Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 95 - Ancaman Sherena


__ADS_3

Keesokan pagi nya, Sherena terlihat cemberut karena kesal. Dia bad mood pada sang kekasih, Darren. Berlawanan dengan ekspresi yang di tunjukan oleh Darren, pria itu nampak terlihat sangat cerah, wajah nya semringah dengan senyum manis yang sentiasa terbit dari kedua sudut bibir nya. 


"Nyebelin banget sih.." Gumam Sherena sambil menyedekapkan kedua tangan nya di dada. 


Saat ini, kedua nya sudah berada di perjalanan ke sekolah. Karena Sherena harus mengambil surat kelulusan di sekolah, tentu nya barengan bersama Darren yang akan pergi ke kantor. 


"Babe, kok dari tadi diam aja? Kamu kenapa, sariawan?" Tanya Darren, Sherena hanya mendelik sebal ke arah sang pria yang menatap nya dengan tatapan nakal.


Bagaimana tidak kesal sih, semalam mereka sudah bermain dua ronde kan ya? Plus dengan hukuman yang di lakukan Darren karena ulah nakal Sherena yang membuat batang nya terbangun lagi setelah klimaaks. Nah, tadi pagi malah Darren memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dan menghajar nya di kamar mandi. 


Hanya karena Sherena lupa membawa handuk, berakhir dengan mendesaah manja di dalam sana karena Darren yang mengerjai nya seolah tiada puas nya. 


"Keliatan nya bete banget deh, kenapa sih hmmm?"


"Ya kamu pikir aja gitu, tadi malam main dua ronde, tadi pagi satu ronde. Kamu pikir aku capek apa? Ini aku lho sampai lecet gara-gara kamu. Gak nyadar apa itu batang singkong segede apa?" Celoteh Sherena membuat Darren terkekeh. Ternyata ini adalah buntut panjang dari permainan di kamar mandi tadi pagi saat Sherena tengah mandi, bersiap untuk ke sekolah tapi malah lupa tidak membawa handuk. 


Dengan terpaksa dia meminta bantuan Darren, dia tidak berpikir kalau Darren akan melakukan hal itu. Tapi ternyata dia salah besar, karena Darren sangat pandai memanfaatkan situasi. Akhirnya, dia pun takluk di bawah permainan seorang Darren yang memang sudah sangat pro. 

__ADS_1


"Hahaha, merajuk ternyata. Ya maaf, habis nya kamu menggoda sekali, makanya aku nafssu." Jawab Darren sambil terkekeh.


"Tau aahh!"


"Biar di maafin, aku harus gimana dong?"


"Gampang kok, puasa dua minggu!"


"Astaga, tidak. Itu tidak mungkin, sayang. Mana bisa begitu."


"Cihhh, dasar pria mesuum!"


"Enggak tuh, siapa juga yang marah." Jawab Sherena membuat senyum Darren semakin lebar.


"Yakin nih? Rasa nya kamu bohong, baru liat ada Rita aja di restoran keliatan banget sensi nya, apalagi kalau aku mesuum sama cewek lain." 


"Diam!"

__ADS_1


"Hahaha, menggemaskan sekali gadis ku ini kalau sedang cemburu." Ucap Darren sambil tertawa. 


Hingga akhirnya, merekapun harus berpisah karena Sherena harus masuk ke sekolah setelah Darren menghentikan mobil kesayangan nya di gerbang sekolah.


"Semangat, sayang."


"Ya, kamu juga semangat kerja nya buat nikahin aku."


"Siap, cantik. Jangan genit sama cowok lain ya." Peringat Darren.


"Oke, kamu juga ya. Awas aja kalau sampai ketahuan kamu ada main apalagi sama mantan istri atau sekretaris kamu itu, aku kebiri itu senjata!"


"Lah, nakutin banget ancaman nya, sayang."


"Makanya jangan nakal, ingat!" Tegas Sherena, Darren pun mengangguk. Setelah acara mengobrol sebentar dan acara kecap kecup, akhirnya mereka pun berpisah. Sherena turun dari mobil Darren dan masuk ke sekolah, Darren juga segera mengemudikan kendaraan roda empat nya dengan kecepatan rata-rata ke gedung perkantoran milik nya.


Namun, saat dia memarkirkan kendaraan nya di parkiran khusus petinggi perusahaan dia merasakan perasaan tidak enak di hati nya. 

__ADS_1


.....


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2