Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 44 - Kedatangan Darren


__ADS_3

Di kantor, Darren benar-benar terkejut. Membuat Andy yang sedang berada di ruangan meeting, karena mereka baru saja menyelesaikan meeting dengan klien. Di ruangan itu, selain ada Andy dan Darren, ada beberapa orang lain juga Sarah. 


Wanita itu keheranan saat melihat wajah Darren memucat setelah dia menerima telepon dari seseorang yang entah siapa, tapi sepertinya Andy paham akan ke khawatiran yang di tunjukkan oleh Darren.


"Sesuatu yang buruk terjadi, Tuan?" Tanya Andy. 


"Gadis ku, Andy."


"Kita pergi?" Tawar Andy, pria itu mengangguk. Kedua pria berwajah tampan itu pun langsung beranjak dari duduk mereka dan pergi dari ruangan meeting itu. Sarah menatap kepergian kedua pria itu dengan sinis, dia merasa benar-benar kesal. Ini semua pasti ada hubungan nya dengan gadis menyebalkan yang datang kemarin. 


Di perjalanan, Andy mengemudikan kendaraan roda empat nya dengan kecepatan sedang. Sesekali, dia melirik ke arah Darren yang masih terlihat sangat khawatir. Ya, tentu saja khawatir. Dia di telpon oleh teman sang kekasih dan mengabarkan kalau gadis nya pingsan? 


"Ckkk, apa kau yakin kalau gadis ku pingsan tanpa campur tangan orang lain, Andy?"


"Tentu saja tidak, anda harus memastikan semua nya agar jelas. Jangan sampai anda lengah, sekarang sedang marak terjadi nya perundungan atau bully, tuan." Jelas Andy. Ya, Darren juga berpikiran ke arah sana. Bagaimana kalau gadis nya menjadi salah satu korban bully? Dia akan sangat marah kalau seandainya hal itu benar terjadi. 


"Tuan.."


"Ya, ada apa Andy?"


"Sebaiknya, anda juga mewaspadai Sarah."


"Hmm, memang nya ada apa dengan wanita itu, Andy?" Tanya Darren, baru kemarin dia membahas hal ini bersama Sherena, sekarang Andy juga membicarakan hal ini. Sebenarnya, ada apa dengan Sarah? Pasti Andy mengetahui sesuatu tentang wanita itu. 


"Saya merasa kalau dia penuh dengan energi negatif, Tuan. Itu saja. Saya khawatir dia akan mencelakakan Nona Sherena, karena dia terobsesi dengan anda, Tuan." 


"Bagaimana bisa kau menyimpulkan hal seperti ini, Andy?" Tanya Darren. Memang, dia juga menyadari kalau mata wanita itu selalu menatap tajam ke arah Sherena kemarin. Bahkan dia bicara dengan keangkuhan nya, padahal dia hanya sekretaris saja tidak lebih. Kalau dulu, Darren pernah memakai jasa nya, anggap saja itu sebuah ke khilafan. 


"Dari tatapan mata nya, Tuan. Kemarin juga, dia mengatakan kalau dia akan merebut anda dari Nona Sheren apapun caranya, yang saya khawatir kan adalah dia akan menyakiti Nona Sheren, mengingat kalau Sarah adalah wanita yang ambisius." Jelas Andy. 


"Ya, aku juga berpikir seperti itu. Tapi, aku tidak memikirkan hal sejauh yang kau pikirkan, baiklah aku akan waspada dengan wanita itu." 


"Iya, Tuan. Omong-omong, anda bisa bertemu dengan Nona Sheren dimana?" Tanya Andy sambil tersenyum kecil. Darren mendelik kesal, bisa-bisa asisten nya ini bertanya hal ini di situasi seperti ini. Tapi tak apa, dia masih bisa bercerita tentang pertemuan nya dengan Sheren. 

__ADS_1


"Dia tetangga ku, Andy. Rumah nya hanya terhalang jalan raya saja, saking dekat nya. Dia juga yang pertama kali mengejar aku, awalnya aku ilfeel ya kan lagian gengsi gitu di deketin sama anak kecil."


"Tapi ya, ternyata rasanya tidak selucu itu. Sekarang aku malah menyayangi nya, rasa nya seperti ada yang kurang kalau aku tidak bertemu dengan gadis itu sehari saja. Jangankan sehari, aku merasa rindu bahkan setelah berpisah selama beberapa jam saja, Andy." Jelas Darren membuat Andy tersenyum. 


"Syukurlah, tuan memang harus berdamai dengan masa lalu. Seperti yang saya katakan, anda tidak bisa terus terpaku dengan masa lalu yang memang cukup menyakitkan. Anda harus hidup bahagia, menjalani hidup dan mulai membuka hati untuk wanita lain, aku yakin hidup anda akan lebih berwarna." 


"Ya, kini aku merasakan nya saat ini, Andy. Aku merasa kalau kehadiran Sherena seperti cahaya terang yang menerangi jalan ku, dia juga memberiku banyak warna yang belum pernah sama sekali aku lihat selama aku hidup." Jawab Darren.


"Saya senang mendengar nya, Tuan Darren. Kalian sangat cocok sebagai pasangan, Nona Sheren terlihat sangat cantik, anda juga tampan. Benar-benar pasangan yang serasi." 


"Hmmm, kau berani memuji gadis ku secara terang-terangan, Andy?" Tanya Darren membuat Andy tergelak. Benar, Darren cemburu saat mendengar orang lain, apalagi itu laki-laki memuji kecantikan sang kekasih.


"Hehe, maafkan atas kelancangan saya, Tuan."


"Sudah, cepatlah kemudikan mobil nya dengan cepat. Aku tak sabar ingin melihat keadaan gadis ku!"


"Baik, Tuan." Jawab Andy. 


"Maaf, dimana ruang UKS?" Tanya Andy. 


"Lurus, lalu belok kanan. Disana ada tulisan ruang UKS nya kok." Jawab salah satu siswa yang sedang asik nongkrong di atas motor nya.


Andy dan Darren pun langsung berjalan cepat menuju ruang UKS, tentu saja hal itu membuat siswa siswi itu terheran-heran. Mau apa kedua pria tampan itu datang ke sekolah, pasti mereka punya tujuan bukan? Tapi apa?


Darren dan Andy sampai di depan pintu UKS, mereka melihat ada beberapa orang disana. Bukan beberapa, tapi hanya ada tiga orang gadis yang nampak tengah menunggu dengan harap-harap cemas. Mereka adalah Meysa, April dan Arina.


"Om Darren kan?"


"Iya, kalian siapa? Dimana gadis ku, Sherena?" tanya Darren.


"Kami teman-teman nya Sheren, dia masih di dalam. Belum sadarkan diri juga." Jelas April membuat Darren shock, kenapa bisa selama ini?


"Kenapa Sheren bisa pingsan? Katakan!" Tegas Darren.

__ADS_1


"Lo aja, Pril." Ucap Arina. Dia bersembunyi di balik punggung April, jujur saja dia takut saat melihat wajah Darren apalagi ekspresi nya yang terlihat garang. Ganteng sih, tapi galak banget keliatan nya.


"Enggak, Lo aja sana." Gantian, kini April yang bersembunyi di balik punggung Arina.


"Kagak, takut gue. Lo aja Mey."


"Dihh, kalian cemen banget." Ledek Meysa, padahal dia nya sendiri juga takut.


"Emang Lo berani?"


"Kagak, hehe. Takut."


"Kalian kenapa sih? Cepat katakan!"


"Eehhh, gini Om. Hari ini Sherena ada tugas piket, tapi dia datang terlambat. Jadi dapet hukuman dari kakak kelas buat nyapu lapangan basket. Kami udah bantu, tapi karena panas dan seperti nya Sheren belum sarapan, plus dia lagi datang bulan membuat dia lemas. Jadi dia jatuh pingsan, Om." Jelas Meysa.


"Kau Meysa bukan?"


"I-iya, Om."


"Aku minta maaf atas kata-kata ku tadi di telepon."


"Tidak apa-apa, Om." Jawab Meysa sambil tersenyum kecil.


"Bisakah aku masuk ke dalam?"


"Silahkan Om."


Darren pun bergegas untuk masuk ke dalam ruangan itu, meninggalkan Andy sendirian dengan ketiga gadis-gadis yang nampak cantik, tak kalah dengan Sherena. Tapi ya kalau di bandingkan, Sherena masih jauh lebih cantik, wkwk. Sayang aja dia udah ada yang punya, mana pawang nya galak banget kayak singa.


.....


🌻🌻🌻🤭

__ADS_1


__ADS_2