Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 94 - Hukuman


__ADS_3

"Aku memang tidak salah memilih mu, sayang."


"Ya, pilihan ku untuk menjadikan mu sebagai kekasih dan calon istri juga sudah sangat tepat. Aku mencintai mu, terimakasih karena telah mengejar ku hari itu dan saat ini aku sangat mencintai mu, sayang." Jelas Darren membuat Sherena terharu, sungguh dia tidak menyangka kalau Darren bisa berkata semanis ini. 


"Jangan menangis, kita lagi maskeran kan ya.." 


"Hahaha, iya sayang. Ini sudah lima belas menit, kita buka saja." Jawab Sherena, dia pun membuka masker nya dan menepuk-nepuk wajah nya untuk mengoptimalkan penyerapan serum nya.


"Kok lengket ya, Babe?"


"Itu karena serum nya belum menyerap sempurna, sayang." Jawab Sherena. Selesai dengan maskeran, gadis itu beralih menggunakan krim wajah khusus malam.


"Masih ada, Babe?"


"Tentu, harus nya pakai toner tapi males lah. Udah pakai krim aja." Jawab Sherena sambil mengusapkan krim itu ke wajah nya.


"Hmmm, ternyata cantik itu gak gratis ya."


"Iya dong, yang terlahir cantik juga akan tetap rusak kalau tidak di rawat, sayang." Jawab Sherena sambil terkekeh pelan.


"Iya ya, bener juga."


"Makanya modalin, beliin aku skincare." Celetuk Sherena membuat Darren terdiam, ya benar. Dia belum pernah memberikan barang-barang semacam itu pada Sherena. 


"Oke, besok kita beli ya."

__ADS_1


"H-aahh? Tapi aku kan cuma bercanda, yang."


"Tidak apa-apa, aku akan membelikan nya besok. Kamu ke sekolah besok?"


"Iya, untuk melihat surat kelulusan." Jawab Sherena. Ya, besok adalah pengumuman kelulusan. Jadi Sherena harus ke sekolah.


"Oke, setelah selesai dengan acara sekolah nanti kita jalan-jalan sambil beli skincare buat kamu, gimana?"


"Hehe, aku mau." Jawab Sherena.


"Ya sudah, kalau begitu ayo kita bermain. Aku sudah gak tahan pengen main sama kamu, sayang." Ajak Darren membuat Sherena tertawa. Kalau sudah begini ya pasrah saja lagi pula dia menyukai permainan Darren. Untuk masalah hamil atau tidak nya, itu bukanlah masalah. Sherena akan siap mengandung anak dari benih Darren kapanpun. 


"Mari, sayang." Jawab Sherena sambil merentangkan kedua tangan nya, tanpa basa basi lagi Darren pun langsung memeluk Sherena dan menggendong nya ala bridal style ke kasur dengan perlahan. Gadis itu memeluk leher sang pria dengan mesra, bibir mereka saling bertaut mesra. Darren mencium bibir sang gadis dengan sedikit bernafssu. Dia benar-benar sudah sangat bergairaah begitu melihat penampilan Sherena yang bagi nya, dia bernafas saja sudah sangat menggairahkan. 


"Eempphh.." Sherena menepuk dada bidang sang pria karena dia sudah merasa kehabisan nafas nya dalam ciuman itu. 


"Iya, maaf.." Darren pun kembali menyerang bibir sang gadis, kali ini lebih liar dan brutal dari pada yang tadi. Sungguh, dia sangat menyukai sensasi ini. Dia menyukai rasa dan kenikmatan yang di tawarkan oleh bibir Sherena benar-benar tiada lawan nya, nikmat sekali. Bahkan rasa bibir Sherena lebih manis di bandingkan dengan gula. 


Malam itu, mereka terlibat pergumulaan yang membuat suasana malam itu terasa sangat panas karena suara-suara erotis dan gerakan sang pria yang menghentak dengan kuat ke dalam inti sang gadis. Dia benar-benar menikmati setiap gerakan yang dia lakukan, dia bahkan terus melenguuh dan meracau kenikmatan karena inti gadis nya yang terasa semakin menjepit miliknya. Artinya, Sherena akan kembali mendapatkan klimaaks nya.


Hanya beberapa menit berselang, Sherena mendesaah kuat dengan tubuh melengkung ke atas dengan kedua mata yang terpejam rapat merasakan kenikmatan yang benar-benar membuat seluruh tubuh nya nyaris tak berdaya karena kenikmatan yang dia rasakan sekarang. 


Inti milik Sherena berdenyut membuat Darren yang mengerang kenikmatan, karena senjata nya benar-benar di jepit di dalam sana. 


"Aaaahhh, ini nikmat sekali.." ucap Darren, dia menekan senjata nya sedalam mungkin dan akhirnya dia juga mendapatkan klimaaks nya dengan nikmat. Pria itu ambruk menimpa tubuh Sherena, kedua nya saling menatap dengan nafas yang memburu setelah mendapatkan klimaaks masing-masing. 

__ADS_1


Darren mencium sekilas bibir Sherena yang mengkilat karena ulah nya, pria itu tersenyum lalu berguling ke samping hingga penyatuan di bawah sana terlepas. Sherena langsung berguling mengikuti sang pria. Entahlah, sekarang dia menyukai pemandangan setelah mereka habis bercintaa. 


"Ini keriput.." Lirih Sherena sambil tertawa, dia menoel-noel sosis milik Darren yang perlahan mulai menciut karena sudah muntah. 


"Iya, kan habis muntah." Jawab Darren dengan enteng nya, dia sendiri membiarkan saja apa yang di lakukan oleh Sherena, selama itu tidak menyakiti nya. 


"Dih, nyebelin banget habis nyembur aku jadi keriput menciut gini, padahal tadi dia gagah sekali." 


"Hahaha, sayang.."


"Kenapa? Kok malah ketawa sih, apa yang lucu?" Tanya Sherena dengan heran.


"Iya, kamu yang lucu. Udah deh, mendingan kamu tidur jangan mainin si junior."


"Lah, memang nya kenapa?" Tanya Sherena, dia belum sadar akan resiko yang dia tanggung setelah memainkan benda sakti itu. 


"Siap-siap saja menanggung akibat nya, lihat itu." Ucap Darren, membuat Sherena mengikuti arah pandang sang pria. Benar, seketika dia menyesali perbuatan nya.


"Aaaa, kok jadi berdiri lagi sih.."


"Ya karena tangan nakal kamu, Babe!" Jelas Darren membuat Sherena menganga, apa iya karena sentuhan tangan nya bisa membuat senjata keramat milik Darren kembali bangkit?


"Tapi.."


"Ya, jadi sekarang rasakan akibat nya." Darren pun kembali menerkam Sherena. Padahal, baru saja beberapa menit lalu mereka mengakhiri permainan, sekarang sudah bermain lagi? Astaga, kuat sekali pria itu. Sherena sampai kewalahan sendiri melayani nafssu seorang Darren yang seolah tiada habis nya untuk menghajar dirinya.

__ADS_1


.....


🌻🌻🌻


__ADS_2