Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 79 - Menagih Janji


__ADS_3

Malam hari nya, Darren pun berpamitan untuk pulang. Meskipun orang tua Sherena meminta nya untuk menginap saja, tapi Darren bersikukuh untuk pulang. Dia takkan merasa tidak enak hati, terlebih sekarang dia dan Sherena belum menikah. 


'Sayang.." Panggil Darren. Sherena pun tersenyum sambil menjawab panggilan sang kekasih, sekarang mereka tengah mengobrol lewat telepon. 


"Hmm, iya sayang?" Tanya Sherena, padahal mereka baru saja bertemu kan, tapi seolah tiada habis nya, sekarang Darren malah ingin mengobrol lewat telepon. 


Sherena sedang tiduran di ranjang, gadis itu tersenyum kecil setelah beberapa kali berbincang dengan sang kekasih. Maklum lah, orang yang lagi jatuh cinta ya kan. Hal sekecil apapun, pasti bisa membuat nya tersenyum. 


'Besok kita tidur nya di rumah aku aja, ya?' Tanya Darren. Sherena terkekeh pelan.


"Kenapa harus di rumah kamu? Kenapa gak di rumah aku aja, yang?" Balik tanya Sherena. 


'Tidak kenapa-napa, sih. Cuma ya ini rumah habis di tinggal seminggu, jadi agak sepi gini.' Jelas Darren. 


"Ya sudah, aku sih ngikut aja asal itu sama kamu." Jawab Sherena membuat Darren terkekeh pelan. Gadis nya ini selalu saja membuat hati nya menghangat, bahkan awalnya Darren yang jarang tersenyum, kini menjadi lebih sering tersenyum karena segala tingkah laku Sherena yang menggemaskan. 


'Oke, besok kamu ada kegiatan apa, sayang?' Tanya Darren lagi. 


"Gak ada sih, soalnya besok udah gak ada pelajaran lagi kok, paling ngerjain tugas praktek doang." Jelas Sherena.


'Besok aku ada kerjaan dulu sebentar, kamu bisa main di rumah teman mu, atau pergi ke sekolah.'


"Hmmm, tapi sore nya kita anter Mama sama Papa ke bandara kan, yang? Kamu ikut kan?" Tanya Sheren. 

__ADS_1


'Tentu saja, aku yang akan mengantarkan orang tua mu ke bandara.' 


"Ohh, hehe. Oke deh." 


'Jadi, bagaimana tentang janji mu hari itu? Apa kamu akan menepati nya?' Tanya Darren, membuat wajah Sherena memerah seketika. Bahkan tubuh nya merinding saat ini, dia benar-benar tidak menyangka kalau Darren masih saja mengingat tentang janji yang tak sengaja dia ucapkan pada Darren hari itu. 


"Kamu menginginkan nya?" Tanya Sherena. 


'Tentu saja, kamu bisa merasakan nya sendiri bagaimana bernafssu nya aku saat menyentuh tubuh mu. Jangan kan saat menyentuh, melihat nya saja aku sudah berhasraat, sayang.' Jelas Darren membuat Sherena terdiam. 


Kalau dia ingin memberikan nya, dia harus yakin kan? Ya, dia hanya perlu meyakinkan dirinya sendiri untuk memberikan hal itu pada Darren. 


"Baiklah, aku akan menepati janji ku besok." Jawab Sherena, membuat wajah Darren berbinar cerah seketika. 


'Seriously?' 


'Syarat apa, sayang?' Tanya Darren dengan kening yang berkerut heran.


"Kamu harus menikahi aku seminggu setelah aku lulus, bagaimana?" 


'Itu sudah niat awal ku, sayang. Jadi aku akan melakukan nya dengan senang hati.' Jawab Darren dengan tegas, tanpa ada keraguan sedikit pun.


"Jadi, kamu menyanggupi syarat nya?"

__ADS_1


'Ya, tentu saja. Itu bukanlah hal yang berat, sayang.' 


"Baiklah, aku akan bersiap untuk besok. Kamu juga bersiaplah sebaik mungkin, aku akan menunggu." 


'Iya, sayang. Sekarang tidurlah, besok aku harus bangun pagi-pagi. Atau besok kamu mau ikut bersama ku ke kantor? Sekalian aku mengenalkan mu sebagai calon istriku?' Tanya Darren, mendengar hal itu saja membuat wajah Sherena merona.


Di perkenalkan sebagai calon istri? Aaaa, sungguh itu pasti akan menjadi hal yang mendebarkan bagi Sherena. 


'Baiklah, bersiap ya. Besok aku menjemput mu jam delapan pagi, jangan cantik-cantik ya. Soalnya di perusahaan aku kebanyakan staff laki-laki, aku tak mau mereka melihat kecantikan kamu.' 


"Posesif sekali kamu, yang."


'Aku posesif begini karena aku menjaga apa yang sudah aku miliki, sayang.' Jawab Darren, membuat Sherena tersenyum kecil. 


"Yaudah, kalau begitu aku tidur dulu ya. Kamu juga tidur, istirahat yang nyenyak. Pasti kamu capek banget hari ini."


'Gak secapek nahan kangen sama kamu sih, tapi ya oke. Aku akan tidur sekarang, kamu juga langsung tidur ya. Love you, sweety.' Ucap Darren. 


"Love you too, honey." Balas Sherena, setelah itu panggilan pun selesai. Sherena masih menatap layar ponsel nya yang sudah mati. Dia tersenyum lalu meletakan ponsel mahal nya itu di nakas. Dia akan tidur lebih awal malam ini, karena esok hari dia harus benar-benar menyiapkan mental nya. 


Darren akan memperkenalkan nya sebagai calon istri, ini benar-benar tidak terduga bagi Sherena. Dia tidak meminta nya, karena selama ini dia pikir kalau Darren tidak benar-benar serius dalam hubungan ini. 


Tapi, saat mengingat-ingat kembali bagaimana cara pria itu memperlakukan nya, bahkan saat pria itu menatap nya saja, Sherena harus nya sudah paham benar kalau Darren sudah melibatkan hati dalam hubungan ini. Artinya, dia benar-benar serius dalam hubungan yang mereka mulai.

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2