Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 69 - Masalah Sherena


__ADS_3

Keesokan hari nya, Sherena pun pergi ke sekolah dengan di antar oleh Arya. Hari ini Darren tidak pergi ke kantor dan akan bersiap-siap untuk pergi ke luar kota nanti sore. 


Ya, pada akhirnya penerbangan Darren ke luar kota di percepat. Kenapa dia memilih tiket sore hari? Karena Darren ingin Sherena ikut mengantar nya ke bandara. Gadis itu setuju dan sesuai dengan pembicaraan kemarin malam bersama Arya, pria paruh baya itu dan juga Arumi akan turut serta mengantarkan kepergian nya.


Tentu saja Darren merasa senang, karena dengan ini membuat dirinya benar-benar merasa di butuhkan, di sayangi dan di perhatikan. Tak apa-apa meskipun dia mendapatkan nya dari orang lain. Tapi, ini orang tua Sherena, calon mertua nya bukan orang lain. Jadi, tidak ada salahnya merasa kalau calon mertua nya itu dia anggap sebagai orang tua nya sendiri.


Saat ini, Darren sedang mengemasi pakaian dan semua barang yang kira nya dia perlukan selama disana nanti. Dia juga tak ingin berlama-lama berjauhan dengan sang pujaan hati nya, tapi mau bagaimana lagi. Kalau bukan tentang pekerjaan yang penting, Darren pasti mengutus orang lain tanpa harus dia yang turun tangan sendiri. 


Di sekolah, Sherena nampak murung. Tentu saja itu membuat teman-teman nya merasa heran, karena tak biasa nya Sherena seperti ini. Dia adalah gadis yang selalu ceria, jadi dia yang seperti ini membuat teman-teman nya menerka-nerka kira-kira apa yang terjadi pada Sherena hingga membuat nya murung. 


"Sher, Lo baik-baik aja kan?" Tanya Meysa sambil menepuk punggung Sherena pelan. Sherena melirik sekilas, lalu menganggukan kepala nya. Tubuh nya memang baik-baik saja, tapi hati nya yang tak baik-baik saja. Dia tak siap, benar-benar tak siap untuk berjauhan dengan Darren.

__ADS_1


"Terus Lo kenapa? Kita perhatiin sedari tadi pagi, Lo murung aja. Sepi banget kalo Lo jadi pendiem gini Sher." Ucap April sambil menatap sahabat nya dengan tatapan penuh ke khawatiran. 


"Lo gak demam kan, Sher? Duh, jangan sakit deh ya. Bentar lagi kita ujian lho ini." Arina meletakkan tangan nya di kening Sherena untuk memastikan kalau sahabat nya itu tidak demam. 


"Apa sih, gue gapapa kok. Santai."


"Ya terus, kenapa Lo diem aja? Kayak gak punya semangat hidup tau gak." Celetuk April.


"Meysa bener tuh, Sher. Kalo ada masalah emang gak baik di pendem sendiri, hati Lo bakalan sakit. Ceritain ke kita biar Lo lega." Ucap Arina. Sherena menghela nafas nya beberapa kali lalu menatap teman-teman nya satu persatu.


"Gak enak banget ya jadi anak ceria, sekali nya diem keliatan banget lagi ada masalah nya." Cetus gadis itu sambil tersenyum kecut.

__ADS_1


"Udah, sekarang Lo ceritain. Lo kenapa sih?" Tanya Meysa, dia penasaran kira nya apa yang membuat sahabat mereka murung saja sedari tadi pagi. 


"Laki gue, dia pamitan buat berangkat ke luar kota nanti sore." Jelas Sherena membuat ketiga teman nya terhenyak seketika. Pantesan toh, ini masalah hati ya. Pantas saja membuat Sherena murung, rupanya mau di tinggal pergi dinas keluar kota.


"Sama siapa, Sher?" Tanya Meysa, karena Andy tidak mengatakan apa-apa tentang hal ini. Apa mungkin Darren berangkat sendiri? Tapi rasa nya tidak mungkin, kalau dia berangkat sendirian. 


"Sama Om Andy, emang nya dia gak ngasih tahu Lo, Mey?" Balik tanya Sherena membuat Meysa mendelik. 


"Gak ada tuh dia pamitan sama gue, nyebelin amat deh. Harus nya dia tuh gue lempar aja ke ruang bawah tanah." Kesal Meysa membuat kedua teman nya langsung cekikikan, tapi tidak dengan Sherena.


....

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2