Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 71 - Mengantar Darren


__ADS_3

"Apa hubungan nya masa depan sama nilai ujian?" Tanya Sherena dengan wajah polos nya. 


"Gini, kalo nilai ujian Lo bagus otomatis ke depan nya Lo bakalan gampang masuk ke universitas elit atau mau kerja juga banyak perusahaan yang nampung orang pinter, Sher." Jelas Marvin membuat Sherena paham. Benar juga apa yang di katakan oleh Marvin.


Meskipun ke depan nya dia akan menjadi ibu rumah tangga saja, tapi tetap saja dia membutuhkan nilai yang bagus. Kalau tidak masuk kerja atau kuliah, setidaknya dia memiliki kebanggaan tersendiri.


"Hmm, bener juga Lo."


"Benerlah, makanya gak usah galau berlebihan Lo. Gak usah lebay kali, laki Lo gak bakalan betah disana nanti. Kalo gitu kan pasti gak fokus juga kerja nya, siapa yang rugi? Lo lah, LDR nya jadi lama." Celoteh Marvin hingga membuat Arin gemas sendiri karena biasa nya kekasih nya ini tidak banyak omong, tapi membuktikan dengan tindakan.


Eehh, sekali nya ngomong ya gini. Pedes kayak seblak level lima, tapi Sherena bisa mengerti kalau di pedesin seperti ini ketimbang di lemah lembutin. 


"Diem, kamu makan aja ya. Jangan ikut-ikutan."


"Hehe, iya sayang." Jawab Marvin, dia pun mengambil alih bakso di mangkuk milik sang kekasih dan memakan nya. 

__ADS_1


"Jadi, udah gak galau lagi kan, Sher?"


"Agak galau dikit, sekarang sih udah berkurang galau nya. Tapi gak tahu nanti malem, mana nanti sore abis pulang sekolah gue di minta nemenin dia ke bandara lagi. Auto nangis kejer gak sih?" Ucap Sherena yang membuat teman-teman nya terkekeh. 


"Malah ketawa kalian tuh, lucu ya?"


"Iya, lucu pake banget. Gue aja gak galau tuh mau di tinggalin Andy ke luar kita." Jawab Meysa dengan santai, gadis itu nampak tenang sambil memakan cilok yang dia pesan. 


"Ibarat nya tuh, bucin Lo sama Om Andy itu masih sepuluh persen, Mey. Gue udah delapan puluh persen, hampir mendekati bucin akut." Jawab Sherena tak mau kalah. Kalau saja dia bisa meminta, dia akan meminta Andy saja yang berangkat sendirian ke luar kota. Tapi ternyata tidak bisa karena ini menyangkut dengan sebuah kecurangan, jadi Darren lah yang harus turun tangan sendiri.


Sore hari nya, Sherena sedang bersiap-siap. Dia mengenakan hoodie yang di padukan dengan celana jeans berwarna abu-abu dan sepatu sneakers berwarna putih. Darren sudah siap dengan koper yang ada di samping nya. 


"Flight jam berapa?" Tanya Arya, pria itu juga sudah siap dengan kemeja hitam yang lengan nya di gulung hingga ke sikut dengan celana bahan hitam dan sendal rumahan. 


"Jam tujuh malam kok, Pah." Jawab Darren, dia sengaja bersiap jam segini karena perjalanan dari rumah ke bandara saja membutuhkan waktu hampir satu jam. 

__ADS_1


"Hmm, ya sudah. Ini tinggal nunggu Sherena aja kok, itu anak kenapa belum turun juga ya?"


"Sebentar, mama panggil dulu." Arumi bergegas untuk menaiki tangga dan mengetuk pintu kamar putri nya. 


"Sayang, sudah siap? Ayo kita berangkat."


"Iya, Ma." Jawab Sherena, gadis itu pun keluar dengan langkah pelan nya. Setelah siap semua, mereka pun berangkat ke bandara. Sherena dan Darren duduk di bangku belakang, sedari tadi Darren tidak melepaskan genggaman tangan nya pada sang kekasih. Bahkan dia mengambil poto dan memposting nya di media sosial pribadi miliknya. 


"Sayang.." panggil Darren, dia melihat Sherena seperti baik-baik saja sekarang. Padahal dari kemarin dia sering merengek karena tak ingin di tinggalkan. Tapi sekarang dia sudah lebih tenang. 


"Hmmm, iya sayang."


"Kamu baik-baik saja kan?"


"Tentu, aku akan selalu baik-baik saja sampai kamu pulang, sayang." Jawab Sherena sambil tersenyum. Syukurlah kalau begitu, Darren merasa lega mendengar nya. Dia pun meraih Sherena ke dalam pelukan nya, menyandarkan kepala sang gadis di dada bidang nya dan mengusap-usap kepala nya dengan lembut.

__ADS_1


.....


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2