Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 87 - Kelelahan


__ADS_3

"Sayang.." Panggil Sherena dengan manja, Darren yang sedang menunggu di luar kamar mandi pun segera membuka pintu dan kembali menggendong tubuh Sherena yang berbalut bathrobe warna putih kebesaran milik Darren. 


"Kamu tenggelam di dalam nya, sayang." 


"Isshh, karena ini kan punya kamu. Ya jelas aja ukuran nya pasti lebih besar, soalnya badan kamu juga besar." Jawab Sherena sambil terkekeh pelan. Darren menurunkan Sherena di sisi ranjang, pria itu berlutut dan mengusap wajah cantik Sherena yang terlihat agak kusut. 


"Kenapa wajah nya kusut begini?" 


"Capek." Jawab Sherena pelan, jujur saja dia memang kelelahan saat ini. Bahkan tubuh nya terasa remuk karena semalaman di hajar habis-habisan oleh Darren tanpa ampun.


"Maafin aku ya?"


"Iya gapapa kok, aku menikmati nya." Jawab Sherena. 


"Setelah kamu lulus nanti, aku akan langsung menikahi mu. Tak apa menikah saja terlebih dulu, nanti resepsi nya menyusul. Aku khawatir kalau bibir unggulan ku hidup di dalam sini." Ucap Darren membuat Sherena membulatkan kedua mata nya.


"Maksud kamu?" Tanya Sherena.


"Maaf, aku mengeluarkan nya di dalam, sayang." Jawab Darren membuat Sherena melotot pada sang kekasih. 


"A-apa? Kok kamu bisa melakukan itu tanpa persetujuan sih?" Tanya Sherena lagi, membuat Darren langsung meminta maaf kembali pada gadis cantik itu. 


"Maaf, sayang. Aku kelepasan, habis nya keluar di dalam sangat nikmat." Jelas Darren membuat Sherena refleks menggeplak lengan Darren dengan kuat. Darren meringis, tapi saat melihat ekspresi wajah Sherena yang terlihat murung. Darren pun ikut duduk di samping gadis nya, lalu memeluk nya dengan erat.

__ADS_1


"Maaf.."


"Kalau aku hamil bagaimana?"


"Ya tidak apa-apa, justru aku senang kalau sampai hari itu datang." Ucap Darren sambil tersenyum kecil, wajah nya nampak semringah. Tapi berbeda dengan ekspresi Sherena yang terlihat murung dan memilih diam saja. 


"Tapi disini, aku yang tidak siap. Usia ku masih sangat muda sekarang, apa kamu tidak berpikir sampai kesana?" Tanya Sherena membuat senyum di wajah Darren surut seketika.


"Kalau memang kamu belum siap, kita bisa menunda nya untuk sementara dengan menggunakan kontrasepsi." 


"Sudahlah, aku lelah ingin tidur. Kamu mandi sana." Ucap Sherena dia memilih kembali berbaring, padahal dia belum mandi sama sekali. 


"Kamu mau tidur lagi?"


"Apa aku salah? Aaisshh, Darren! Harus nya kau membicarakan hal ini terlebih dulu dengan Sherena." Gumam Darren sambil berjalan ke kamar mandi. Dia menggelengkan kepala nya, lalu mulai membersihkan diri nya di bawah guyuran shower. 


Tak lama berselang, Darren keluar dari kamar mandi dan melihat kalau ranjang nya sudah kosong. Tak ada tanda-tanda keberadaan Sherena di kamar ini.


"Sayang.." Panggil Darren, dia mencari ke ruang ganti, tapi Sherena tak ada disana. Bahkan bathrobe milik nya pun tak ada di sini, artinya Sherena belum mengganti pakaian nya kan? Tas yang kemarin gadis itu bawa pun masih ada di tempat nya, tidak bergeser atau berubah sedikit pun. Tetap di tempat yang sama. 


"Sayang, kamu dimana?" 


Darren kelimpungan mencari keberadaan gadis nya, tapi yang di cari oleh pria itu kesana kemari ternyata sedang asik memasak di dapur. Dia kelaparan karena belum makan, jujur saja dia sangat lemas karena ulah pria itu semalam. Dia menghajar nya beberapa jam tapi sepertinya dia lupa memberikan nya makan agar tenaga nya pulih kembali. 

__ADS_1


"Sayang.."


"Iya, di dapur.." Jawab Sherena pelan, dia sedang memanggang roti di atas wajan dan mengoleskan selai ke tengah roti nya, lalu membalik nya hingga permukaan roti itu menjadi kering. 


"Kamu disini ternyata, sayang." Darren memeluk Sherena dari belakang, dia juga menyandarkan dagu nya di pundak Sherena dengan manja. 


"Ngapain nyari aku?"


"Aku pikir kamu pergi, sayang." Jawab Darren pelan.


"Aku akan pergi kemana dengan keadaan begini memang nya? Untuk berjalan saja aku tak bisa." 


"Maafkan aku, sayang."


"Tidak apa-apa, tapi sekarang lepaskan pelukan mu ini. Aku lapar." Jawab Sherena. Darren pun melepaskan pelukan nya pada sang gadis lalu mengikuti gadis nya ke meja. 


"Sarapan nya roti aja ya? Aku males masak, lemas banget rasa nya." 


"Iya, gapapa. Harusnya, aku yang memasak buat kamu, sayang. Maafkan aku terlambat." 


"Sudahlah, ayo cepat makan." Jawab Sherena, Darren pun mengangguk dan memulai sarapan pagi nya dengan roti panggang selai coklat. 


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2