
"Yang, kalo di pikir-pikir kita tuh udah kayak penganten baru gak sih?" Ucap Darren sambil terkekeh. Sherena mendongak sambil tersenyum, dia menganggukan kepala nya mengiyakan.
"Iya, kayak pengantin baru yang baru pindah rumah." Jawab Sherena sambil tertawa di sela makan nya.
"Haha, iya sayang. Omong-omong, ini tumis buncis nya enak banget deh." Ucap Darren, aneh saja tumis nya ini terasa sangat enak. Padahal tadi, dia melihat sendiri bumbu apa saja yang Sherena gunakan. Tidak jauh dari bumbu-bumbu pada dasar nya, dia juga kalau menumis pasti menambahkan itu. Tapi kenapa saat Sherena yang memasak nya, rasanya jauh lebih enak?
"Aku punya bumbu spesial, sayang. Hehe.." Jawab Sherena sambil terkekeh pelan.
"Bumbu spesial? Apa itu, sayang?" Tanya Darren. Sherena tersenyum lalu membentuk tangan nya menjadi bentuk hati.
"Cinta, hehe."
"Ohh ya, pantesan saja rasa nya jadi lebih enak. Aku menyukai nya."
"Tumis nya atau yang masak nya, sayang?" Tanya Sherena, membuat Darren tersenyum kecil.
"Dua-duanya, soalnya kedua nya juga enak." Jawab Darren dengan senyum nakal nya.
"Aku, enak ya?"
"Enak, sayang. Kamu mah bukan enak lagi, udah di tahap nikmat." Jawab pria itu, membuat wajah Sherena memerah seketika. Tapi aneh nya saat mendengar ucapan Darren, bagian bawah nya terasa berdenyut aneh, seperti ada aliran listrik yang mengaliri tubuh nya.
__ADS_1
"Wajah kamu memerah, sayang."
"Diamlah." Jawab Sherena dengan ketus, gadis itu memalingkan wajah nya ke arah lain agar Darren tidak terus menggoda nya. Pria itu tersenyum kecil, entahlah wajah memerah Sherena terlihat begitu menggemaskan bagi Darren.
Setelah selesai dengan makan siang nya, Sherena pun langsung beres-beres. Dia juga menyapu dan mengepel sekalian, sedangkan Darren mencuci mobil nya yang terlihat sudah di penuhi debu.
Beberapa menit kemudian, Sherena sudah selesai dengan kegiatan beres-beres nya.
"Duh gerah banget, mandi air dingin pasti menyegarkan." Gumam Sherena, dia pun pergi ke kamar milik Darren dan langsung membuka pakaian nya.
Dia memang punya kebiasaan membuka pakaian di luar kamar mandi, sayang nya Sherena melupakan kalau saat ini dia sedang berada di rumah Darren. Tapi, karena gadis itu merasa kalau di kamar ini tidak ada orang lain selain dirinya, Jadi Sherena bisa melakukan hal ini seolah tanpa beban.
Tapi, satu hal yang tak Sherena sadari kalau ternyata Darren sudah berdiri menganga di ambang pintu. Sungguh demi apapun, dia tergoda saat melihat tubuh mulus dan berisi sang gadis.
"Baby, apa yang kamu lakukan?" Ucap Darren dengan suara berat nya, membuat Sherena langsung berbalik dengan wajah terkejut nya. Dia menarik selimut untuk menutupi tubuh nya, tapi itu tidak membantu sama sekali karena sekarang Darren sudah mulai mendekati nya dengan tatapan yang tajam.
"A-aku ingin mandi, gerah habis beres-beres tadi." Jawab Sherena gugup.
"Haruskah membuka pakaian mu di luar kamar mandi hmm? Atau kamu sengaja ingin menggoda ku? Ayolah, Baby. Tanpa di goda pun, aku sudah benar-benar tergoda dengan tubuh mu, apalagi kau melakukan hal seperti ini." Ucap Darren dengan seringai mesuum nya, membuat Sherena beringsut mundur.
"Tidak, aku tidak berniat menggoda mu. Mana aku tahu kalau kamu bakalan masuk kesini juga." Jawab Sherena pelan.
__ADS_1
"Hmm, kamu tahu seperti apa hasraat ku padamu, sayang. Jadi, ayo kita bermain."
"T-tidak, aku tidak mau. Milik ku masih terasa sakit karena ulah mu semalam, sayang." Ucap Sherena, dia menolak. Tapi Darren terlanjur bernafsuu dan dia harus menuntaskan nya.
"Aku akan melakukan nya secara perlahan, sayang." Bisik Darren, dia pun menarik selimut yang di gunakan oleh Sherena untuk menutupi tubuh nya.
"Aaaa, sayang.." Sherena langsung panik dan menutupi tubuh nya dengan kedua tangan, sebisa mungkin.
"Tidak peduli menutupi nya lagi, sayang. Ayolah, jangan bertingkah seperti itu. Kita sudah menikmati satu malam bersama, jadi aku sudah melihat semua yang ada pada tubuh mu." Jelas Darren.
"Iya aku tahu, aku tak sepikun itu, sayang. Tapi sungguh, aku masih malu kalau harus bertelanjaang bulat seperti ini di depan mu."
"Tidak perlu malu, jadi mari kita lakukan." Ajak Darren, dia pun menarik Sherena ke atas ranjang dan memulai aksi nya. Padahal di bawah, Darren belum selesai mencuci mobil nya. Dia naik ke kamar karena sabun cuci mobil nya habis dan akan mengambil yang baru di kamar nya, tapi setiba nya di kamar, dia malah di suguhkan pemandangan yang membuat tubuh nya memanas.
Pemandangan yang mengundang hasrat kelelakian nya, dia tidak tahan dan akan meminta jatah nya pada sang gadis meskipun dengan sedikit paksaan.
"Sayang, aku belum mandi. Bau asem habis keringatan." Ucap Sherena dengan nafas tersengal karena Darren sudah lebih dulu memulai permainan nya dengan mengecupi leher Sherena.
"Tidak masalah, aroma tubuh mu tetap wangi bagiku." Jawab pria itu sambil tetap mengecupi tubuh Sherena.
"Pelan-pelan saja.." Lirih Sherena saat Darren menyusu dengan kuat di dada nya, bahkan dia menyesap nya hingga putting susu miliknya terasa kebas karena Darren menyusu nya dengan kuat seperti bayi kehausan.
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻