Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 62 - Surprise


__ADS_3

Sore hari nya, Sherena pulang dengan wajah yang di tekuk. Gadis itu merasa bad mood hari ini, sudah di diamkan oleh sang kekasih, malah di tambah oleh teman-temannya yang juga kompak mendiamkan nya.


"Orang-orang pada kenapa sih? Nyebelin deh!" Gerutu Sherena sambil melempar sepatu nya. Untung saja, Sheren melempar nya pas di rak sepatu jadi dia tidak semakin kesal karena insiden saling mendiamkan itu. 


"Lho sayang, udah pulang?" Tanya Arumi, dia sedang memasak jam segini. Dia masak cukup banyak hari ini karena akan ada teman-teman putri nya, juga akan ada tamu spesial, yakni Darren. 


"Udah, Ma.."


"Kok wajah nya di tekuk gitu, kenapa?" Tanya Arumi sambil membelai wajah cantik putri nya.


"Gapapa kok, Sheren mau tidur di kamar."


"Yaudah, istirahat yang nyenyak ya. Nanti Mama bangunin kalau udah waktu nya makan malam ya."


"Oke, Ma." Jawab Sherena, dia pun langsung ke kamar nya. Benar saja, dia tertidur untuk melupakan sejenak rasa kesal nya pada teman dan juga kekasih nya. Sudah se sore ini pun, Darren belum ada mengirimi nya pesan sama sekali, atau menelpon pun tidak ada. Jadi bisa di lihat jelas kalau Sherena sedang di landa rasa kesal yang membuat hatinya memanas. 


Setelah memastikan Sherena masuk ke kamar dan tidur, teman-teman nya langsung datang dan mereka langsung sibuk dengan tugas masing-masing. Ada yang sedang meniup balon satu persatu, yang satu nya menyiapkan banner dan satu nya lagi membantu Arumi memasak agar lebih cepat selesai. 


Tak lama, Darren juga datang dengan pakaian santai nya. Dia menenteng sebuah paperbag di tangan nya berisi dress yang kemarin dia belikan untuk sang gadis. 


"Maa.." Panggil Darren pelan. 


"Iya, ada apa?"


"Ini dress buat Sherena nanti malam." Jawab Darren sambil mengulurkan sebuah paperbag ke tangan Arumi. 


"Baiklah, kamu sudah siap?"


"Lebih dari siap, Ma." Jawab Darren sambil tersenyum manis hingga mata nya menyipit. 


"Baguslah, kalau begitu beristirahat lah. Biar ini kami yang selesaikan."


"Terima kasih, Ma." Jawab Darren, pria itu pun pergi dari rumah Sherena. Dia juga harus bersiap untuk nanti malam, jujur saja saat ini dia sudah merasa gugup hingga perut nya merasa mulas.


Malam hari nya, Sherena terbangun saat mendengar ada yang membuka pintu nya. Ternyata itu adalah Arumi yang masuk ke kamar putri nya, untuk memberitahukan kalau makan malam sudah siap.


"Sayang.."

__ADS_1


"Enghh, iya Ma." Jawab Sherena dengan suara serak khas bangun tidur nya.


"Bangunlah, segera mandi dan turun untuk makan malam ya?"


"Hmmm, baiklah Ma." Jawab gadis itu, dia sudah duduk di sisi ranjang tapi kedua mata nya masih tertutup. 


"Pakai dress yang ada di meja ya."


"Oke." Jawab Sherena singkat, gadis itu mengambil handuk dari hanger dan membawa nya ke kamar mandi tanpa melihat terlebih dulu dress yang di sebutkan oleh sang Mama. 


Sherena mengguyur tubuh nya dengan air dingin di bilik shower, gadis itu menikmati sensasi yang terasa menyegarkan. Dia memang lebih sering mandi air dingin dari pada air hangat, dia lebih menyukai sensasi nya. 


"Hufftt, seger.." Gumam Sherena, setelah merasa cukup dia pun keluar dari kamar mandi dan mengambil paperbag yang ada di atas meja nakas dan membawa nya ke ruang ganti. Tanpa rasa curiga sedikit pun, gadis itu langsung memakai nya. 


Dia berlenggak-lenggok di atas cermin besar di kamar nya, ternyata gaun nya sangat cantik saat dia mengenakan nya. 


"Ternyata gaun nya cantik juga, pas lagi." Gumam Sherena. 


Selanjut nya, gadis itu menata rambut nya, dia juga menambahkan jepit rambut yang di belikan oleh Darren hari itu. 


"Ini kenapa lampu nya mati ya? Kalo mati lampu kan gak mungkin, soalnya di kamar lampu nya nyala." Gumam Sherena, dia tetap menuruni satu persatu anak tangga dengan perlahan.


Sherena menatap ke sekitar, ternyata suasana rumah nya kalau gelap seperti ini sedikit menakutkan juga ya? Di tambah lagi dengan suara hujan deras di luar sana. 


"Ma.." panggil Sherena, hening tak ada jawaban sama sekali. Hanya terdengar suara gemericik air hujan di luar rumah. 


"Pah.."


"Ini orang pada kemana ya? Katanya di suruh makan malam, tapi kok.." belum selesai Sherena bicara, dia di kagetkan dengan suara terompet dan lampu yang di nyalakan. 


"Selamat ulang tahun, Sheren.." Ucap teman-teman Sherena. Ada April, Meysa dan Arin. Disana juga ada Marvin, dia datang atas undangan April. Kalian tahu? Arina dan Marvin sudah resmi jadian sekarang, hanya saja masih backstreet dari publik. Hanya orang-orang terdekat mereka saja yang mengetahui hubungan Arin dan Marvin.


"H-aahhh.." Sherena menutup mulut nya dengan kedua tangan. Dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan kejutan yang benar-benar membuat nya terkejut seperti ini. Bahkan dia hampir saja meneteskan air mata nya, saking bahagia nya.


"Yeee, happy birthday bestie.." Ucap April, dia pun langsung mendekat dan memeluk Sherena. Begitu juga dengan Meysa dan Arina, mereka bertiga berpelukan dengan erat. 


"Udah, gak usah nangis. Jelek amat Lo kalo nangis gini." Celetuk Arin sambil mengusap lelehan air mata di pelupuk mata sahabat nya. 

__ADS_1


"Iya nih, masa udah punya cowok masih cengeng sih?"


"Gue terharu anjir! Niat banget ya kalian bikin gue nangis kek gini?" Tanya Sherena membuat ketiga teman nya itu tertawa. 


"Haha, sorry. Ini ide si April sih, gue cuma ikut-ikutan." Ucap Meysa. 


"Jahat tau gak? Gue sampai ke pikiran karena kalian tiba-tiba ngediemin gue seharian." 


"Sorry ya bestie, tapi Lo seneng kan?" Tanya April. 


"Seneng, seneng banget malah. Makasih banget buat kalian semua." Ucap Sherena, dia pun kembali memeluk ketiga teman nya dengan erat. 


"Ehem.." Suara deheman yang membuat sesi berpelukan mereka terlepas, lagi-lagi Sherena di buat speechless dengan semua ini. Jadi, Darren juga ikut andil dalam rencana nya April? Astaga, kenapa dia bisa tidak ngeuh sih? Sudah jelas kalau mereka berempat itu kompak mendiamkan nya, tapi Sherena sama sekali tidak merasa curiga sedikit pun.


"Sana, samperin pangeran Lo." Ucap April sambil mendorong pelan tubuh Sherena agar posisi nya menjadi lebih dekat dengan Darren. Pria itu nampak sangat tampan dengan balutan jas berwarna hitam yang dia beli kemarin, berbarengan dengan gaun Sherena. 


"Sayang.." Sherena terhenyak saat tiba-tiba saja Darren berlutut di hadapan nya dengan sebuah cincin yang terlihat sangat cantik. Cincin berwarna silver yang di hiasi oleh berlian berwarna pink pucat. 


Sherena kembali menutup mulut nya dengan kedua tangan, dia menatap Darren yang juga tengah menatap nya dengan intens. 


"Sayang, maaf kalau aku mendiamkan mu seharian ini. Sungguh, ini bukan keinginan ku. Aku minta maaf kalau aku sudah menyakiti perasaan mu, tapi jujur saja ini adalah moment yang paling mendebarkan seumur hidup ku." Ucap Darren sambil tersenyum kecil. Ya, jujur saja dia sangat gugup saat ini. Bahkan jantung nya berdebar tak karuan saat ini. 


"Sherena, aku memang bukanlah pria yang romantis. Aku pria yang memiliki banyak kekurangan dan aku ingin kamu yang melengkapi nya nanti. Izinkan aku untuk menjaga mu, menyayangi dan mencintai mu dengan tulus." 


Luruh sudah air mata Ayyara begitu mendengar kata yang begitu menyentuh hati nya. Kata-kata yang terdengar sangat manis, keluar dari mulut Darren yang biasa nya anti romantic. Sungguh, ini membuat nya terharu. Benar-benar terharu. Di lamar tepat di hari ulang tahun? Sungguh, Sherena tidak pernah membayangkan kalau hal ini akan terjadi padanya. 


"So, will you marry me?" Tanya Darren, dia mendongak menatap Sherena dengan tatapan penuh harap. Sherena mendongakan kepala nya, dia memejamkan mata nya agar air mata nya tidak menetes terlalu deras. 


"Terima.. terima.. terima.." Sorak dari belakang, sudah jelas itu suara teman-teman Sherena yang pasti nya selalu rempong dimana pun kapan pun. 


"Aku.." 


......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_1


__ADS_2