Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 90 - Jatah Siang


__ADS_3

"Sshhh.." Sherena mendesis saat Darren mulai menggesekan senjata milik nya di bagian bawah sang gadis. Meskipun bukan yang pertama kali nya, tapi tetap saja rasa ngilu dan sakit itu tetap ada. Apalagi yang bekas semalam saja belum sembuh total, sekarang sudah mau di pakai lagi.


Sherena akui memang rasa nya senikmat itu, dia menikmati nya hingga terus-menerus mendesaah nikmat sambil melenguuhkan nama Darren dengan manja. Tapi, setelah selesai rasa nya sangat sakit karena rasanya cukup membekas juga.


Satu jam kemudian..


"Aaargghh.." Darren mengerang penuh kenikmatan dengan kepala yang terdongak, dia kembali memuntahkan benih-benih kecebong di dalam milik Sherena, tapi gadis itu sama sekali tidak protes. 


Darren ambruk di atas tubuh Sherena, gadis itu mengusap lembut punggung Darren juga menyeka keringat di dahi pria itu. Darren berusaha menetralkan nafas nya yang memburu setelah mendapatkan pelepasan nya. Pria itu malah betah berada di atas tubuh sang gadis, membuat Sherena yang saat ini tertindih tubuh besar Darren pun merasa sesak karena pria itu jauh lebih besar dan tinggi dari nya.


"Berat, sayang.." Ucap Sherena sambil berusaha mendorong dada bidang sang pria dengan perlahan.


"Maafkan aku, sayang." Darren pun berguling ke samping sang gadis, senjata nya masih benar-benar berdiri tegak dengan sempurna. Sherena melihat nya karena tak sengaja, dia di buat heran sendiri hingga Darren menyadari keheranan sang gadis itu.


"Ada apa, sayang? Kok bengong gitu."


"Itu punya kamu emang segede itu ya?" Tanya Sherena sambil menunjuk senjata milik nya yang masih berdiri tegak mengacung seperti tongkat. 

__ADS_1


"Iya, memang sebesar ini. Memang nya kenapa? Besar kan? Kamu suka?"


"S-suka sih, tapi kok bisa.."


"Kok bisa apa nya? Bisa sebesar ini atau gimana? Udah bawaan kayaknya, soalnya aku tidak pernah urut atau minum obat." Jelas Darren seolah yang dia katakan itu bukanlah hal yang sensitif.


"Isshh, bukan itu! Tapi aku heran, kok benda sebesar itu bisa masuk ke dalam sini sih? Pantesan saja pas pertama kali rasa nya sakit sekali." 


"Milik kamu kan elastis, sayang." Jawab Darren membuat Sherena menganga, apa mungkin seperti itu? Dia saja ragu kenapa benda sebesar itu bisa masuk ke dalam milik nya yang lubang nya saja sangat kecil. 


"Apa iya?"


"Tapi kan.."


"Sudahlah, katanya tadi mau mandi, kok belum juga sih?" Tanya Darren membuat Sherena cengengesan. Rasanya, dia masih lelah setelah bertarung dengan Darren siang ini.


Sherena pun langsung berlari ke kamar mandi, pria itu juga memilih mengambil pakaian miliknya dan mendinginkan tubuh nya sejenak di balkon kamar Sherena. Dia merasakan hembusan angin yang benar-benar membuat nya tenang. Biasa nya, dia berada di tempat seperti ini di temani rokok atau kopi. Tapi selama dia berhubungan dengan Sherena, Darren sudah melupakan kebiasaan buruk nya itu.

__ADS_1


Karena Darren tahu, kalau Sherena mengetahui kebiasaan nya itu, dia pasti akan marah karena ini benar-benar keadaan yang cukup membingungkan. Tapi, sesekali kalau pikiran nya sedang mumet, dia pasti menikmati semilir angin dengan satu batang rokok secara sembunyi-sembunyi. Bisa berabe kalau sampai ketahuan gadis cantik nya.


"Hmmm, mood ku cukup baik sekarang. Tapi, ada apa dengan hatiku saat ini?" Gumam Darren, dia menghembuskan nafas nya dengan perlahan, lalu menoleh ke belakang. Dia pun kembali masuk ke kamar untuk melihat, apakah Sherena sudah selesai mandi atau belum.


"Dari mana?" Tanya Sherena yang baru saja selesai berpakaian dari ruangan ganti milik Darren.


"Balkon, yang."


"Ngapain?"


"Gak ngapa-ngapain kok, bengong aja disana."


"Jangan di biasain bengong di balkon sendirian, malam-malam lagi. Nanti kesambet setan lho." Peringat Sherena sambil terkekeh.


"Dih, enak aja."


"Sana mandi, nih handuknya." Ucap Sherena sambil melempar handuk yang baru saja dia pakai pada Darren, pria itu menangkap nya dan pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2