
"Kemarilah dan duduk disini, sayang." Ucap Darren sambil menepuk-nepuk paha nya, meminta Sherena untuk duduk di pangkuan nya. Gadis itu pun menurut, dia duduk menyamping di pangkuan Darren.
Jujur saja, Sherena merasa sangat nyaman jika sudah berada di dalam pangkuan pria ini. Tanpa di minta pun, Sherena langsung melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh Darren.
Darren menatap wajah cantik Sherena, lalu membelai nya dengan lembut. Pria itu memulai dengan mengendus aroma yang menguar dari leher Sherena, dia juga mencium dan menyesap nya hingga meninggalkan bekas kemerahan.
Ciuman Darren semakin turun, dia menciumi tulang selangka gadis itu, membuat Sherena memejamkan kedua mata nya, menikmati perlakuan hangat yang di lakukan oleh pria tampan itu.
"Enghh.." Sherena melenguuh pelan saat ciuman Darren sampai di dada nya yang sedikit terbuka.
Darren mendongak, dia pun menyusupkan satu tangan nya di tengkuk belakang Sherena dan bibir mereka pun bersentuhan. Darren mencium bibir gadis itu dengan brutal, dia sudah merasakan nafssu nya sudah berada di ubun-ubun.
Pria itu merebahkan tubuh Sherena di sofa dan sedikit menindih nya, dia menyibak tangtop yang di kenakan oleh Sherena dan meremaas buah kenyal milik gadis itu yang terlihat menggantung indah dan menantang untuk di mainkan.
"Ssshhh.." Sherena mendesis penuh kenikmatan saat Darren menyusu di dada nya, tangan Darren juga dengan lincah membuka kancing celana Sherena dan menyusupkan satu tangan nya ke dalam sana, menyentuh dan mengusap lembah yang terasa basah.
Tubuh Sherena menegang, sungguh demi apapun ini adalah pengalaman yang luar biasa bagi Sherena.
"Aaahhh.." Sherena mendesaah saat salah satu jari pria itu memainkan kacang kecil yang terjepit di antara irisan daging tanpa tulang itu.
Tanpa banyak bicara lagi, Darren pun menggendong Sherena ala koala ke kamar, dengan gagah pria itu membawa Sherena ke kamar dengan harus meniti satu persatu anak tangga penghubung kamar dan lantai bawah.
"Buka kan pintu nya, sayang." Ucap Darren dengan suara berat nya, Sherena mengangguk dan memutar handel pintu nya. Darren pun masuk dan menutup pintu nya menggunakan lutut.
Darren menurunkan Sherena di atas ranjang dengan perlahan. Dia mengusap wajah cantik sang gadis lalu mengecup kening nya dengan mesra.
"Buka, sayang."
__ADS_1
"Apa nya, sayang?" Tanya Sherena sambil mengernyitkan kening nya.
"Buka pakaian mu, sayang."
"H-harus ya?"
"Harus, sayang." Jawab Darren. Sherena pun bangkit dari tiduran nya, dia pun mulai melucuti pakaian nya sendiri hingga polos setengah nya.
Tanpa basa basi lagi, Darren langsung menerkam Sherena. Tapi pria itu masih mempertahankan pakaian nya.
"Aasshh, pelan-pelan, sayang. Sakit ini.."
"Aku gak kuat, sayang. Maaf kalau ini menyakiti mu."
"Tidak apa-apa, hanya saja aaahhh.." Sherena tak sanggup menyelesaikan perkataan nya, dia malah di buat mendesaah oleh Darren karena kepala nya tenggelam di bawah sana.
"Sudah, aku akan keluar lagi." Pinta Sherena, tapi Darren seolah tuli dan tak mendengarkan permintaan Sherena, dia sibuk bermain-main di bawah sana.
Darren kembali menindih tubuh sherena dan mencium bibir nya, Sherena menarik-narik kaos yang di kenakan oleh Darren. Pria itu bangkit dan membuka kaos nya, lalu melempar nya ke sembarang tempat.
Pria itu juga membuka ikat pinggang dan celana panjang nya, hanya meninggalkan celana boxer berwarna hitam yang dia kenakan. Sherena menutup mata nya, dia tidak siap melihat benda milik Darren. Tapi dia akan merasakan nya saja, tanpa harus melihat nya.
"Sayang, lihatlah dia sudah berdiri tegak." Ucap Darren.
"Tidak, aku tidak mau lihat." Jawab Sherena masih menutup mata nya.
"Jadi, mau di rasain aja?" Tanya Darren, Sherena menganggukan kepala nya. Darren pun mengangguk, dia meludahi senjata milik nya lalu dengan perlahan menggesek-gesekan miliknya di pintu masuk milik sang gadis.
__ADS_1
Dengan perlahan, Darren mendorong senjata milik nya. Tapi baru saja kepala nya yang masuk, Sherena sudah meringis kesakitan.
"Aawhhss.." Ringis gadis itu, membuat Darren tidak tega. Tapi dia harus menuntaskan apa yang dia mulai.
"Tahan ya, aku akan pelan-pelan, sayang."
"Hmmm, cepatlah. Ini sakit sekali, sayang." Jawab Sherena. Darren mengangguk, dia menundukkan kepala nya dan mencium bibir Sherena sebagai pengalihan rasa sakit dan akhirnya dia menekan senjata nya sekuat tenaga, hingga berhasil masuk sepenuh nya.
"Aaaaahhhh.." Sherena menjerit kesakitan, air mata nya menetes saking sakit nya. Darren datang dan mengecup kedua mata sang gadis.
"Maafkan aku.."
"Kamu bohong, katanya ini tidak sakit. Tapi ini sangat sakit." Ucap Sherena sambil menepuk dada bidang sang kekasih.
"Maafkan aku, tapi setelah ini aku janji. Ini akan nikmat, sayang."
"Tidak, aku ingin berhenti." Rengek Sherena sambil bergerak-gerak, membuat Darren mengeraang nikmat karena senjata nya terasa di pijat-pijat di dalam sana.
"Jangan egois, sayang. Kamu yang berjanji ya harus di tepati."
"Tapi aku tidak tahu kalau rasa nya sesakit ini."
"Baguslah, artinya kamu masih perawaan, sayang." Jawab Darren sambil tersenyum kecil, dia mengecup lembut kening sang gadis dan mulai menggerakkan pinggang nya secara perlahan. Membuat Sherena menggigit pundak Darren sekuat tenaga, membuat pria itu juga meringis kesakitan.
"Aasshh, sakit sayang.." Lirih Darren, tapi dia tidak marah. Karena dia tahu kalau yang di rasakan oleh Sherena jauh lebih menyakitkan.
Darren pun mulai bermain, dia bergerak dengan perlahan dan lama-lama semakin cepat, membuat Sherena mendesaah keenakan. Pria itu tersenyum, artinya gadis itu sudah benar-benar menikmati permainan nya bukan?
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻🌻