Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 119 - Vitamin Andy


__ADS_3

Seminggu berlalu sejak pernikahan Darren dan Sherena. Pagi ini, pria yang kini menyandang status sebagai suami dari Sherena Ayudia itu meminta izin pada istri cantik nya untuk berangkat bekerja, tentu nya setelah beberapa hari cuti menikah, hari ini pria itu akan pergi ke kantor lagi. 


"Sayang, Mas izin ke kantor ya hari ini." Ucap Darren pagi-pagi sekali. Istri nya yang masih bergulung nyaman di bawah balutan selimut hangat nya itu bergerak dan membuka kedua mata nya yang terasa sedikit berat. Dia masih sangat mengantuk, tadi malam dia tidur pukul dua pagi. 


Kenapa tidur selarut itu? Yahh, nama nya juga pasangan pengantin baru ya kan, lagi masa hangat-hangat nya. Mereka bermain beberapa ronde hingga lupa waktu, Sherena juga sangat menikmati nya. Dia tidak menolak, justru dia mengiyakan dengan cepat saat suami nya meminta kembali jatah malam nya setelah beristirahat beberapa menit. 


"Emm, bisa libur sehari lagi gak, Mas?" Tanya Sherena. Dia mengubah panggilan nya pada Darren menjadi Mas, agar terlihat kalau sudah menikah nya dan Darren sangat menyukai panggilan baru dari istri nya itu. 


"Mas sudah terlalu lama cuti, sayang."


"Aku masih pengen manja-manjaan sama kamu, Mas. Please ya?" Rengek Sherena. Kalau sudah begini, dia tidak mungkin menolak bukan? Terlebih sekarang, Sherena sangat sensitif karena sedang hamil. Dia tidak mau meninggalkan istri nya dalam keadaan rewel. 


"Tapi, Mas gak enak sama Andy, sayang. Dia bekerja lembur seminggu ini." Jawab Darren.


"Mas gak enak sama Om Andy tapi Mas gak kasian sama aku, aku ini lagi hamil lho, Mas!" Kesal Sherena.


"Astaga, istriku sayang. Bukan begitu maksud Mas, tapi.."


"Udahlah, kalau kamu mau kerja yaudah sana pergi. Gak usah balik sekalian, tidur aja di kantor!" Ketus nya lagi, membuat Darren menggelengkan kepala nya. Mau heran tapi istrinya ini sedang hamil, mau di tegur takutnya malah rewel nanti nya. 


"Yaudah, hari ini Mas di rumah aja deh nemenin bumil yang merajuk." Jawab Darren sambil tersenyum. Mendengar hal itu, Sherena yang tadi nya menutup seluruh tubuh nya dengan menggunakan selimut, langsung membuka nya dan bangkit dari rebahan nya. Dia pun langsung memeluk perut Darren dan menduselkan wajah nya di sana. 


Pria itu tersenyum kecil, lalu mengusap-usap kepala sang istri yang tengah berada di dalam mode manja ngeselin. Tapi, dia juga tidak akan seperti ini kalau tidak hamil, jadi Darren juga tidak bisa menyalahkan Sherena karena ini juga ulah nya. 


"Jadi, hari ini katanya mau manja-manjaan?"


"Iya, mau.." Jawab Sherena. Akhirnya, Darren yang sudah siap dengan kemeja kerja nya itu pun kembali merebahkan tubuh nya di atas ranjang, di samping sang istri. Dia memeluk perempuan itu dengan hangat, Sherena juga menikmati pelukan sang suami. Dia menduselkan wajah nya di dada bidang Darren, dia mengendus aroma tubuh pria itu. 


"Sayang, kamu bisa diam tidak? Jangan sampai aku kembali menghajar mu ya."


"Lakukan saja, aku suka kok." Jawab Sherena dengan senyum genit yang membuat Darren terkekeh. Sejak kapan Sherena jadi perempuan yang agresif seperti ini? Tapi tidak apa-apa, dia menyukai istri nya yang seperti ini. 


"Benarkah? Oke, tapi jangan meminta berhenti di tengah permainan."


"Tidak akan, Mas." Jawab Sherena, membuat Darren segera mengungkung tubuh sang istri dan pagi itu mereka kembali memulai permainan yang entah ke berapa kali nya jika di hitung dengan permainan yang semalam.


Sedangkan di kantor, Andy kewalahan mengerjakan semua pekerjaan yang harusnya di bagi dua dengan Darren, kini dia yang mengerjakan pekerjaan itu seorang diri. Kepala nya terasa sangat sakit sekarang ini, pria itu memijit alis nya. 


"Sudah jam sembilan tapi Tuan Darren belum datang juga, apa dia tidak masuk lagi hari ini?" Gumam Andy sambil terus memijat kening nya. 


Andy melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya, benar jarum di sana sudah menunjukkan pukul sembilan lebih seperempat, tapi belum ada tanda-tanda kalau Darren akan masuk kantor hari ini. 


"Alamat kerja lembur lagi ini mah, tadi nya mau kangen-kangenan sama ayang, tapi malah begini." Gumam Andy sambil menelungkup kan kepala nya di atas meja. 


Waktu makan siang pun datang, tapi Andy merasa malas untuk pergi ke luar ruangan nya. Dia malas, benar-benar malas kepala nya terasa sedikit sakit karena terlalu banyak bekerja mungkin. Pria itu menghabiskan waktu istirahat makan siang nya dengan tidur sejenak. 


Di loby, seseorang datang dengan membawa kotak bekal di tangan nya. Perempuan yang terlihat cantik juga anggun itu datang dan mendekat ke arah resepsionis. 


"Hallo, selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?" 


"Selamat siang, kak. Saya ingin bertemu dengan Andy." Jawab nya dengan senyuman ramah yang terlihat sangat manis.


"Baik, apa Nona sudah memiliki janji temu?" Tanya nya lagi, perempuan itu terlihat sedikit kebingungan. Ternyata, kalau datang untuk bertemu pacar sendiri di kantor, harus memiliki janji temu terlebih dulu?


"Tidak, tapi saya akan menghubungi nya saja." Jawab Meysa, ya perempuan itu adalah Meysa. Dia datang berkunjung untuk bertemu dengan sang kekasih, tapi ternyata harus memiliki janji temu dulu. Padahal niat nya ingin makan siang bersama, dia sudah susah payah memasak makanan kesukaan Andy. 


Meysa mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi nomor Andy, membuat pria yang sedang mengistirahatkan tubuh nya itu terbangun. Dia mengambil ponsel dan tersenyum saat melihat siapa penelpon. Tak lama, Andy pun langsung mengangkat telepon yang ternyata dari kekasih nya. 


"Hallo, sayang.." Ucap Sherena tersenyum kecil, resepsionis itu terlihat mengernyitkan kening nya saat mendengar panggilan sayang yang di ucapkan oleh perempuan muda di depan nya.


'Iya, kenapa sayang ku?' Tanya Andy di seberang telepon, suara nya terdengar sedikit serak mungkin karena efek baru bangun tidur. 

__ADS_1


"Aku di loby kantor, mau ketemu kamu tapi aku gak punya janji temu." Jawab Meysa.


'Sebentar, sayang. Aku akan kesana, tunggu dulu ya. Aku gak bakalan lama.' 


"Oke, sayang. Jangan lama ya, aku malu di liatin orang-orang, hehe." Jawab Meysa lagi. Setelah mendengar itu, Andy pun langsung mematikan sambungan telepon nya dan berlari keluar dari ruangan nya.


Andy berlari keluar dari lift, tapi saat bertemu dengan beberapa karyawan, dia langsung berjalan santai dengan wajah datar nya untuk menjaga image nya sebagai pria cool dan dingin.


"Sayang.." panggil Andy, dia tersenyum manis saat melihat sang kekasih tengah duduk di kursi ruang tunggu sambil memangku kotak makanan disana. 


"Hey, sayang.." Meysa langsung beranjak dari duduknya. Andy memeluk Meysa dan melayangkan beberapa kecupan di kening Meysa saat perempuan cantik itu mendongak menatap ke arah nya.


"Kamu ngapain kesini, sayang?" Tanya Andy, dia melerai pelukan nya pada sang gadis lalu mengusap wajah nya dan semua yang di lakukan oleh Andy di lihat oleh karyawan lain bahkan resepsionis lain nya. 


"Mau makan siang bareng, yang." Jawab Meysa sambil menunjukkan kotak bekal di tangan nya.


"Kamu masak apa, sayang?"


"Cumi goreng asam manis, sama capcai seafood, kesukaan kamu." Jawab Meysa sambil tersenyum manis.


"Wahh, aku bakalan makan enak siang ini. Terimakasih, sayang. Ayo kita makan ke ruangan ku." Ajak Andy sambil menggandeng tangan sang kekasih ke ruangan mereka. Tapi, Andy sempat melayangkan tatapan tajam nya ke arah resepsionis yang terlihat menunduk, dia takut karena melihat tatapan tajam Andy.


Kedua nya pun berjalan masuk ke dalam ruangan kerja Andy. Niat hati sih ingin makan siang bersama, tapi Andy malah tergoda oleh makanan lain yang membuat nya kelaparan.


"Sayang.." panggil Meysa sambil berbalik menatap Andy.


"Aaahhh.." Meysa memekik pelan saat pria itu tiba-tiba saja menerjang tubuh nya, untung saja dia sempat menyimpan kotak makanan di meja. Kalau tidak, sudah pasti makanan nya akan tumpah berhamburan kemana-mana karena ulah pria tampan namun mesuum itu. 


"Sayang.."


"Kenapa, sayang hmm?" Tanya Andy, pria itu berada di atas tubuh Meysa sekarang ini. Dia mengungkung Meysa di bawah tubuh besar nya. Dia menatap Meysa seolah Meysa adalah mangsa yang siap untuk terkam. 


"Aku ingin makan yang lain, sayang." Jawab pria itu dengan senyuman menyeringai nya, suara nya terdengar serak seperti menahan sesuatu, kalau sudah begini bagaimana lagi?


"Makan apa?"


"Makan kamu." Jawab Andy lalu mencium leher Meysa dan meninggalkan bekas kemerahan di sana. 


"Aduh, sayang. Nanti baju aku kusut, jangan sekarang.." bujuk Meysa sambil mendorong-dorong dada bidang Andy dari atas tubuh nya. 


"Aku tidak peduli, sayang. Beri aku vitamin, oke?"


"Baiklah, satu kali saja. Bagaimana?"


"Iya, sayang." Jawab Andy sambil tersenyum, dia pun mulai menyerang Meysa dengan bibir nya di titik-titik sensitif nya, hingga membuat Meysa tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah, dia membiarkan saja sang kekasih berbuat apapun yang dia inginkan.


Meysa tak berhenti mendesaah, menjerit keenakan di buat oleh Andy. Mereka melakukan itu di sofa, karena ruangan ini tidak memiliki kamar seperti ruangan Darren. 


"Faster Daddyh.."


"Sesuai permintaan mu, sayang!" Jawab Andy, dia pun mempercepat gerakan maju mundur nya dan akhirnya dia mendesaah kuat saat berhasil mendapatkan klimaaks nya. 


"Aaaahhh.."


"Enak, sayang?" Tanya Andy sambil tersenyum kecil. Meysa hanya membalas nya dengan anggukan. Andy kembali melanjutkan permainan nya karena dia belum mendapatkan pelepasan nya sama sekali. 


Satu jam kemudian, Andy pun mendapatkan pelepasan nya yang pertama. Dia mengerang nikmat dan setelah melepaskan benih-benih nya di dalam rahim sang kekasih, pria itu pun melepaskan penyatuan nya dan memeluk Meysa yang berada di pangkuan nya. 


"Terimakasih, kamu membuat aku bersemangat."


"Hmm, aku lapar sekarang. Lemas sekali."

__ADS_1


"Baiklah, kita ke kamar mandi dulu, sayang." Ajak Andy, Meysa pun mengangguk dan Pria itu langsung membawa sang kekasih ke kamar mandi dengan cara menggendong nya ala bayi koala. 


Kedua nya pun mandi bersama, lalu keluar dengan rambut yang basah sehabis keramas. Setelah nya, kedua nya bersiap untuk makan siang bersama. 


"Mau Boba rasa matcha." Ucap Meysa sambil tersenyum kecil.


"Baiklah, aku akan menelpon office boy untuk membelikan minuman itu." Jawab Andy, dia pun mengambil ponsel dan menghubungi salah satu office boy untuk membelikan Boba matcha untuk Meysa. 


"Ayo makan, aku sangat lapar sekarang." Ucap Meysa, dia pun membuka kotak makan nya dan makan dengan lahap. Begitu juga dengan Andy, bisa di bilang sedikit terlambat untuk makan siang karena sudah terlewat beberapa jam karena Andy yang malah meminta jatah vitamin harian nya.


Sekitar sepuluh menit kemudian, pintu ruangan di ketuk lirih dari luar. Andy meminta nya masuk dan tak lama seorang office boy masuk dengan membawa Boba kesukaan Meysa. 


"Ini Boba pesanan anda, Tuan."


"Ya, terimakasih. Ini uang nya." 


"Boba nya hanya 25 ribu saja, Tuan."


"Sisa nya untuk mu saja." Jawab Andy dengan wajah datar nya, bahkan tanpa melihat wajah orang yang mengantarkan Boba itu. 


"Terimakasih, Tuan. Kalau begitu saya permisi dulu."


"Ya." Jawab nya singkat, Meysa terkekeh pelan. Dia melihat jelas perbedaan Andy ketika berada di rumah dan berada di perusahaan. Mode kekasih dan mode kerja alias mode atasan. 


"Enak banget Boba nya, terimakasih."


"Sama-sama, sayangku." Jawab Andy, dia mengecup pipi kanan Meysa dengan mesra dan kedua nya pun kembali melanjutkan makan mereka dengan lahap. 


"Yang, setelah selesai makan aku mau pulang ya, gapapa?"


"Kenapa? Nanti saja sore bersama ku, aku ingin kerja dengan di temani oleh mu." Jawab Andy.


"Hmm, yasudahlah kalau begitu, sayang." Akhirnya, Meysa pun menemani Andy untuk bekerja hari itu. Meskipun bosan, tapi dia bisa menunggu sambil menonton drama Korea kesukaan nya yang episode tayang hari ini.


Sore hari nya, Andy pun bisa pulang lebih awal karena kedatangan sang kekasih ke kantor itu membuat dirinya jauh lebih bersemangat dalam bekerja, apalagi setelah vitamin yang di berikan oleh Meysa membuat nya jauh lebih bersemangat. Akhirnya, Meysa dan Andy pun pulang dengan tangan yang saling bertautan mesra. 


"Selamat sore, Tuan.." Sapa resepsionis tadi dengan ramah, namun hanya di balas dengan delikan tajam yang di layangkan oleh mata tajam pria berwajah tampan itu. 


"Ckk, menyebalkan!" Pria itu malah berdecak, berbeda dengan Meysa yang tersenyum manis, membalas senyuman resepsionis perempuan yang tadi dia temui di depan. 


"Ayo pulang, sayang." Ajak Andy, kedua nya pun pulang. 


"Iya, sayang." Jawab Meysa. Kedua nya pun pergi meninggalkan kawasan perkantoran dengan mengendarai mobil milik Andy. Mobil ini adalah hasil menabung nya selama satu tahun bekerja di perusahaan milik Darren. Tapi sekarang, tabungan juga sudah menumpuk lagi tapi, sekarang tabungan nya itu untuk biaya nya menikahi Meysa. 


Keesokan pagi nya, Darren sudah bersiap dengan setelan jas hitam nya, dia berjalan dengan tegap dan wajah datar nya seperti biasa. Tatapan lurus ke depan, namun sekarang wajah nya terlihat jauh lebih cerah, mungkin karena sudah menikah ya. 


Di belakang nya, ada Andy dengan wajah berbinar nya juga. Dia senang karena tadi pagi mendapatkan telepon dari Darren untuk menjemput nya ke rumah karena dia malas untuk menyetir sendiri. Artinya, dia bisa bekerja lebih tenang karena di bantu oleh Darren sekarang. 


"Hey kau.."


"I-iya, Tuan. Ada apa?"


"Lain kali, kalau kekasih ku datang kau tidak perlu menanyakan apa dia sudah punya janji temu dengan ku atau belum."


"Baik, Tuan. Maaf untuk kemarin, karena saya tidak tahu kalau Nona cantik yang kemarin adalah kekasih anda. Sekali lagi, maafkan saya."


"Hmmm, tak apa-apa. Jangan di ulangi, kalau kau mengulangi nya, aku tak segan-segan untuk memukul mu." Ancam Andy, lalu pergi dengan langkah lebar nya menyusul Darren yang sudah menunggu di depan lift.


.....


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2