
Masih suasana bahagia di acara pernikahan Meysa dan Andy, pasangan pengantin baru itu masih menyambut tamu-tamu dengan senyum ramah mereka. Semua juga masih berada di tempat ini, termasuk ke tiga pasangan yang masih betah berada di gedung tempat Meysa dan Andy mengadakan pesta pernikahan.
Sherena terlihat lahap sekali memakan kue dan makanan lain yang sudah di sediakan, sama hal nya dengan Arina. Kedua bumil itu makan dengan lahap, berbeda dengan April yang justru terbalik, dia malah tidak suka makan. Justru malah merasa mual dan sekarang tengah muntah-muntah di kamar mandi di temani Tomi. Ya, April tengah mengandung satu bulan sekarang, nama nya bumil trimester awal ya kan, pasti masih mual-mual apalagi disini semua aroma bercampur.
Bau makanan, bau tubuh manusia, bau parfum, semua nya bercampur menjadi satu membuat April merasa mual, perut nya terasa di aduk-aduk saking mual nya. Tomi dengan setia menunggui sang istri dan memijat-mijat tengkuk istri nya dengan sabar, tanpa merasa jijik sama sekali.
"Sayang, sudah merasa sedikit lega? Kita pulang aja ya? Biar kamu nya istirahat."
"Hmm, masih mual terus pusing, Mas. Tapi kalau aku pulang sekarang, aku gak enak sama Meysa. Masa aku pulang disaat pesta nya belum selesai, padahal kan waktu itu mereka pulang pas pesta nya udah selesai, Mas." Jelas April, dia merasa tidak nyaman kalau harus pulang sekarang.
"Tapi lihat dong keadaan kamu sekarang kayak gimana? Emang nya kamu kuat dengan bau-bauan di luaran sana, sayang?" April menggelengkan kepala nya, dia tidak akan kuat. Yang ada perut nya akan terasa di aduk-aduk lagi dan berujung berada di kamar mandi seperti saat ini dan dia tidak ingin hal itu terjadi, sekarang saja rasanya tubuh nya sudah sangat lemas, tenggorokan nya juga terasa sangat pahit sekarang.
"Enggak, Mas."
__ADS_1
"Yaudah, pulang aja. Nurut sama Mas ya? Kamu harus istirahat, sayang."
"Hmm, baiklah."
"Nanti Mas yang izinin kamu sama Meysa ya? Jangan ngerasa gak enak, kamu harus mikirin kesehatan kamu juga." Lirih Tomi. Akhirnya, April pun pasrah. Dia pun menganggukan kepala nya, Tomi pun dengan sigap menggendong sang istri ala bridal style, dia tahu kalau keadaan istri nya sekarang pasti lemas sekali setelah memuntahkan semua isi perut nya di dalam toilet tadi.
"Kamu pucet, kita periksa ke dokter ya, gimana?"
"Gak usah, paling cuma di kasih vitamin terus di bilang wajar aja. Soalnya kan aku lagi hamil trimester pertama, jadi ini wajar kok. Arina juga gitu, Sherena." Jelas April. Dia sudah periksa ke dokter beberapa hari yang lalu dan hanya di berikan vitamin penguat kandungan juga pil tambah darah. Setelah itu sudah, hanya di sarankan istirahat cukup, jangan kelelahan, selalu menjaga pola makan, jangan makan makanan yang terlalu pedas dan masih banyak pantangan yang lain. Tapi dari semua itu, yang paling April benci adalah dia harus meminum susu kehamilan secara teratur setiap pagi dan malam hari nya untuk pertumbuhan janin di dalam perut nya.
"Maaf ya, gara-gara Mas kamu jadi begini." Lirih Tomi membuat April menatap tak suka pada suami nya.
"Hushh, apa-apaan kamu kok bicara nya kayak gitu sih? Kita sama-sama melakukan nya atas dasar suka sama suka, lagian aku bahagia banget karena dia hadir disini. Jangan mengatakan hal semacam itu lagi, aku gak suka, Mas!"
__ADS_1
"Hmm, baiklah. Maafin Mas ya.."
"Gapapa, kali ini aku maafin kamu. Tapi lain kali, jangan bicara kayak gitu lagi. Ini tuh rezeki, Mas. Artinya kita sudah di beri kepercayaan untuk menjaga anak ini dengan baik, bukan berarti kamu harus menyesali nya. Justru harusnya kita bersyukur, Mas."
"Iya, sayang. Mas salah ya.."
"Salah banget, jangan di ulangi ya."
"Iya, sayang." Jawab Tomi. Dia pun membawa istrinya ke mobil dan mengajak nya untuk pulang dari pesta itu, tentu nya setelah izin pada Meysa dan Andy. Mereka tentu nya langsung mengiyakan, terlihat jelas kalau mereka khawatir begitu mendengar kalau April tengah muntah-muntah sekarang.
Sebenarnya, Meysa dan Andy belum mengetahui kalau April tengah mengandung saat ini. Begitu juga dengan ketiga teman nya yang lain, tapi karena hal ini terjadi membuat Tomi harus memberitahu kan yang sebenarnya agar tidak terjadi kesalah pahaman. Jelas saja semua nya terkejut, apalagi saat Tomi mengatakan kalau April tengah muntah-muntah di kamar mandi karena tidak suka dengan bau-bauan yang bercampur di ruangan ini.
......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻