya ingin berlari mendekat ke arah nya , memeluk dan membawa nya pergi dari sini .


" Jangan gegabah Bos., Kontrol emosi Anda ! " Peringatan Kapten Andreas berulangkali melihat perubahan wajah Hardi .


Emil berjalan lebih mendekat ke arah Hardi bersama si gadis , mendekati Mak siti sementara Antonio memilih duduk di sebuah gundugan batu berserta pengawal nya membawa alat pancing .


dalam jarak tak lebih satu meter tatapan mereka beradu membuat jantung Hardi serasa berhenti sesaat .


" Emill " Bisik nya lembut .


Emil menghentikan obrolan nya dengan sang gadis , menatap ke arah Hardi dengan kening berkerut , Dia ingin mendekat tapi dari jarak lima meter terlihat Antonio berjalan ke arah mereka .


Kapten Andreas bergegas menarik Bos nya menjauh dari sana di ikuti oleh yang lain .


" Siapa mereka Mak ! " Tanya Antonio curiga .


" Oh.. itu kerabat tengku syaikh Harun Ar Rasyid sedang berkunjung kemari di temani Zaenun keponakan Mak " Jawab Mak Siti .


" Heemmm !! Kau tak apa kah..?!, ku lihat si arab tadi menatap mu lekat " Tanya nya penuh selidik.


Emil menggeleng kan kepala pelan , Antonio tersenyum lega . Setelah Antonio beranjak pergi Emil duduk di bangku dimana Hardi tadi duduk , hidung nya mengendus seperti mencium sesuatu , pandangan nya lurus menatap lekat ke arah mereka . Dilihat nya sesekali lelaki berbaju gamis membalikan pandangan ke belakang ke arah nya .


---------------------------------


*** Perhatian isi dalam novel murni khayalan penulis , lokasi diambil dari wikipedia , nama nama dan kejadian dalam novel hanya sebatas ilusi penulis tidak ada di dalam dunia nyata .


Jangan lupa pencet tombol like setelah membaca dan vote jika berkenan, sekecil apa pun sangat berharga , penulis ucap kan terima kasih sebelum nya .


sebagai janji author akan up date lebih dari satu bab saat senggang setelah lulus kontrak. sebagai rasa syukur dan terimakasih kepada pembaca semua nya Author persembah kan up date untuk pwmbaca sekalian .


semoga terhibur membaca nya 🙏🙏

__ADS_1


Salam sayang dari penulis untuk pembaca semua nya 😘😘💕💕💕


__ADS_2