Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 139 - Pernikahan Meysa & Andy


__ADS_3

"Bang.." Panggil Marvin pada Darren. Pria dewasa yang memakai setelan jas rapih itu menoleh dan tersenyum kecil. Di samping nya ada Sherena yang menggandeng lengan besar nya dengan mesra. Perut wanita itu sudah terlihat membuncit sekarang, bahkan gaun Bridesmaids yang dia kenakan tidak bisa lagi menutupi perut buncit nya. Hingga membuat banyak orang memuji kecantikan Sherena yang terlihat sangat terpancar karena kehamilan nya.


"Hai, Vin. Mana Arin?"


"Di toilet, lagi pipis." Jawab Marvin sambil tersenyum.


"Tinggal kamu yang belum menikah sekarang, Vin. Bagaimana rencana mu ke depan nya?" Tanya Darren. Yaps, hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi Meysa dan juga Andy. Hari ini, mereka mengikat janji suci di hadapan Tuhan dengan banyak orang yang menjadi saksi penyatuan cinta mereka setelah banyak sekali cobaan-cobaan yang mereka hadapi. Tinggal Arina dan Marvin saja yang belum melangkah ke jenjang pernikahan.


"Hmm, uang ku belum cukup. Tapi papa bilang mau nanggung semua nya, aku cukup mengatakan nya saja kalau aku sudah siap. Abang tahu? Papa dan Mama bercerai." Jelas Marvin membuat kedua mata Darren dan Tomi membulat. Yaps, mereka tidak hanya berdua tapi disana ada April dan juga Tomi. 


"Serius?"


"Iya, Bang. Aku sih gak bisa salahin Papa ya, soalnya dia pasti kecewa banget sama Mama."


"Lo sendiri gimana, Vin?"


"Gue? Baik-baik aja kok, cuman ya emang agak shock aja awalnya tapi gapapa kok." Jelas Marvin sambil tersenyum yang terlihat sangat di paksakan.


"Gak usah senyum seperti itu, Vin. Keliatan banget palsu nya." Ucap Tomi dan di angguki oleh Darren. 


"Gue sedih sebenarnya, tapi di balik semua kejadian, pasti selalu ada hikmah nya kan? Gue sama bokap jadi tahu gimana sikap nyokap gue yang asli tanpa topeng nya." Jelas Marvin. 


"Aku juga tidak bisa mengatakan apapun, aku tidak bisa menyalahkan keputusan Papa mu, Vin. Karena kejelasan ibu mu sudah sangat jelas, tapi mungkin dengan semua hal yang menimpa nya, dia mungkin akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi, Vin." Jelas Darren panjang lebar. Dia juga tidak bisa banyak berkomentar karena disini Sintia juga sangat salah. 


"Iya, Bang. Tapi rasanya nyesek juga ya, tapi untung nya aku punya Arin. Dia selalu mendukung ku dalam keadaan apapun, bahkan disaat aku rapuh pun dia selalu menguatkan aku, Bang. Beruntung sekali aku bisa memiliki Arina." 

__ADS_1


"Tidak, justru aku yang beruntung memiliki kamu." Ucap Arin yang baru saja kembali dari kamar mandi sambil tersenyum kecil. 


"Kalian sama-sama beruntung, jadi kapan kalian nikah? Biar kita-kita siapin kado." Tanya Tomi pada Marvin sambil terkekeh pelan.


"Secepatnya lah, Bang. Pokoknya sebelum usia kehamilan Arin dua bulan."


"Memang nya sekarang udah berapa bulan?" Tanya Sherena sambil melepaskan pegangan tangan nya pada sang suami lalu mendekat ke arah Arina, begitu juga dengan April. 


"Satu bulan setengah."


"Oke, berarti dalam waktu dua Minggu ya. Cukuplah buat kita siapin kado." Jawab Sherena sambil menggenggam tangan Arina. Begitu juga April.


"Gak usah repot-repot, kalian datang aja aku udah seneng kok."


"Ckkk, gak usahlah begitu. Kita kan pas nikah juga kamu kadoin, Rin."


"Hahaha, yang bener aja. Enggak kali, mana ada kita begitu." Jawab April sambil tertawa kecil.


"Oh ya? Terus yang ngado kond*m sama pakaian haram pas gue nikah siapa dong? Padahal, gue pas nikah kan udah bubting. Gak guna itu kond*m." Tanya Sherena sambil tertawa. 


"Lah lah, bukan gue. Mana paham gue beginian." Jawab April.


"Sok polos Lo, Prill." Jawab Arin dan Sherena. Lalu ketiga gadis itu tertawa, melihat hal itu membuat Meysa iri. Dia juga ingin bergabung dengan sahabat nya tapi dia sedang menjadi pengantin hari ini, jadi harus menyampingkan jiwa ghibah nya.


"Gak usah di tekuk mulu itu muka, Bby."

__ADS_1


"Pengen ikutan ghibah disana, yang." Tunjuk Meysa ke arah ketiga teman nya sambil cemberut.


"Haha, astaga sayangku. Ghibah mulu, udah jadi istri sekarang mendingan belajar muasin suami." Jelas Andy membuat wajah Meysa semakin di tekuk.


"Nanti malam pertama kita lho, main semalaman oke?" Tanya Andy sambil tersenyum kecil.


"Heh, gak ada ya. Gila aja kamu main semalaman, mau bunuh aku apa gimana?"


"Hahaha, yaudah jangan cemberut Mulu. Nanti di sangka gak bahagia lagi nikah sama aku, Bby."


"Iya iya, suami tampanku."


"Kiss dulu boleh?"


"Lima puluuhh.." Ucap Meysa sambil menengadahkan tangan nya. Andy menepis tangan sang istri sambil memutar matanya dengan jengah. Ini nih efek keseringan nontonin toktok, jadinya ikutan trend nya.


"Jangankan lima puluh, semua gaji aku sekarang, aku kasih kamu semua."


"Wahh, ayo kiss." Ucap Meysa sambil nyosor-nyosor tapi Andy malah mencapit bibir Meysa dengan tangan nya.


"Gak usah nyosor, inget ini masih di pelaminan. Nanti aja di kamar."


"Haha okay, sayangku."


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2