Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 146 - The Final Chapter


__ADS_3

Beberapa tahun berlalu.. 


Seorang anak kecil tengah berlarian di sebuah taman, bocah laki-laki itu terlihat tertawa bahagia bermain bersama kedua orang tua nya. Dia terlihat sangat bahagia saat bermain kejar-kejaran bersama sang ayah.


"Sayang, jangan lari-larian terus. Nanti jatuh." Ucap Sherena. Ya, keluarga kecil yang tengah berada di taman itu adalah Sherena, Darren dan juga Harsya. Putra kecil mereka yang kini tumbuh menjadi anak yang sangat tampan. 


"Mama, Papa ngejal Asya telus." Ucap Harsya dengan suara cadel nya. Lucu sekali, terlebih dengan wajah tampan nya. 


"Mas, udah dong. Liat tuh wajah anak kamu sampai merah gitu." 


"Hehe, habis nya anak kamu gemesin banget." Jawab Darren sambil duduk di samping sang istri. Harsya langsung duduk di pangkuan sang ibu. Dia bermanja-manja di pangkuan Sherena. Saat ini, usia Harsya sudah menginjak usia empat tahun. 


"Hahaha, Mama geli.." Harsya tertawa karena Darren menggelitik perut nya.


"Mas ihh, jangan gitu." 


"Maaf, sayang." Jawab Darren. Dia pun memilih untuk menyandarkan kepala nya di pundak sang suami, pria itu menatap lurus ke depan yang menyajikan pemandangan yang indah berupa danau dengan hamparan bunga dan rumput yang menambah keindahan danau ini. 


Darren mengajak sang istri untuk piknik sekalian jalan-jalan mengajak sang buah hati untuk bermain dan ternyata dia sangat menyukai bermain di alam bebas. 


"Sayang.." panggil Darren. Sherena menoleh, dia tersenyum sambil menatap wajah tampan sang suami. Sudah bertahun-tahun lama nya, namun ketampanan yang di miliki oleh Darren masih sama. Bahkan sekarang, vibes nya terlihat seperti hot Daddy. 


Wajah nya semakin tampan seiring dengan usia nya yang semakin matang. Sherena di buat jatuh cinta berkali-kali oleh sosok suami nya. Dia sungguh bahagia karena bisa bersanding dengan Darren, cinta pertama dan terakhir nya. Semoga saja begitu. 


"Iya, kenapa Mas?" Tanya Sherena.

__ADS_1


"Mas gak nyangka, ternyata usia pernikahan kita sudah hampir lima tahun ya." Lirih Darren sambil tersenyum, begitu juga dengan Darren yang melemparkan senyuman manis ke arah suami nya. 


"Hahaha, iya. Bahkan sekarang usia Harsya sudah empat tahun lebih." Jawab Sherena. Dia sedang memberi Harsya susu, tak lama kemudian anak laki-laki itu tertidur lelap di pangkuan nya. Mungkin dia lelah setelah bermain dengan Darren. 


"Iya, padahal dulu Mas jutek plus gak suka banget sama gadis yang lebih muda."


"Sebel deh kalo inget itu, udah jutek, judes, nyebelin lagi. Untung aja ganteng, kalo enggak udah aku tendang kamu, Mas." Jawab Sherena ketus membuat Darren tertawa. 


"Gimana kabar temen-temen kamu ya sekarang, sayang?" Tanya Darren. Sherena mendongakan kepala nya menatap langit yang terlihat sangat cerah di siang hari ini. 


"Mereka sudah bahagia dengan kehidupan mereka masing-masing, Mas." Jawab Sherena sambil tersenyum. 


Ya, Sherena dan ketiga teman nya berpisah. Mau tidak mau, mereka harus menjalani hidup masing-masing bersama pendamping. Sudah tiga tahunan ini, Sherena tidak lagi bertemu ataupun berkumpul dengan ketiga teman nya. 


Andy dan Meysa tengah berada di luar negeri saat ini karena urusan keluarga, sudah satu tahunan ini mereka disana, mengurus orang tua Andy yang sakit-sakitan. Namun, Darren tidak memecat Andy. Jika dia pulang, silahkan datang dan Darren akan menerima Andy kembali sebagai tangan kanan nya, saat ini pria itu merekrut asisten yang baru untuk menggantikan posisi Andy. Meysa juga sudah melahirkan bayi perempuan nya, di namai Arsyana. 


Marvin dan Arina? Mereka juga harus pergi ke luar negeri karena ayah Marvin yang sakit dan harus di tangani lebih lanjut. Marvin berpikir, keadaan sang ayah akan semakin membaik jika berobat di luar negeri. Arina juga memiliki seorang putra yang di beri nama Gavin. 


Jadi, mereka sudah berpencar sekarang dan hidup damai dengan kehidupan masing-masing. Rindu? Jelas saja, Sherena terbiasa untuk bertemu dan berkumpul dengan teman-teman nya. Namun, sekarang tidak bisa lagi. 


Terkadang, ada perasaan ingin berkumpul seperti dulu, tapi nyatanya tidak bisa karena mereka harus mengikuti suami dan juga keluarga mereka yang tinggal berjauhan. Sherena tidak bisa egois meskipun dia sangat ingin bertindak seperti itu.


"Bersabarlah, sayang. Suatu saat nanti, kalian pasti akan berkumpul lagi."


"Iya, Mas. Tak selama nya mereka akan tinggal di negara orang."

__ADS_1


"Iya, sayang. Nikmati hidup mu dan jangan membebani diri sendiri, ingat kamu sedang mengandung sekarang." Ucap Darren. 


"Hahaha, iya Mas." Jawab Sherena. Ya, sekarang dia tengah hamil anak kedua nya bersama Darren. Saat ini, Sherena tengah hamil tujuh bulan. Mereka sepakat untuk membuat Harsya punya adik dalam waktu yang tidak terlalu jauh. 


Bahagia? Tentu, kehidupan Darren sudah sangat bahagia bahkan nyaris sempurna. Dia memiliki istri yang cantik dan baik. Kebahagiaan nya menjadi semakin sempurna ketika Tuhan memberikan buah hati untuk melengkapi kehidupan rumah tangga mereka dan dalam waktu yang sedikit berdekatan, sekarang Sherena kembali mengandung anak kedua. 


Darren mengusap perut Sherena dengan lembut, lalu menundukan kepala nya dan mengecup lembut perut Sherena. 


"Papa sangat menunggu kehadiran kamu, sayang."


"Iya, papa. Hanya dua bulan lagi kok, Pa." Jawab Sherena sambil tersenyum dan mengusap kepala suaminya.


Darren mendongakan kepala nya, lalu mengecup mesra kening Sherena dan tersenyum manis.


"Terimakasih sudah memilih aku menjadi suami mu, sayang. Aku sangat mencintaimu, terimakasih sudah mengandung anak ku, terimakasih sudah merawat nya hingga tumbuh seperti saat ini. Terimakasih juga karena kamu telah menyempurnakan hidup Mas, sayang." Sherena menganggukan kepala nya lalu tersenyum. 


"Aku juga sangat mencintaimu, Mas. Terimakasih karena tidak risih saat aku mengejar kamu, Mas. Kalau saja hari itu aku menyerah, mungkin hidup kita takkan sebahagia ini, Mas."


"Iya, sayang." Jawab Darren, dia merangkul sang istri sambil menatap pemandangan yang indah di depan mata mereka. 


'The final chapter, aku sangat bahagia karena pada akhirnya aku bisa move on dari semua kepahitan hidup yang sudah aku rasakan. Gadis yang aku sangka akan sangat mengganggu itu kini menjadi satu-satunya wanita yang sangat aku cintai.'


.......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2