
Keesokan pagi nya, Sherena sudah bersiap pagi-pagi sekali. Dia bangun pukul lima pagi, maklum lah wanita. Gadis itu mencoba berbagai model pakaian yang dia miliki, tapi dia masih merasa ada yang kurang dan mengganti nya.
"Tidak, ini terlalu terbuka." Gumam Sherena, dia kembali membuka dress selutut berwarna hitam itu dan melempar nya sembarangan.
"Oke, kita coba yang ini." Gumam gadis itu lagi, dia mengambil satu dress selutut berwarna putih gading yang cukup tertutup dan sopan jika di kenakan ke acara yang cukup formal.
"Ini bagus seperti nya, baiklah kita ambil foto nya." Sherena pun berpose di depan cermin dan melakukan selfie, kalau kata bahasa kekinian nya itu mirror selfie. Setelah di rasa cukup bagus, dia pun mengirimkan foto nya itu pada Darren.
Sungguh, hati nya berdebar tak karuan saat ini menunggu balasan dan tanggapan pria tampan itu. Tapi tak lama kemudian, sebuah pesan masuk membuat Sherena langsung membuka kembali ponsel nya.
'Kamu sangat cantik, sayang. Dress itu sangat cocok dengan mu, pakai itu saja. Aku menyukai nya.' Balas Darren membuat Sherena merasa lega, dia mengusap dada nya dengan perlahan.
"Oke, baju udah tinggal riasan."
Sherena pun mengusapkan bedak dan menambahkan beberapa make up tipis di wajah nya agar terlihat lebih segar, tak lupa dia juga mengoleskan sedikit liptint di bibir nya yang mungil itu.
Dia juga mengurai rambut nya agar lebih simpel, setelah di rasa cukup dia pun turun dari kamar nya dan berjalan pelan ke dapur.
__ADS_1
"Lho, mau kemana pagi-pagi gini udah cantik aja?" Tanya Arumi saat dia melihat penampilan putri nya yang terlihat sangat anggun.
"Mau ikut ke kantor nya Ayang, Ma." Jawab Sherena sambil tersenyum.
"Cieee, hubungan kalian sudah mau di publish ya?"
"Dia yang nyaranin kok, Ma. Bukan Sherena yang maksa Darren buat publish hubungan kita." Jelas Sherena, dia memalingkan wajah nya ke samping karena wajah nya audan merona saat ini.
"Justru itu bagus, sayang. Artinya, Darren benar-benar serius sama kamu. Dia tidak lagi menutup-nutupi hubungan kalian, bagus itu. Papa setuju sama keputusan Darren, ada baik nya memang kamu di perkenalkan dulu." Ucap Arya sambil tersenyum kecil.
"Iya, Pa." Ayyara hanya tersenyum samar, lalu memilih duduk untuk sarapan. Pagi ini, dia ingin sarapan yang sehat-sehat. Jadi pilihan nya jatuh pada roti gandum organik dengan selai margarin dan susu. Sehat kan? Setengah sehat, setengah tidak.
Pria itu menyambut gadis nya dengan uluran tangan nya, membuat wajah gadis itu lagi-lagi merona karena perlakuan spesial dari sang kekasih.
"Silahkan masuk, Tuan putri."
"Terimakasih, pangeran ku." Jawab Sherena, membuat Darren terkekeh pelan. Dia pun menutup pintu mobil nya setalah memastikan kalau Sherena duduk dengan nyaman.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan nya, plus jangan kesorean pulang nya." Peringat Arya, Darren menganggukan kepala nya. Dia pun berlari memutari mobil nya dan ikut masuk ke dalam mobil, dia duduk di belakang kemudi.
"Pakai seat belt nya, sayang."
"Sudah, sayang." Jawab Sherena sambil tersenyum kecil. Jujur saja, saat ini dia merasakan kegugupan yang luar biasa.
"Kamu gugup? Wajah kamu pucat, sayang."
"A-aahhh ya, sedikit." Jawab gadis itu sambil tersenyum yang di paksakan.
"Jangan gugup, sayang. Santai saja, staff di kantor ku juga takkan menggigit kamu." Jelas Darren, Sherena menganggukan kepala nya, tapi tetap saja hati nya merasa gugup. Hati nya benar-benar berdebar tak karuan saat ini.
Darren juga menyadari kalau gadis nya benar-benar gugup saat ini, tapi dia juga sudah meyakinkan diri nya untuk mengenalkan Sherena pada semua orang di perusahaan. Agar tidak ada lagi staff wanita genit yang akan menggoda nya lagi setalah mengetahui kalau dia sudah ada yang punya.
Termasuk Sarah, ya wanita itu masih sering kali menggoda nya. Tapi tenang saja, Darren sudah tidak tergoda lagi karena dia sudah memiliki hal yang jauh lebih baik dari Sarah. Ya, Sherena lah jawaban nya. Dari segi apapun, jelas Sherena lebih unggul. Bahkan jika di bandingkan dengan Rita sekali pun, Sherena masih lebih jauh level nya.
Darren mengemudikan kendaraan roda empat nya ke perusahaan tempat dia mencari uang, Sherena tahu karena ini bukanlah pertama kali nya dia berkunjung ke perusahaan sang kekasih. Ini yang kedua kali nya dia datang kemari. Tapi yang pertama, dia datang sebagai orang biasa dan sekarang, dia akan datang sebagai calon istri seorang Darren.
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻🌻