Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 46 - Agnes Kang Caper


__ADS_3

Sedangkan di kantin, tengah terjadi keributan. Bukan karena apa, tapi karena ada orang asing berpenampilan rapih dengan kacamata yang bertengger di hidung nya yang bangir. Membuat penampilan pria itu semakin terlihat sempurna. Dengan tubuh tinggi, tegap, tatapan mata yang tajam dan wajah yang datar, membuat semua perhatian siswa siswi tertuju pada sosok itu. 


Andy celingukan mencari sosok gadis bernama Naura Agnesia, atau yang sering di sapa dengan panggilan Agnes. 


"Permisi, apa anda tahu gadis ini duduk dimana?" Tanya Andy pada salah satu siswi yang tengah duduk sambil memakan bakso di dalam mangkuk nya. 


"Gak tahu, kak. Gak ada disini kayaknya, saya murid baru pindah. Maaf." 


"Ohh, iya. Kalau begitu, terimakasih." Ucap Andy dengan sopan. 


"Om.." Panggil salah satu gadis yang tengah berjalan, Andy mengenali nya sebagai salah satu teman Sherena. 


"Ohh, Meysa?"


"Iya, masih nyari Kak Agnes?" Tanya Meysa dengan senyum nya. Dia baru saja akan membelikan bubur untuk Sherena, karena kedua teman nya malah kompakan kebelet pipis, jadi melipir dulu ke kamar mandi seperti nya. 


"Iya, Mey. Ternyata susah juga ya nyari tuh orang." Ucap Andy membuat Meysa terkekeh. 


"Kak Agnes gak bakalan Om temuin disini kali, dia mah anti makanan murah. Paling ke cafe depan sekolah, kalo enggak di kelas nya." 


"Anterin dong, Mey." Pinta Andy membuat Meysa kebingungan sendiri.


"Tapi, aku di minta sama Om Darren buat beliin bubur. Soalnya Sheren belum makan."


"Yaudah, beli aja dulu bubur nya. Nanti di anterin sama temen kamu yang dua lagi, pada kemana itu anak dua?" Tanya Andy.


"Kebelet katanya, jadi mampir dulu ke kamar mandi, Om."


"Yaudah sih, gak selama nya mereka bakalan ada di kamar mandi kan? Nanti juga mereka keluar, yok?"


"Yaudah, sebentar aku beliin dulu bubur nya." Jawab Meysa, dia pun pergi ke salah satu warung yang ada di kantin untuk membeli bubur ayam pesanan Darren.


Setelah membeli nya, Meysa pun pergi dari kantin di ikuti oleh Andy. Pria itu tersenyum begitu melihat kalau tubuh Meysa begitu mungil, kalau di ukur mungkin hanya sedada nya atau selengan nya saja? Lebih tinggi Sherena sedikit. 


"Kenapa, Om? Kok senyam senyum?" Tanya Meysa membuat Andy kembali ke mode datar nya. 


"Tidak, cepatlah."

__ADS_1


"Dihh, nyebelin. Udah syukur nya Om mau aku temenin." 


"Iya, tapi langkah kamu lambat sekali kayak siput." Ejek Andy membuat Meysa mendelik kesal. Ternyata, pria ini cukup menyebalkan juga ya. Memang sih dia ganteng, tapi dia akan berpikir beberapa kali untuk naksir pada pria ini. 


"Mentang-mentang tinggi, seenaknya aja ngatain orang lambat!" Ketus Meysa. 


"Memang saya tinggi, tidak seperti kamu, pendek!" Ejek Andy lagi membuat Meysa berbalik lalu menendang tulang kering Andy, hingga membuat pria itu mengaduh kesakitan.


"Sakit kan? Makanya, kalo punya mulut tuh di jaga, tiang listrik!" 


Meysa pun pergi meninggalkan Andy yang masih memegangi betis nya yang kena tendang oleh Meysa. Tubuh nya terlihat mungil tapi tenaga nya boleh juga. 


"Menarik, galak-galak gimana gitu.." Gumam Andy sambil tersenyum kecil, seperti nya dia menyukai gadis bernama Meysa itu dan tertantang untuk mendapatkan nya. 


"Woyy, cepetan. Lambat, kayak siput!" Ucap Meysa membuat Andy terhenyak, dia terkekeh lalu berlari pelan mengikuti langkah gadis itu. 


Di lorong, dia bertemu dengan anak dua. Siapa lagi kalau bukan Arin dan April, mereka baru saja akan menyusul ke kantin. Tapi begitu melihat Meysa, mereka langsung berhenti.


"Udah dapet?" Tanya April.


"Udah, nih kalian kasih ke Sheren ya. Gue mau nganterin tuh om-om nyebelin nyari kakel si tukang caper itu." Jawab Meysa.


"H-aahh? Gak dulu deh, mendingan gue jomblo. Terimakasih." Jawab Meysa lalu berjalan cepat meninggalkan kedua teman nya, sedangkan Andy hanya menatap kedua nya dengan datar. 


"Berhasil kan?"


"Yeah, kita harus semangat ngedeketin mereka berdua. Kayaknya mereka cocok deh." Ucap April sambil terkekeh, kedua nya berjalan sambil mengobrol. Ya, tadi mereka kebelet lalu pergi ke kamar mandi hanya alasan saja agar Meysa bisa bertemu dengan Andy. Karena, tadi mereka melihat Andy ke kantin dan mereka tahu kalau Meysa adalah anak yang ramah, jadi dia akan menyapa lebih dulu. 


Dan, yeaahh rencana kedua nya berhasil. Mereka ingin mendekatkan kedua nya agar Meysa tidak menjomblo terus menerus. Bukankah cara mereka sangat halus hingga Meysa sendiri tidak menyadari nya? 


"Iya, mereka cocok cuman masih gengsi aja."


"Kita harus ajakin Sheren sih, biar makin lancar rencana kita. Iya gak?"


"Iya dong, pacar nya Sheren kan pasti Deket tuh sama Om Andy."


"Yaudah, nanti kita bicarakan ini sama Sheren. Sekarang, cepetan kita kasih ini ke Om Darren. Entar dia marah lagi kalau bubur nya lama, dia nyeremin ya." 

__ADS_1


"Iya, ayo cepetan. Nanti keburu ngamuk keluar tanduk nya." 


Kedua gadis itu pun buru-buru pergi ke ruang UKS. Sedangkan Meysa tengah berjalan bersama Andy ke kelas Agnes. 


"Kamu udah lama temenan sama Non Sheren?"


"Sejak dia pindah kesini aja sih." 


"Ohh, gitu ya.."


"Iya. Udah sampe."


"Orang nya yang mana?" Tanya Andy membuat Meysa memutar mata nya dengan jengah. 


"Tanya lah sama yang lain, gue laper mau makan. Bye!"


"Dihh, si kampreet." 


Andy menggelengkan kepala nya, lalu masuk ke dalam kelas. Ruangan yang tadinya riuh oleh para siswa kini mendadak hening saat melihat seseorang masuk dengan pakaian rapih, jas hitam dan sepatu mengkilat. Rambut kecoklatan dengan alis tebal dan hidung bangir, jangan lupakan bibir nya yang tebal kemerahan, sangat menggoda, uppss.


Melihat hal itu, para siswi langsung berbisik-bisik, mereka bertanya-tanya apakah sosok itu adalah guru yang baru? Kalau iya, pasti bakalan jadi guru terfavorit sih. Soalnya masih muda, ganteng pula.


"Ada yang bernama Naura Agnesia disini?" Tanya Andy dengan suara datar nan serak nya. Membuat yang di panggil salah tingkah, dia pikir akan terjadi apa gitu. Maklumlah, Agnes kan tukang caper seperti yang di katakan oleh Meysa tadi. 


"Saya, Kak."


"Ikut saya, sekarang." 


"Baik, kak." Jawab Naura. Andy pun langsung pergi dari ruangan kelas itu, membuat Naura langsung mengibaskan rambut nya. 


"Wahh, Nes. Lo di cariin cogan anjir."


"Jelas, gue kan cantik. Udah, gue pergi dulu." Ucap Agnes sambil beranjak dari duduknya, dia berjalan keluar dengan langkah anggun yang di buat-buat. Menjijikan. 


Gadis itu berjalan dengan percaya diri mengekor di belakang Andy, pria itu membiarkan Agnes masuk ke dalam suatu ruangan. Ruangan apa? Ruangan BK. disana, sudah ada Darren yang menunggu.


.......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2