
"Good girl.." Ucap Andy sambil mengusap puncak kepala Meysa yang tersuru di dada bidang nya yang polos. Saat ini, kedua nya tertidur sambil berpelukan tanpa berpakaian lebih dulu. Setelah selesai melakukan permainan nya beberapa menit yang lalu.
"Sayang, ternyata rasa nya memang tidak terlalu buruk ya. Hanya saja, awalnya sangat sakit sekali, perih juga."
"Itu kan wajar, sayang. Itu tanda nya kamu masih perawaan, lubang kamu juga masih sangat sempit." Jelas Andy membuat Meysa semakin menduselkan wajah nya di dada Andy.
"Aku malu, tapi aku.."
"Kenapa?" Tanya Andy sambil mengusap surai panjang Meysa yang berwarna kecoklatan.
"Tidak apa-apa.." jawab Meysa, dia melingkarkan tangan nya di pinggang Andy dengan erat. Andy juga menarik selimut untuk menyelimuti tubuh mereka yang polos tanpa benang sehelai pun.
"Rambut coklat ini, apa kamu mewarnai nya atau alami, sayang?"
"Aku mewarnai nya, kenapa?" Balik tanya Meysa sambil mendongakan wajah nya menatap wajah tampan sang pria yang juga tengah menatap nya.
"Hanya bertanya saja, sayang."
"Aku berencana untuk mewarnai nya lagi, bolehkah?"
"Boleh, aku tidak akan melarang apapun yang kamu mau. Aku membebaskan kamu melakukan apapun, selama itu bisa membuat kamu bahagia." Ucap Andy, membuat Meysa tersenyum kecil. Dia suka sikap Andy yang bijaksana seperti ini, dia juga tidak mengekang apapun yang dia inginkan, selama itu bisa membuat nya bahagia.
"Terimakasih, sayang."
"Sama-sama, cantik. Kapan kamu akan mewarnai rambut mu lagi?" Tanya Andy, tangan nya tidak berhenti mengusap rambut panjang sang gadis dengan lembut dan sesekali mengecupi puncak kepala sang gadis.
"Sebelum acara perpisahan, sayang. Biar beda aja gitu vibes nya."
"Kalau mau ke salon, bilang dulu ya? Nanti aku lihat, apa bisa nganter kamu atau enggak."
"Oke, sayang. Tapi kalau kamu nya sibuk kerja, aku gapapa kok. Aku bisa pergi bareng temen-temen aku."
"Temen-temen kamu? Siapa saja?" Tanya Andy lagi.
__ADS_1
"Itu lho, trio ubur-ubur. Sherena, April, sama Arin."
"Mereka sudah punya pacar masing-masing, sayang? Selain Nona Sheren tentu nya."
"Iya, mereka udah punya pacar kok. Kenapa? Apa kamu naksir sama salah satu dari mereka, sayang?" Tanya Meysa membuat Andy terkejut, kok bisa-bisa nya sang gadis menanyakan hal seperti ini, apa dia cemburu?
"Apaan sihh, ya enggak lah. Dari awal aku memang sudah tertarik sama kamu, sayang."
"Benarkah?" Tanya Meysa sambil mengedip-ngedipkan kedua mata nya dengan polos, membuat Andy gemas sendiri melihat tingkah sang gadis. Rasa nya, dia ingin menerkam nya sekali lagi. Tapi, dia juga harus sadar kalau kenyamanan sang gadis adalah yang utama. Jadi, dari pada menyakiti Meysa lebih baik dia menahan nya saja. Tak apa, setidaknya ular cobra nya sudah menyembur tadi.
"Iya, sayangku. Apa kamu tidak mengantuk?"
"Belum, apa kamu sudah mengantuk?" Balik tanya Meysa.
"Aku akan menemani mu sampai mengantuk, sayang."
"Yang.." panggil Meysa, membuat Andy menundukkan kepala nya menatap wajah cantik Meysa.
Cup..
"Sayang.."
"Iya, kenapa sayang?"
"Malu gak sih, kalau semisal aku mau lagi?" Tanya Meysa membuat Andy menguluum senyum nya, dia tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia nya.
"Enggak kok, kenapa harus malu?"
"Baiklah, bagaimana kalau kita bermain lagi. Eemm, satu ronde lagi?" Tanya Meysa malu-malu, bahkan wajah nya sudah memerah seperti tomat matang.
"Jangankan satu ronde, sepuluh ronde juga aku jabanin, sayang." Jawab Andy sambil terkekeh, dia pun kembali melajukan sentuhan-sentuhan di titik sensitif Meysa, membuat gadis itu terbuai dan akhirnya kedua nya kembali mengulang permainan mereka di malam yang dingin ini.
Keesokan pagi nya, Meysa terbangun lebih dulu. Gadis itu tersenyum kecil saat melihat pemandangan yang sangat indah di pagi hari ini, pemandangan yang berbeda dengan pemandangan yang biasa nya dia lihat setiap pagi nya.
__ADS_1
Biasa nya, pagi-pagi sekali dia akan menikmati udara sejuk dari balkon. Tapi sekarang, dia malah lebih nyaman dengan pemandangan di depan nya sekarang ini.
Andy tertidur dengan lelap, wajah pria tampan itu terlihat sangat tenang saat tidur. Sedikit berbeda jika kedua mata yang di hiasi oleh bulu-bulu lentik itu sedang terbuka, tengil nya kadang membuat Meysa harus banyak bersabar saat pria ini suka menjahili nya.
"Tampan sekali pacar ku ini.." gumam Meysa sambil mengusap pelan rahang tegas sang pria itu dengan jemari lentik nya. Gadis itu juga mencium pipi dan bibir Andy sekilas, lalu bersiap untuk beranjak dari tidur nya.
Dia berjalan secara perlahan, karena bagian bawah nya masih terasa sedikit perih dan ngilu, hingga membuat nya harus ekstra pelan-pelan saat berjalan. Meysa meringis sambil berjalan tertatih, membuat Andy yang masih tertidur itu merasa sedikit terusik. Dia pun membuka kedua mata nya dengan perlahan, dia melihat Meysa tengah berjalan menuju ke kamar mandi.
"Lho, sayang.." Panggil Andy, dia langsung meraih celana boxer yang semalam dia lempar sembarangan itu lalu memakai nya dengan cepat.
"Kok ayang bangun? Aku berisik ya? Maaf."
"Tidak, kamu mau kemana?"
"Ke kamar mandi, sayang. Aku mau cuci ini, rasanya benar-benar tidak nyaman gitu. Lengket, yang." Jawab Meysa sambil tersenyum canggung.
"Hmm, lalu kenapa tidak membangunkan aku, sayang?"
"Aku gak tega, sayang kamu tidur nya keliatan nyenyak banget. Kamu pasti kecapean kan?" Tanya Meysa. Benar, dia memang kelelahan. Seharian kemarin dia bekerja di kantor, sore hari nya malah di minta membelikan sepatu branded untuk kekasih atasan nya, malam nya membajak sepetak sawah nikmat milik sang kekasih. Dia benar-benar sibuk dan full berkegiatan seharian kemarin.
"Iya sih, tapi aku gak masalah kalau kamu bangunin aku, sayang. Aku bantu ke kamar mandi ya?"
"Boleh deh, tapi jangan modus ya?"
"Modus apaan sih, yang? Orang niat nya mau bantu juga, nethink mulu sama pacar sendiri." Ucap Andy sambil tersenyum, tanpa basa basi lagi dia pun membawa Meysa ke dalam pangkuan nya, dia menggendong Meysa ala bridal style dan membawa nya ke kamar mandi.
Tapi ya, otak mesuum Andy terlalu mudah di tebak. Ternyata, benar saja kecurigaan Meysa. Di kamar mandi, Andy malah kembali melancarkan aksi nya dan terjadilah ronde tambahan di pagi hari. Meysa benar-benar di buat tidak berdaya oleh sentuhan-sentuhan Andy yang membuat dirinya seakan melayang menembus cakrawala, saking nikmat nya.
Setelah hampir satu jam berada di kamar mandi, kedua nya pun keluar dengan wajah Meysa yang di tekuk. Dia kesal pada sang pria, padahal tadi dia sudah menolak sebisa mungkin karena miliknya masih terasa sedikit sakit. Tapi, pria itu tidak berhenti.
Dia tetap melakukan nya hingga akhirnya Meysa pasrah dan membiarkan saja Andy bermain dengan tubuh nya, asalkan dia bermain dengan lembut maka dia akan diam saja. Ya, gak sepenuhnya diam sih. Sesekali dia mendesaah, melenguuh keenakan dan itu membuat Andy semakin buas untuk menggagahi nya.
......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻