
"Babe, sudah siap?" Tanya Darren sambil mengusap rambut nya. Dia baru saja mandi lagi, tapi sudah bertanya apakah sang kekasih sudah mandi atau belum. Tadi siang, mereka bermain di kamar mandi kan? Nah, mereka kembali melakukan hal itu beberapa jam setelah terakhir kali itu. Dan sekarang, Darren baru saja selesai mandi, begitu pun dengan Sherena.
Entahlah, dia terlalu menyukai tubuh Sherena. Bukan hanya tubuh, tapi semua yang ada pada diri Sherena, dia selalu menyukai nya. Bahkan tingkah laku nya saja yang awalnya membuat Darren illfeel, sekarang malah terlihat sangat menggemaskan dan membuat nya gemas sendiri. Itulah, jika cinta sudah merasuki jiwa, hal-hal sepele yang awalnya tidak di sukai pun menjadi hal yang paling indah. Itulah yang terjadi pada Darren sekarang ini.
"Iya, udah. Tapi manggil nya kok jadi babe sih?"
"Memang nya kenapa? Apa kamu tidak suka, hmm?" Tanya Darren sambil memeluk Sherena dari belakang, dia juga menyandarkan dagu nya di pundak sang gadis.
"Suka, sangat suka. Itu terdengar lebih romantis." Jawab Sherena sambil tersenyum kecil. Dia lebih menyukai bagaimana cara Darren memanggil nya sekarang.
"Hmm, baiklah Baby." Jawab Darren, tangan nya mulai merayap nakal ke arah dada sang gadis. Tapi dengan cepat gadis itu menepuk tangan besar sang pria dari dada nya.
"Jangan nakal, hari ini kita sudah dua kali keramas ya."
"Hehe, habis nya kamu enak." Jelas Darren sambil tersenyum kecil.
"Enak, emang aku makanan?"
"Iya, makanan khusus untuk ku. Kamu terlalu nikmat, rasa nya sangat sempit hingga membuat aku tak bisa berhenti bergerak, Babe."
"Aisshh, sudahlah. Cepat pakai baju sana, baju nya sudah aku siapkan di ruang ganti. Setelah itu kita pergi, aku ingin makan seafood." Jawab Sherena, Darren pun menurut. Tapi sebelum pergi, dia mencuri satu kecupan di pipi kanan Sherena lalu pergi ke ruang ganti.
Sherena menatap punggung Darren yang tegap itu sesaat sebelum pria itu menghilang di balik pintu ruangan ganti. Sherena menggelengkan kepala nya, ada-ada saja tingkah Darren yang membuat nya terhibur.
"Kemana Darren yang datar dan dingin itu ya? Sekarang malah kelakuan nya nyeleneh sekali." Gumam Sherena sambil terkekeh pelan. Cukup aneh, padahal dulu saat bertemu dengan pria itu untuk pertama kali nya, Darren terlihat sangat cool. Tapi sekarang, kelakuan pria itu jauh dari kata cool yang ada malah sebaliknya.
Tak lama kemudian, Darren keluar dari ruang ganti dengan memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Sherena tadi. Gadis itu tersenyum saat melihat penampilan Darren yang terlihat jauh lebih tampan saat memakai pakaian santai seperti ini.
Tapi, jika pria itu sedang mengenakan setelan jas nya, pria itu terlihat lebih dewasa dan gagah. Inti nya, apapun dan seperti apa gaya berpakaian Darren, jika pria itu yang memakai nya, Sherena menyukai nya. Semua nya sama-sama membuat dirinya mabuk kepayang.
"Ganteng amat deh bapak duda yang satu ini." Ucap Sherena sambil mendekat, Darren merangkul pundak Sherena lalu mencium bibir gadis itu. Sherena sedikit terkejut dengan ciuman itu, dia tidak berekspektasi kalau pria itu akan mencium nya.
"Kamu selalu saja terlihat menggoda, Babe. Membuat aku ingin kembali mendengar desaahan seksii mu lagi."
"Astaga, sayang. Kamu sangat mesuum ternyata, aku tidak menyangka kalau kamu akan jadi semesuum ini." Ucap Sherena sambil tersenyum kecil.
"Salahkan saja tubuh mu yang terlalu menggoda, dia membuat aku tak bisa berpaling, bahkan aku ingin terus menerus melakukan nya, sayang." Jelas Darren membuat Sherena menepuk pelan dada bidang pria itu dan menduselkan wajah nya disana untuk menyembunyikan semburat kemerahan di wajah nya.
__ADS_1
"Hahaha, kamu sangat menggemaskan sekali, Babe. Ayolah, kita harus pergi kan? Katanya mau makan di luar."
"Iya, sayang. Aku pengen makan seafood." Jawab Sherena sambil tersenyum kecil. Sherena pun mengambil tas dan dompet kecil juga ponsel nya. Lalu kedua nya pun pergi dengan tangan yang saling menggenggam satu sama lain dengan erat.
Darren pun mengemudikan kendaraan roda empat nya dengan kecepatan sedang, pria itu akan membawa gadis nya untuk makan di restoran yang menyediakan aneka seafood tempat dia sering makan disini bersama klien. Rasanya masakan nya enak-enak, jadi dia yakin kalau Sherena akan menyukai nya. Terlebih Sherena suka makan, jadi dia yakin ini akan menjadi tempat makan favorit nya.
"Sayang.."
"Iya, kenapa?"
"Bagaimana kalau semisal aku hamil?"
"Kamu tahu jawaban ku seperti apa, karena ini bukan pertama kali nya kamu menanyakan hal seperti ini, Babe."
"Hmm.."
"Kalau kamu memang belum siap, tidak apa-apa. Kita bisa menunda lebih dulu dengan menggunakan kontrasepsi, tapi setelah menikah aku ingin kamu tetap berada di rumah saja melayani ku, atau pun jika kamu ingin kuliah tidak apa-apa, asal jangan mau bekerja saja. Aku takkan setuju meskipun kamu menggunakan seribu satu cara dan alasan." Jelas Darren membuat Sherena merasa sedikit di beri kebebasan.
Lagi pun, siapa yang mau kerja? Dia tidak mau karena sudah ada Darren yang akan menafkahi nya nanti. Jadi, dia hanya perlu menunggu pria itu pulang kerja, menyambut nya dengan senyuman manis dan manja nya, lalu melayani nya dengan baik lalu membuatkan nya makanan agar perut nya selalu penuh.
"Jadi, bagaimana menurut mu? Kamu siap hamil, Babe?"
"Ya, benar. Karena di usia ku sekarang, aku harusnya sudah memiliki satu atau dua orang anak, tapi lihatlah aku sekarang? Aku masih sendiri." Jawab Darren sambil tersenyum kecut.
"Aku siap hamil, sayang."
"Terimakasih, Babe."
"Sama-sama, apakah dia disana sudah berkembang ya?"
"Hahaha, tentu saja belum. Aku baru saja menebar benih ku disana dua hari yang lalu, tidak mungkin secepat itu." Jawab Darren membuat Sherena mengusap dada nya merasa lega karena artinya dia tidak mungkin hamil sebelum dia lulus sekolah nanti nya.
"Baiklah.."
"Memang nya kenapa, Babe?" Tanya Darren pelan.
"Tidak, tapi aku sedikit berharap kalau sebelum aku lulus sekolah, aku belum hamil dulu." Jelas Sherena.
__ADS_1
"Tapi, Babe.."
"Ya, aku tahu. Makanya tidak terlalu banyak berharap, sayang. Karena hal itu kan bisa datang kapan saja, aku akan senang kalau semisal dia hadir." Jawab Sherena membuat Darren tersenyum kecil. Dia benar-benar senang saat mendengar Sherena berkata seperti itu.
"Hmmm, bayangkan lucu nya Baby kita nanti nya. Kita kan sama-sama memiliki bibit unggulan." Jawab Darren sambil terkekeh. Sherena jadi membayangkan, akan selucu apa anak mereka nanti? Pasti sangat menggemaskan bukan?
"Sudah, jangan di bayangkan dulu. Nanti kita buat aja, kita lihat setelah baby nya berhasil di cetak." Jawab Darren membuat Sherena tertawa renyah.
Akhirnya, setelah beberapa menit berkendara, mereka pun sampai di depan sebuah restoran dengan bintang lima. Tempat nya cukup ramai, membuat Sherena tersenyum karena dia memang menyukai keramaian.
"Ayo kita masuk, Babe." Ajak Darren, Sherena menganggukan kepala nya dan langsung menggandeng tangan sang kekasih dengan mesra.
Sherena pun tersenyum kegirangan saat melihat macam-macam seafood ada disana, bahkan masih segar karena masih hidup dan berada di dalam bak khusus.
"Mau makan apa?"
"Lobster, boleh?"
"Boleh, aku juga suka. Pesan dua porsi." Ucap Darren, Sherena menurut dan memesan dua porsi lobster saus Padang.
"Udang?"
"Aku alergi udang, sayang. Kamu kalau mau pesan saja."
"Enggak, aku mau kita makan nya berbagai gitu. Kerang aja gimana? Scallop kayaknya enak deh atau tiram."
"Boleh, ambil saja sesuka mu, sayangku." Jawab Darren, Sherena pun memesan beberapa menu dan setelah di rasa cukup, mereka pun langsung menuju meja yang kosong dan menunggu sebentar hingga makanan nya di siapkan dulu.
Hanya sekitar 15 menit saja, makanan nya pun siap. Darren langsung mempersilahkan gadis cantik nya untuk makan lebih dulu.
"Ayo makan, sayang ku. Selamat makan, Babe."
"Selamat makan juga, sayang."
Kedua nya pun makan dengan lahap, tapi hal itu membuat seseorang yang sedari tadi melihat kedatangan Sherena dan Darren menajamkan tatapan mata nya ke arah kedua nya.
"Sebahagia itu kalian ya? Lihat saja, aku takkan membiarkan nya!"
__ADS_1
.....
🌻🌻🌻🌻