
Setelah hampir satu jam mengemudi, akhirnya Darren sampai di perusahaan miliknya. Pria itu memarkir kendaraan nya di parkiran khusus petinggi perusahaan. Melihat hal itu, hati Sherena berdebar lagi bahkan semakin tak karuan. Bahkan rasa nya, perut nya saat ini mulas saking gugup nya.
Darren turun lebih dulu, dia pun membukakan pintu untuk sang gadis, dia mengulurkan tangan nya. Sherena mendongak menatap wajah sang kekasih yang berbinar cerah, dia tersenyum lalu menganggukan kepala nya. Mengisyaratkan kalau semua nya akan baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Sherena menghela nafas nya, lalu menghembuskan nya dengan sedikit kasar.
'Ayo Sherena, Lo pasti bisa!' Batin Sherena. Dia pun menerima uluran tangan sang kekasih, kedua nya berjalan dengan Sherena yang menggandeng mesra tangan Darren.
Di lobi, sudah berjejer hampir semua staff yang bekerja di perusahaan nya itu. Mereka berbaris rapih dan ini adalah pekerjaan Andy, dia sudah memberi tahu semua staff untuk berkumpul karena ada hal penting yang akan Darren beritahukan.
"Selamat pagi semua nya.." Sapa Darren, dia berdiri tegap di samping Sherena yang tengah mendongak menatap wajah tampan nya.
Semua staff wanita mulai berjalan kusuk saat melihat gadis yang berdiri anggun di samping Darren. Di lihat dari segi mana pun, mereka terlihat benar-benar serasi dan mereka yakin kalau gadis itu pasti bukan orang sembarangan, terlihat jelas dari tangan gadis itu yang menggandeng mesra lengan Darren.
"Pagi, Pak.." Jawab mereka serempak.
"Ya, seperti yang mungkin sudah di beritahukan oleh asisten saya, Andy. Hari ini, saya ingin memperkenalkan seseorang yang sangat berharga bagi saya."
"Sherena Maulidya, dia adalah kekasih sekaligus calon istri saya. Jadi, setelah ini saya harap tidak ada lagi yang bertanya-tanya kenapa saya tidak segera menikah. Kami akan melangsungkan pernikahan secepat nya setelah Sherena lulus sekolah." Jelas Darren.
__ADS_1
"Calon istri saya masih bersekolah dan akan lulus dalam beberapa hari lagi, jadi saya harap kalian bisa ikut mendoakan yang terbaik untuk saya dan Sherena ke depan nya. Terimakasih."
"Itu saja yang ingin saya sampaikan, bubar dan silahkan kembali bekerja." Ucap Darren, membuat Sherena tersenyum ramah. Dia mendongak menatap wajah tampan sang kekasih, begitu juga Darren. Tanpa malu sedikit pun, dia mengecup kening Sherena dengan mesra lalu mengacak-acak rambut gadis itu dengan gemas.
"Kita ke ruangan ku saja ya?" Ajak Darren, Sherena mengangguk. Kedua nya pun berjalan dengan tangan yang saling bertaut mesra, sedari tadi tangan mereka tidak terlepas sama sekali.
Sherena dan Darren pun masuk ke dalam ruangan, di luar ada Sarah yang menatap punggung tegap Darren dengan sorot penuh kebencian. Jujur saja, sampai saat ini dia masih belum bisa menerima kalau Darren malah jatuh cinta pada gadis lain, padahal selama ini dia lah yang selalu berada di dekat Darren tapi seolah pria itu tidak menganggap kehadiran nya.
"Kenapa seperti ini jadi nya? Aku takkan membiarkan kalian bahagia, lihat saja nanti. Aku pastikan, gadis mu itu akan menderita dan akhirnya aku akan bisa memiliki mu." Gumam Sarah, dia mengepalkan kedua tangan nya.
Sedangkan di dalam ruangan, pasangan itu sedang mesra-mesraan di sofa, Darren sedang bekerja dengan laptop nya dan Sherena sedang merebahkan kepala nya di pangkuan Darren. Sesekali dia akan menggoda sang pria yang tengah fokus bekerja itu.
"Sayang.."
"Sabar ya, sebentar lagi ini kerjaan nya selesai." Jawab Darren, sambil mengusap-usap puncak kepala Sherena dengan mesra.
"Hmmm, baiklah." Jawab Sherena, dia pun memilih menduselkan wajah nya di perut kotak-kotak sang kekasih, dia mengendus aroma yang menyegarkan dari tubuh Darren. Sungguh, aroma Darren benar-benar menenangkan. Dia takkan bosan meskipun harus mencium aroma pria itu selama 24 jam.
Tok.. tok.. tok…
__ADS_1
"Masuk!" Jawab Darren, tak lama kemudian pintu itu terbuka dan memperlihatkan Sarah yang berdiri mematung, dia benar-benar terbakar saat melihat Sherena yang sedang bermanja dengan Darren dan pria itu terlihat sama sekali tidak keberatan dengan apa yang di lakukan oleh Sherena.
"Ada apa?" Tanya Darren.
"Berkas pengajuan kerja sama dengan briliant group." Jelas Sarah, dia berjalan mendekat lalu menyimpan sebuah berkas di atas meja.
"Sayang.."
"Iya, kenapa?" Tanya Sherena.
"Minggir dulu sebentar, ini susah ngambil nya."
"Ohhh, oke." Sherena pun bangkit dari rebahan nya. Gantian, kini dia gelendotan manja di punggung Darren, membuat pria itu bergerak-gerak karena kegelian. Dia jadi tidak fokus meneliti setiap kata yang ada di berkas itu.
"Sayang, diem dulu ya? Nanti manja-manjaan lagi, ini aku mau meriksa berkas nya dulu. Sebentar saja ya?"
"Ohh, oke sayang. Janji tapi ya?" Darren terkekeh, lalu dia mencium singkat bibir Sherena tanpa ragu, padahal disini masih ada Sarah yang mengepalkan kedua tangan nya, wanita itu kebakaran jenggot melihat kemesraan yang di perlihatkan oleh pasangan di depan nya ini.
Sherena tersenyum kecil sambil menatap wajah Sarah, tepatnya bukan senyuman kecil, tapi senyuman mengejek. Seolah dia meledek Sarah dengan mengatakan kalau dia yang berhasil memenangkan Darren. Sarah memalingkan wajah nya, enggan menatap wajah Sherena, tapi justru itu membuat gadis itu yakin kalau dia tengah menahan amaran karena cemburu.
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻🌻