Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 50 - Andy & Meysa


__ADS_3

"Ini.." Ucap Andy sambil mengulurkan ponsel miliknya, membuat kening Meysa mengernyit. Apa maksud nya? Dia tidak mengerti, tiba-tiba saja pria itu mengulurkan ponsel nya.


"Apa?"


"Tulis nomor ponsel mu disini. Kalau kau malu untuk meminta nomor ponsel ku, biarkan aku saja yang meminta nomor ponsel mu." Andy tersenyum kecil, dia gemas melihat ekspresi wajah yang di tunjukkan oleh Meysa. 


Speechless, ya Meysa benar-benar di buat terkesan oleh pria ini. Meskipun dia memberi nya cap sebagai pria yang menyebalkan, tapi ternyata dia pria yang sangat peka. Dia mendengar bisik-bisik teman nya lalu dengan cepat berinisiatif memberikan ponsel nya, agar Meysa bisa menuliskan nomor nya disana. Aaa sungguh, dia benar-benar terkesan dengan pria itu. 


"Kenapa bengong, cepatlah." 


"Ee-ehhh, iya-iya.." Jawab Meysa, dia pun mengetikan nomor ponsel nya, lalu menyimpan nya dengan nama nya sendiri. 


"Ini, sudah."


"Terimakasih, nanti kalau aku mengirim pesan, di balas ya."


"I-iya, kalau sempat." Jawab Meysa yang membuat Andy tersenyum kecil. Wajah malu-malu gadis di samping nya benar-benar menggemaskan bagi nya. 


Sedangkan Meysa, dia menundukkan kepala nya. Karena apa? Dia malas di godain oleh sahabat nya. Seperti nya niat mereka benar-benar sudah bulat untuk membuat nya dekat dengan Andy, asisten pribadi Darren, kekasih Sherena.


"Eehh, gays. Gue pulang duluan ya?"

__ADS_1


"Iya, Sher. Gapapa kok, lagian kita tahu Lo kenapa." Jawab April. 


"Thanks ya." 


"Sama-sama, gak usah canggung. Kita kan temenan." Kali ini Arin yang angkat bicara.


"Yaudah, kita berdua pulang dulu ya."


"Lho, saya bagaimana, Tuan?" Tanya Andy, dia planga plongo sendiri saat mendengar Sherena mengatakan dia dan Darren akan pulang. Lalu, bagaimana dengan nya? Mobil nya ada di kantor, karena dia datang kemari dengan menggunakan mobil milik Darren. 


"Minta anterin aja sama Meysa sampe ke kantor, Om. Kantor nya kan gak jauh juga dari sini."


"Yaudah, kita cabut duluan."


"Hati-hati di jalan couple goals ku." Jawab April sambil melambaikan tangan nya, lalu di balas dengan lambaian tangan dari gadis itu. 


"Mey, anterin dulu ke kantor ya. Bentar.."


"Ngapain?"


"Ya, biar aku bisa pulang naik mobil. Mobil aku di simpen di kantor, tadi aku kesini kan bawa mobil nya Tuan Darren." Jelas Andy membuat Meysa memutar mata nya jengah, tapi tatapan nya malah bertemu dengan tatapan April. Gadis itu menghela nafas nya, lalu akhirnya dia mengerti akan kode yang di berikan oleh April melalui mata nya. 

__ADS_1


"Yaudah deh.."


"Oke, makasih."


"Hmmm, sama-sama." Jawab Meysa, Andy tersenyum kecil lalu melanjutkan acara makan nya. 


Hari ini, sekolah free. Tidak ada acara ajar mengajar karena kasus Sheren yang pingsan, lalu kejadian tadi di kantin membuat para guru sibuk membenahi diri sesuai dengan perintah Darren. Kalau tida mau di pecat, berarti harus memastikan kalau sekolah ini aman dari perundungan. 


Setelah selesai makan, Andy pun mengajak Meysa untuk mengantar nya dulu ke kantor. Meskipun akhirnya, pria itu yang melajukan kendaraan roda dua nya itu. 


"Masih jauh, Om?" Tanya Meysa pada Andy.


"Sebentar lagi, sayang."


"H-aahh, apa?"


"Tidak, bukan apa-apa." Jawab Andy sambil terkekeh, bisa-bisa nya dia memanggil Meysa dengan panggilan sayang. Keceplosan lebih tepat nya, lain kali dia akan sering memanggil gadis ini dengan panggilan sayang. Tentu nya setelah mereka resmi menjadi sepasang kekasih nanti nya. 


.....


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2