
"Yang.." Panggil Sherena saat kedua nya baru saja selesai makan. Pria tampan itu langsung mendongak dan menatap wajah cantik gadis nya dengan tatapan hangat.
"Iya, kenapa Babe?"
"Bagaimana dengan mantan istri mu?" Tanya Sherena lirih membuat Darren menatap Sherena dengan tatapan tajam. Dia tidak suka saat gadis nya membawa mantan istri nya ke dalam pembicaraan mereka. Apalagi Sherena menanyakan hal itu dengan serius seperti ini.
"Kenapa kamu menanyakan hal ini, Babe?"
"Tidak, aku hanya ingin menanyakan nya saja. Apa kamu masih ada perasaan sama dia, atau dia masih mengejar kamu, sayang?" Tanya Sherena.
"Pertanyaan tidak berguna apa lagi ini, sayang? Aku lagi gak mau berdebat ya, jadi jangan mancing-mancing."
"Lho, mancing-mancing apa? Aku gak mancing, sayang. Aku cuma nanya, apa dia masih suka godain kamu atau enggak? Aku berhak tahu kan?" Tanya Sherena membuat Darren menghela nafas nya. Beruntung nya Sherena menanyakan hal ini setelah mereka selesai makan, kalau saja belum makan pasti dia langsung tidak mood bicara apalagi makan.
"Tidak, sudah lama aku tidak melihat wanita itu. Aku bersyukur karena dengan begitu, aku tidak merasa terganggu lagi dengan kehadiran nya. Untuk masalah apa aku masih punya perasaan terhadap nya, aku rasa kamu sudah tahu dengan jelas jawaban nya."
"Apa?"
"Tidak, tidak ada sama sekali. Aku tidak lagi memiliki perasaan apapun pada wanita itu, karena aku sudah jatuh sedalam-dalam nya pada pesona mu, Babe. Apa jawaban itu cukup untuk membuat mu yakin, sayang?" Tanya Darren, membuat Sherena tersenyum kecil. Dia mengangguk, dia benar-benar puas dengan jawaban sang kekasih.
Tanpa Darren sadari, sedari tadi Sherena sudah menyadari kalau disini ada Rita yang memperhatikan mereka dari saat kedatangan mereka hingga sekarang ini. Posisi meja mereka juga berdekatan, jadi Sherena yakin kalau Rita pasti bisa mendengar apa yang di katakan oleh Darren.
__ADS_1
Kalau wanita itu masih memiliki rasa malu, sudah pasti dia akan merasa malu karena berusaha mengejar cinta dari pria yang bahkan tidak lagi memberikan dirinya kesempatan dan tidak lagi memiliki perasaan apapun padanya selain benci.
Tapi seperti nya wanita itu memang sudah kehilangan rasa malu nya, bukan nya merasa malu tapi dia malah merasa dendam pada pria itu karena sudah menolak dirinya. Padahal, dari awal siapa yang sudah menyia-nyiakan Darren dulu?
Dia sendiri kan? Hanya karena Darren tidak kaya dan bekerja hanya sebagai ojek online, Rita menendang nya mentah-mentah dan memilih bersama pria lain tapi sekarang dia yang kembali mengejar-ngejar Darren seolah dia adalah korban padahal sebenarnya dia adalah pelaku.
Kalau saja Rita bisa bersabar sedikit lagi, pasti yang ada di posisi Sherena sekarang ini adalah dirinya. Bukan gadis asing yang sekarang tengah bermesraan di depan nya.
"Yaudah, kita pulang yuk? Aneh, tiba-tiba saja suasana nya berubah tidak enak." Ucap Sherena dengan senyum mengejek nya ke arah Rita yang menatap nya dengan tajam dengan kedua tangan yang terkepal rapat karena amarah. Dia tidak terima saat pria itu mengatakan hal demikian.
"Iya, sayang. Kita pulang ke rumah lalu bermain, bagaimana?" Tanya Darren dengan tersenyum menggoda membuat Sherena tersipu. Dia pun menggandeng tangan sang kekasih dengan mesra.
"Tentu, mari kita bermain." Jawab gadis itu dengan genit. Sumpah demi apapun, saat ini Rita sangat ingin menjambak rambut Sherena untuk melampiaskan ke kesalan nya.
"Tidak deh, aku takut nanti rahim aku kurang subur kalau minum begituan. Gapapa sih, kalau hamil yaudah berarti udah rezeki nya." Jawab Sherena sambil tersenyum, Darren juga tersenyum. Dia sangat bahagia saat mendengar keputusan gadis nya.
"Baiklah kalau begitu, mari kita usaha lagi untuk membuat nya." Jawab Darren sambil tersenyum, dia bahkan mencium bibir Sherena tanpa malu sedikit pun.
Jujur saja, dia juga menyadari kalau sejak kedatangan mereka ke restoran seafood itu, dia sudah di awasi oleh seseorang dan Darren menyadari kalau itu adalah Rita, mantan istri nya.
Saat Sherena menanyakan hal itu, dia tahu benar kalau maksud Sherena adalah memanas-manasi Rita. Jadi dia tahu benar apa yang harus dia lakukan, Darren tersenyum dalam hati. Dia senang-senang saja saat melihat Sherena cemburu seperti itu, artinya gadis itu mencintai dirinya kan?
__ADS_1
Setelah sampai di rumah, Darren pun langsung bersih-bersih. Sherena juga memutuskan untuk skincare-an, dia mengenakan masker wajah karena dia merasa akhir-akhir ini wajah nya terasa kasar dan kering.
Darren tersenyum saat melihat Sherena sedang memasangkan masker di wajah nya.
"Aku juga mau dong, jadi cerita nya skincare-an bareng."
"Iya, boleh." Jawab Sherena dia memilih sheetmask yang kira nya cocok untuk wajah tampan sang kekasih. Setelah menemukan nya Sherena pun memakaikan masker nya di wajah tampan Darren dan menepuk-nepuk nya dengan perlahan agar serum nya lebih cepat menyerap ke dalam wajah.
"Enak ya, dingin-dingin gimana gitu. Seger banget." Ucap Darren.
"Jangan banyak bicara, nanti gak ada guna nya kita maskeran, sayang." Sherena pun memasangkan headset di sebelah telinga Darren, kedua nya pun maskeran sambil mendengarkan lagu favorit Sherena.
"Lagu nya enak sekali.."
"Hmmm, aku selalu mendengarkan lagu ini saat aku merasa down, aku sering merasa sendirian padahal aku berada di keramaian." Gumam Sherena, membuat Darren tersenyum kecil.
"Sekarang ada aku yang akan selalu siap mendengarkan semua keluh kesah mu, sayang. Kamu bisa bicara tentang ini padaku, ceritakan semua nya dan aku akan mendengarkan dengan baik."
"Hmmm, aku memang tidak salah memilih mu, sayang."
......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻