
Hari itu, Darren dan Sherena tidak pergi kemana-mana. Mereka menghabiskan waktu berdua hanya di rumah saja, bermanja-manja. Jika biasa nya Darren yang akan bermanja pada Sherena, sekarang gantian, Sherena yang bermanja pada Darren.
Sekarang, pria itu sedang memijit punggung Sherena, gadis itu mengeluh punggung nya terasa sakit dan pegal, terutama di bagian pinggang nya.
"Sayang.."
"Iya, kenapa?" Tanya Sherena.
"Bagian mana lagi yang sakit?"
"Disini, sayang." Jawab Sherena sambil menunjuk pergelangan tangan nya. Darren pun memijit tangan Sherena dengan lembut dan perlahan. Gadis itu menikmati pijatan Darren yang membuat nya merasa nyaman, jujur saja sekarang dia malah mengantuk.
"Ngantuk.."
"Bobok aja, sayang." Jawab Darren santai, Sherena yang memang sudah sangat mengantuk, dia pun memilih memejamkan mata nya dan tertidur. Semalam, dia tidur larut malam karena bermain dengan Darren semalaman, dia juga kelelahan. Jadi ada wajar nya kalau dia merasa ngantuk sekarang.
"Eehh, beneran tidur ya?" Tanya Darren, dia melambaikan tangan nya di depan wajah Sherena dan gadis itu tidak bergerak atau terganggu sama sekali, artinya gadis itu memang sudah tidur sekarang ini.
"Hmmm, seperti nya gadis cantik ku ini sangat kelelahan ya." Gumam Darren sambil mengusap-usap lembut permukaan kulit gadis itu. Darren tersenyum kecil, dia bahagia memiliki Sherena. Apalagi setelah malam itu dia mendapatkan hal yang paling berharga dari Sherena.
__ADS_1
Darren membenarkan posisi tidur Sherena, lalu menarik selimut dan menyelimuti tubuh Sherena hingga ke leher nya. Sekarang ini mereka sedang berada di ruang tamu sambil melihat televisi. Mereka bersantai di sofa bed, cukup lebar dan nyaman untuk di pakai bersandar bahkan untuk bermain kuda-kudaan pun disini sangat bisa.
Darren terus mengusap-usap wajah cantik gadis itu, pria itu memilih untuk melihat langsung siaran sepak bola agar dia tidak mengantuk, karena ini belum waktu nya untuk tidur siang. Tapi untuk Sherena saat ini, dia sangat memaklumi karena gadis itu tidur larut malam, plus kelelahan juga karena ulah nya semalam.
"Nyenyak amat ini bocil tidur." Ucap Darren sambil terkekeh pelan.
"Enak aja bocil, aku bukan bocil ya!"
"Eehh, kok udah bangun sih, yang?" Tanya Darren sambil terkekeh.
"Mau peluk." Jawab Sherena. Darren pun menggelengkan kepala nya dengan perlahan. Ada-ada saja memang gadis cantik nya yang satu ini. Dia terbangun hanya karena ini di peluk.
"Kemarilah, sayang." Sherena beringsut mendekat ke pelukan Darren. Pria itu pun menyambut kedatangan gadis itu dan mendekap nya dengan erat. Darren mengusap-usap punggung Sherena hingga akhirnya gadis itu kembali tertidur.
Darren juga merasa ngantuk, akhirnya dia pun tertidur juga sambil memeluk tubuh gadis nya. Tadi nya, dia tidak ingin tidur karena memang belum waktu nya. Tapi tetap saja kalau sudah nempel ke atas bantal, akhirnya dia mengantuk dan tertidur sambil memeluk Sherena.
Siang hari nya, Darren terbangun. Kini gantian dia yang kelaparan karena tadi pagi dia hanya memakai dua lembar roti tawar dengan selai coklat, mana cukup. Tapi mau protes pun dia khawatir kalau itu akan menyinggung perasaan gadis cantik nya, jadi dia hanya menahan nya saja.
Dengan perlahan, Darren melepaskan tangan Sherena yang melingkar di pinggang nya tanpa membuat gadis itu terbangun. Setelah berhasil, Darren pun langsung pergi ke dapur. Pria itu membuka kulkas dan melihat-lihat kira nya dia akan memasak apa untuk menu makan siang nya bersama Sherena.
__ADS_1
"Masak apa yaa? Gak mungkin kalau masak spaghetti lagi ya.." gumam Darren, dia mengubek-ubek isi kulkas nya dan menemukan ikan gurame yang sudah di marinasi dengan bumbu kuning. Darren pun memilih untuk menggoreng nya saja, lalu akan menumis buncis sebagai tambahan nya, lalu nyambel tomat. Sudah, itu saja cukup.
"Sayang.." panggil Sherena, membuat Darren langsung menjawab dari dapur.
"Iya, sayang. Di dapur.."
"Lagi ngapain sih?" Tanya Sherena, gantian. Kini dia yang memeluk tubuh besar Darren dari belakang.
"Masak buat makan siang."
"Menu nya apa, sayang?" Tanya Sherena lirih.
"Ikan gurame goreng, sambel tomat sama tumis buncis, sayang ku."
"Wah, kedengaran nya enak deh itu. Biar aku yang numis buncis nya ya? Kita bagi-bagi tugas." Jawab Sherena. Darren pun mengangguk. Dia memberikan buncis yang sudah di potong-potong pada Sherena. Gadis itu pun mulai memasak sayuran itu di samping Darren, mereka memasak berdampingan. Sesekali, Darren melirik gadis nya yang sedang sibuk memasak dengan senyum kecil nya. Sungguh, suasana ini sangat menyenangkan bagi nya.
.....
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1