Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 68 - Vitamin


__ADS_3

"Sebelum aku berangkat, bisakah aku meminta vitamin ku, sayang?" Tanya Darren pada gadis nya, Sherena tanpa ragu segera mengangguk. Darren tersenyum lalu mengecup singkat kening sang gadis. Dia menyusupkan tangan nya ke tengkuk belakang sang gadis hingga bibir mereka bersentuhan. 


Darren mencium bibir sang gadis dengan penuh kelembutan, sesekali dia menggigit dengan gemas. Sherena juga menerima bahkan membalas setiap lumaatan yang di lakukan oleh Darren, dia mengalungkan kedua tangan nya di leher kokoh sang pria. 


"Sshhh pelan-pelan, sayang." Sherena mendesis pelan saat Darren menggigit manja leher nya, dia juga menyesap nya hingga meninggalkan beberapa bekas kemerahan yang nampak sangat jelas. 


"Aahhh, sayang.." Sherena mendesaah pelan saat dengan perlahan tangan besar sang pria meremaas bukitan kenyal nya dengan gemas. 


"Pelan-pelan, sayang.." Pinta Sherena, tapi Darren sama sekali tidak mendengarkan dan terus meremaas bukit kembar nya. Hingga akhirnya, Darren merasa tidak tahan, dia pun membuka satu persatu kancing piyama yang di kenakan oleh sang gadis hingga hampir terbuka seluruh nya. 


Darren menurunkan piyama nya hingga ke sikut sang gadis, tak lupa juga dia membuka pengait batok kelapa gandeng sang gadis dan kini terpampang sudah bukitan kenyal yang nampak sangat menggoda. Buah nya masih kencang, kenyal dan ukuran nya sangat pas di tangan nya. 

__ADS_1


Tanpa ragu lagi, Darren langsung menyergap puncak kecoklatan nya dengan rakus. Dia menyesap nya dengan kuat hingga membuat Sherena meringis pelan karena sensasi kebas yang dia rasakan karena Darren menyesap nya terlalu kuat. 


Bukan hanya sekedar menyusu saja, tapi Darren juga banyak meninggalkan bekas kemerahan yang membuat permukaan kulit Ayyara terasa perih di beberapa bagian nya. Tapi, Ayyara tidak menolak saat pria itu melakukan nya, karena ini adalah terakhir kali nya sebelum mereka harus berpisah untuk sementara waktu karena urusan pekerjaan yang mengharuskan kedua nya berjauhan. 


Satu jam kemudian, Darren sudah selesai dengan kegiatan nya. Dia membantu Sherena mengancingkan kembali kancing piyama nya dan setelah itu kedua nya berpelukan dengan mesra. Tepat nya Sherena yang lebih dulu memeluk tubuh besar Darren. 


"Hmmm, aku pasti akan merindukan pelukan hangat dan aroma manis ini." Lirih Sherena. Darren tersenyum kecil, dia mengusap-usap punggung sang gadis dengan lembut. Dia juga sama, pasti akan sangat merindukan aroma vanilla yang menguar dari tubuh sang gadis. Aroma yang selalu membuat nya tidak bisa mengendalikan diri nya sendiri. 


"Apa aku punya aroma yang khas, sayang?" Tanya Sherena, aneh saja dia tidak mengetahui aroma tubuh nya sendiri.


"Tentu saja, kamu memiliki aroma vanilla yang manis dan lembut." Jawab Darren membuat Sherena mengendus tubuh nya sendiri.

__ADS_1


"Haha, sayang. Sudahlah, hanya aku yang bisa mencium nya. Jangan melakukan hal-hal yang membuat aku semakin berat untuk meninggalkan mu, sayang."


"Kamu belum berangkat, tapi aku sudah sedih duluan begini, gimana kalau kamu beneran udah pergi? Aku pasti nangis semalaman deh." Lirih Sherena.


"Husshh, jangan mengatakan hal itu. Nanti aku tidak akan fokus kerja nya, kalau aku gak fokus nanti pekerjaan nya bakalan lama selesai. Otomatis, itu akan membuat kita lama berjauhan nya, sayang." 


"Hmm, baiklah. Kalau begitu aku akan melampiaskan rasa rindu ku dengan belajar. Bagaimana?" Tanya Sherena, Darren tersenyum lalu mengecup kening sang gadis dengan gemas. 


"Ya, itu keputusan yang bagus sayang."


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2