Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 117 - Our Wedding Sherena & Darren


__ADS_3

Pria tampan itu berdiri tegap, dia terlihat sangat gagah dengan jas hitam membalut tubuh nya, dia tersenyum saat melihat pintu terbuka dan Sherena berjalan perlahan keluar dari pintu itu. Di depan nya ada April yang membawa nampan berisi cincin. Sedangkan Sherena di gandeng oleh Arya, Meysa dan Arina yang bertugas untuk memegangi ekor gaun yang menjuntai. 


Ketiga teman Sherena juga tak kalah cantik dari pengantin, mereka terlihat sama-sama cantik. Bahkan masing-masing kekasih mereka langsung menganga begitu melihat penampilan para gadis itu.


"Perfect.." Gumam Darren sambil tersenyum, mata nya terus menyoroti ke arah Sherena yang berjalan anggun dengan dress berwarna putih yang membalut tubuh seksii nya. 


"Aku tahu calon istri mu cantik, tapi jangan bengong seperti itu, Tuan." Bisik Andy. Dia menjadi pendamping pengantin pria, karena Darren yang sudah tidak memiliki orang tua, jadi Andy yang mendampingi nya di hari yang paling bersejarah dalam hidup Darren. Meskipun ini untuk yang kedua kali nya, tapi tidak apa-apa semoga ini yang terakhir. 


"Diam, kau mau aku pukul atau mau ku gagalkan rencana mu itu hmm?" Tanya Darren membuat Andy cengengesan, lalu memilih untuk mundur dan diam seketika. Dia tak mau rencana yang sudah dia susun sematang mungkin gagal berantakan hanya karena dia yang bawel banyak omong.


Sherena berdiri di hadapan Darren, kedua nya saling melempar senyuman manis, meskipun terhalang kain tipis yang menutupi wajah nya, tapi Darren tahu kalau calon istri nya tengah tersenyum saat ini. 


Arya melepaskan tangan putri nya dari lengan besar nya, dia menyatukan tangan Sherena dan Darren. Dia menatap wajah calon menantu nya dengan serius. 


"Mulai saat ini, aku menyerahkan tanggung jawab putri ku padamu, jaga dia dengan baik, sayangi dan cintai dia, limpahi dia dengan kasih sayang. Jika kau menyakiti nya, aku akan membawa nya pulang."


"Jika suatu saat nanti, kau sudah bosan dengan putriku, pulangkan dia padaku secara baik-baik, seperti saat kau meminta nya sekarang. Aku akan kembali mengambil tanggung jawab untuk menjaga nya."


"Aku akan menjaga Sherena, istri dan ibu dari anak-anak ku kelak. Aku akan mencintai nya dengan tulus, menyayangi nya, Pa." Jawab Darren, kedua mata Sherena berkaca-kaca. Sungguh, ucapan sang ayah membuat hati nya terasa nyeri. 


Dia juga merasa kalau dia sudah banyak mengecewakan kedua orang tua nya, termasuk saat ini. Dia menikah dalam kondisi berbadan dua, meskipun hal semacam ini sudah lumrah terjadi di negara ini, tapi tetap saja dia merasa sudah merusak kepercayaan Ayah dan ibu nya. 


"Terimakasih, aku akan memegang ucapan mu." Jawab Arya. Dia pun pergi dari hadapan kedua nya dan memutuskan untuk duduk di samping sang istri, Arumi. Wanita paruh baya itu, terlihat meneteskan air mata nya, tapi langsung dia usap dengan tissu yang di ulurkan oleh Meysa. Kebetulan, gadis itu duduk di samping Arumi. Berdampingan dengan Andy yang juga terlihat menyunggingkan senyuman manis nya, dia bahagia hari ini. 


Dia turut berbahagia karena akhirnya Darren selaku atasan nya itu mengakhiri masa lajang nya dengan menikahi sang pujaan hati yang tak lain adalah tetangga nya sendiri. Dia sudah lama bekerja bersama Darren, sedari pria itu merintis bisnis nya dari awal karena itu dia tahu bagaimana Darren dan rasa sakit nya karena di campakkan begitu saja oleh mantan istri nya. 


"Mama, jangan nangis dong."


"Enggak, emang siapa yang nangis? Papa tuh yang nangis." Jawab Arumi. Padahal, kedua nya sama-sama menangis. 


Darren dan Sherena berjalan dengan bergandengan tangan, kedua nya berjalan menuju altar yang disana sudah ada pemuka agama yang berdiri menyambut mereka. 


Kedua mempelai berdiri dengan saling berhadapan, kedua nya kembali melempar senyuman manis mereka. 

__ADS_1


"Darren Wisnu Abiana, mau kah kau menerima Sherena Ayudia sebagai istri dan ibu dari anak-anak mu kelak? Mencintai nya dengan separuh jiwa mu, melimpahi nya dengan kasih sayang, mendampingi nya dalam keadaan suka maupun duka?"


"Saya Darren Wisnu Abiana menerima Sherena Ayudia sebagai istri dan ibu dari anak-anak saya kelak, mencintai nya dengan separuh jiwa saya, melimpahi nya dengan banyak kasih sayang yang bahkan membuat nya tenggelam di dalam nya. Saya akan mendampingi nya keadaan suka maupun duka." Jawab Darren dengan lantang dan tegas. Tak ada keraguan sedikit pun karena Darren sudah benar-benar yakin dengan Sherena. 


Sherena juga mengucap janji suci yang sama dengan Darren, dia juga mengatakan hal itu dengan tegas dan lantang, tak ada sedikit pun keraguan dalam suara atau sorot mata nya. 


"Dengan ini, kalian resmi menjadi pasangan suami istri yang sah." 


Kedua nya pun memasang cincin di jari manis dan berciuman, suara tepukan riuh di gedung itu mewarnai sesi ini. Hari ini, di jam ini, detik ini kedua nya resmi menjadi pasangan suami istri yang sah di mata hukum dan negara. 


Darren menggandeng tangan Sherena dengan mesra. Kedua nya terlihat sangat serasi saat bersanding di atas altar. Setelah selesai mengucap janji, kedua nya pun pergi dengan menaiki mobil dari tempat ini. Karena disini hanya untuk mengucap janji dan pesta nya akan di lakukan di pantai dengan tema outdoor sesuai dengan permintaan Sherena.


Iring-iringan pengantin itu pun sampai di pantai yang menjadi tempat yang cukup berkesan bagi pasangan itu. Ini adalah tempat dimana pertama kali mereka datangi, sebelum hubungan mereka di resmikan pun, mereka pergi ke tempat ini. 


Pantai ini yang menjadi saksi bisu bagaimana Sherena dan Darren awalnya mulai dekat lalu sepulang dari pantai ini, Darren memutuskan untuk menerima perasaan Sherena dan dia mencoba untuk membuka hati nya untuk gadis itu. Sekarang, mereka sudah menikah. Resmi menjadi pasangan suami istri dan beberapa bulan lagi, kedua nya akan berganti status menjadi orang tua dari janin yang bertumbuh di perut Sherena sekarang ini.


Mereka pun merayakan pesta di tempat yang sudah di sulap seindah mungkin, Sherena saja bahkan tidak menyangka kalau tempat ini akan di hias seindah ini. Sungguh demi apapun, dia sangat bahagia. 


"Pernikahan impian mu terwujud, sayang.." Bisik Darren membuat Sherena menatap wajah sang suami dengan sendu, kedua mata nya berkaca-kaca lalu perlahan dia menganggukan kepala nya. 


"Tentu, aku pasti akan mewujudkan apapun keinginan mu, apapun itu. Aku mencintai mu dan selama nya akan tetap seperti itu." Jawab Darren, membuat Sherena terharu dan menangis. Darren meraih sang istri ke dalam pelukan nya. Dia mengecup kepala Sherena beberapa kali dengan mesra, membuat para tamu memusatkan perhatian mereka pada pasangan suami istri yang baru saja resmi itu. 


"Jangan menangis, sayang. Aku tak suka melihat mu menangis, kamu harus selalu tersenyum saat bersama ku. Kamu gak mau kan kalau Papa kamu ngambil kamu dari aku?" Tanya Darren. Sherena menggelengkan kepala nya, sebisa mungkin dia ingin terus berada di samping Darren. Mendampingi pria itu di saat apapun, senang maupun susah. Seperti janji yang mereka ucapkan di depan banyak orang tadi. 


"Aku ingin selalu bersama mu, mendukung mu di setiap langkah mu."


"Dampingi aku, sayang." Jawab Darren sambil tersenyum, Sherena menganggukan kepala nya. Permintaan yang akan dia tepati, dia akan mendampingi suami nya di saat apapun. Jika bisa, dia ingin meminta pada Tuhan kalau pernikahan ini adalah pertama dan terakhir untuk nya. 


"Aku memang bukan yang pertama, tapi aku adalah yang terakhir. Benar?"


"Benar, kamu adalah pelabuhan terakhir bagiku." Jawab Darren, kedua nya pun kembali berpelukan dengan mesra. Membuat semua orang yang ada disana merasa baper saat melihat kemesraan yang di perlihatkan oleh kedua insan itu. 


Sherena dan Darren pun kembali ke acara, hingga di acara melempar bunga Sherena di bisiki oleh sang suami tentang rencana seseorang.

__ADS_1


"Benarkah itu, sayang? Aaa, aku senang. Akhirnya." Ucap Sherena dengan antusias, entahlah rencana apa yang di siapkan oleh seseorang itu. Yang pasti, mungkin saja ini adalah hal yang membawa kebahagiaan karena ekspresi Sherena yang terlihat natural dan tidak di buat-buat. 


"Iya, sayang. Makanya kamu lakuin itu, ya?"


"Pasti dong, aku akan ikut berpartisipasi dalam rencana, karena ini juga tentang sahabat aku." Jawab Sherena sambil tersenyum manis. Sahabat yang mana? Lihat saja nanti. 


"Baiklah, terimakasih istriku."


"Sama-sama, pak suami." Jawab Sherena. Acara pun di mulai, semua orang berkumpul di dekat pelaminan. Terutama orang-orang yang masih lajang, termasuk ketiga sahabat Sherena beserta laki-laki nya. Mereka berdiri tepat di depan pelaminan nya antusias. 


MC yang memandu acara pesta pernikahan itu pun memberikan petunjuk agar Sherena melempar bunga nya. Pada saat hitungan ketiga, Sherena bersiap untuk melemparkan buket bunga yang dia pegang. Mitos nya, orang yang mendapatkan buket bunga itu akan segera menyusul katanya. 


Hitungan ketiga, semua orang sudah bersiap untuk menangkap buket bunga mawar putih itu termasuk ketiga sahabat nya, tapi Sherena tidak melempar buket bunga nya. Perempuan cantik itu tersenyum manis, membuat semua orang yang ada disana kebingungan, kenapa sang mempelai tidak melempar bunga nya? 


Justru, dia malah terlihat turun dari pelaminan dan berjalan dengan perlahan menuju ke arah teman-teman nya. Perempuan itu mengulurkan buket bunga berwarna putih ke arah Meysa yang terlihat terkejut bukan main. 


"Untuk sahabat ku, selamat.." Ucap Sherena sambil tersenyum kecil. Tapi, Meysa belum mau menerima buket bunga dari sahabat nya itu. 


"A-aku?" Tanya nya sambil menunjuk diri nya sendiri. Sherena mengambil tangan Meysa dan memaksa gadis itu untuk menggenggam buket bunga yang dia berikan. 


"Berbaliklah, Mey.." Pinta Sherena, dengan polos nya Meysa menurut dan saat itu juga dia menutup mulut nya dengan tangan saat melihat Andy sudah duduk berlutut di depan nya, dengan sebuah cincin di tangan nya. 


"Sa-yang.." gadis itu tak mampu berkata-kata, dia menahan air mata nya dengan mendongakan kepala dan mengedip-ngedipkan nya beberapa kali, tapi tetap saja air mata nya itu menetes.


"Meysa, aku tahu kalau aku bukan pria romantis seperti pria-pria lain nya. Tapi, aku adalah pria yang mencintai mu dengan serius. Aku harap, selama ini kamu juga memiliki perasaan yang sama dengan ku. Ada banyak kata yang ingin aku rangkai, tapi ternyata setelah acara nya semakin dekat aku gugup dan akhirnya melupakan semua nya, hehe." Andy cengengesan, dia benar-benar melupakan semua kata yang sudah dia rangkai jauh-jauh hari hanya karena merasa gugup. 


"Tapi inti nya, aku ingin melamar mu, menjadikan mu istri dan ibu dari anak-anak ku kelak. Aku akan menjaga mu dengan sepenuh hati, memberikan mu rasa cinta yang melimpah hingga kamu bisa berenang di dalam nya."


"So, Meysa Will you marry me?" Tanya Andy, dia menatap wajah cantik Meysa yang juga tengah menatap ke arah nya dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Dia mengusap air mata yang menganak sungai di bawah mata nya, sungguh dia tidak menyangka kalau Andy akan melakukan hal seromantis ini, meskipun dia mengatakan kalau dia bukan pria yang romantis, tapi hal ini bagi Meysa benar-benar manis.


"Sorry.."


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2