Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 54 - Sarapan


__ADS_3

Darren tersenyum saat pagi-pagi dia sudah melihat sang pujaan hati sudah datang. Gadis itu tampil cantik dengan pakaian setelah berwarna merah maroon, membuat kulit nya terlihat sangat putih karena warna nya sangat mencolok. 


"Selamat pagi, sayang.." Sapa Sherena sambil menggerak-gerakkan kaki nya ke kanan dan ke kiri. Terlihat sangat menggemaskan bagi Darren, seperti nya dia sudah terlalu bucin dengan gadis nya, hingga semua yang di lakukan oleh gadis cantik itu selalu terlihat menggemaskan bagi Darren.


"Pagi kembali, cantik ku. Kenapa pagi-pagi sekali kesini nya, sayang?" Tanya Darren, dia membuka pintu rumah nya lebar-lebar. Gadis itu pun masuk ke dalam rumah, Darren juga segera menutup pintu rumah nya. 


"Sayang.." panggil Darren, membuat Sherena yang berniat untuk duduk di kursi, langsung berbalik dan menatap wajah tampan sang pria. 


"Iya.."


"Kamu belum jawab pertanyaan aku lho tadi." 


"Hehe, aku kesini kan niat nya juga mau bikinin sarapan buat kamu, jadinya ya aku kesini pagi-pagi. Kalo siang, takut kamu nya keburu lapar." Jelas Sherena panjang lebar, membuat Darren tersenyum. 


"Sebelum memasak, aku ingin sarapan yang lain, sayang."


"Sarapan yang lain? Apa itu, sayang?" Tanya Sherena. Darren terkekeh, dia duduk di sofa lalu menarik tangan gadis itu dan mendudukan gadis cantik itu di pangkuan nya dengan posisi menyamping. 


"Mau susu.." Jawab Darren dengan manja. Sherena paham benar, kalau sekarang dia punya bayi besar yang hampir setiap waktu meminta susu padanya. 


"Sebentar ya bayi besar ku." Sheren pun segera membuka beberapa kancing pakaian nya dan membiarkan pria itu bermain-main di buah dada nya. Gadis itu melingkarkan kedua tangan nya, Darren memulai dengan menekan-nekan benda yang terasa sangat kenyal itu, lalu meremaas nya dengan gemas. 


Sherena memejamkan mata nya saat tangan Darren mulai menjamah tubuh nya, pria itu menyadari benar ekspresi sang gadis yang terlihat menikmati apa yang dia lakukan. Dia tersenyum, lalu sedetik kemudian menarik kepala sang gadis hingga bibir mereka bersentuhan. Darren mencium mesra bibir sang gadis, dia juga memberikan beberapa gigitan manja yang menambah sensasi kenikmatan bertukar saliva itu. 


Tangan Darren juga tidak berhenti memainkan buah kenyal yang ada di dada Sheren, dia juga memainkan puncak kecoklatan gadis itu, memutar-mutar disana bahkan menarik nya dengan gemas, membuat Sheren seringkali meringis karena merasa ngilu dengan apa yang di perbuat oleh Darren. 


"Sa-yang.." Lirih Sherena dengan nafas yang tersengal setelah ciuman mereka terlepas. Belum juga Sherena mendapatkan nafas nya, dia sudah di buat memekik tertahan saat Darren tiba-tiba saja menggendong nya. 


"Aaaaa, sayang.."


"Diamlah, sayang." Ucap Darren sambil mengecup bibir kemerahan sang gadis dengan gemas. 


Pria tampan itu terlihat sangat gagah saat menaiki anak tangga satu persatu dengan Sherena yang ada di pelukan nya. Hati gadis itu berdebar tak karuan, dia sudah mengetahui kalau tujuan Darren adalah kamar, tapi untuk apa pria itu membawa nya ke kamar, Sherena belum tahu. Semoga saja, dia tidak akan di perkosaa nanti. 


Darren membuka pintu kamar nya, lalu membawa Sherena masuk ke dalam kamar dan kembali menutup pintu kamar nya menggunakan lutut. Pria itu membaringkan tubuh Sherena di atas kasur dengan perlahan. Pria itu membuka kaos yang dia kenakan, lalu merangkak menaiki tubuh sang gadis. 


"Sayang, mau ngapain?" Tanya Sherena, jujur saja dia ketakutan saat melihat Darren membuka pakaian nya, belum lagi sedari tadi dia merasakan ada yang mengeras di bawah sana, bagaimana kalau dia di perkosaa? Salah nya sendiri masuk ke dalam kandang singa. Astaga, kalau sudah begini bagaimana? Berteriak? Tidak mungkin kan?


"Sarapan, sayang." 


"T-tapi kenapa harus di kamar? Ngapain juga kamu pake buka baju segala?" Tanya Sherena. Darren membingkai wajah cantik sang gadis, lalu mengecup kening nya dengan lembut. 


"Kamu takut? Tidak perlu takut, sayang. Aku takkan melakukan nya, tanpa persetujuan mu." Ucap Darren dengan lembut. 


Darren menundukan kepala nya, dia pun kembali meraup bibir Sherena, dia juga membuka satu persatu kancing kemeja yang di kenakan oleh Sherena, lalu melempar pakaian gadis itu ke sembarang tempat. Darren juga membuka batok kelapa gandeng sang gadis, lagi-lagi dia melempar nya. Akhirnya, pemandangan yang membuat nya bernafssu terpampang nyata saat ini, sungguh tubuh Sherena yang setengah telanjaang begini membuat jiwa kelelakian nya meronta. 


Indah, ya pemandangan yang sangat indah. Darren membelai setiap inchi tubuh Sherena, hingga jari telunjuk nya berhenti di satu titik, yaitu pusar gadis nya. Darren tersenyum aneh, dia menundukan kepala nya dan memainkan lidah nya disana, membuat Sherena berteriak-teriak karena rasa geli yang dia rasakan. 

__ADS_1


Tapi, kelamaan dia malah mendesaah keenakan. Ya, rasa geli itu kini berubah menjadi rasa nikmat yang terasa membuat tubuh nya lemas seketika. 


"Aaahhh.." Gadis itu mendesaah tanpa malu-malu lagi, dia menikmati apa yang di lakukan oleh Darren, dia meremaas rambut sang pria hingga membuat rambut yang sudah di sisir rapi itu, kini berantakan sudah. Tapi, Darren tidak marah sama sekali. Dia membiarkan saja gadis nya melakukan apapun padanya, yang penting dia bisa membuat gadis nya mendesaah berkali-kali hanya karena permainan lidah nya.


"Sayang, itu aku gatel. Udahan ya?" Pinta gadis itu, Darren mendongak. 


"Itu apa, sayang?" Tanya Darren, di tatap seperti itu membuat wajah Sherena memerah seketika. Apalagi cara Darren menatap nya benar-benar berbeda. Seperti ada kabut gairaah di balik tatapan itu, Sherena tahu kalau Darren tengah bernafssu saat ini. Haruskah dia memberikan keperawaanan nya sekarang?


"Sayang, jangan membuat aku malu!"


"Lho siapa yang bikin kamu malu memang nya hmm?" Tanya Darren.


"Kamu jelas tahu jawaban nya, sayang!" Rengek Sherena membuat Darren terkekeh. 


"Maksud kamu ini, sayang?" Tanya pria itu sambil mengusap-usap gundukkan di bawah sana dengan lembut, membuat Sherena langsung melipat kaki nya karena malu. Tapi, dengan cepat Darren membuka kembali kaki nya dan mengusap nya dari luar. 


"Sa-yang, jangan sentuh itu.."


"Tapi, reaksi tubuh kamu meminta lanjutkan, sayang." Jawab pria tampan itu, membuat Sherena setuju. Ya, meskipun mulut nya meminta berhenti, tapi tubuh nya meminta untuk di lanjutkan.


"Sayang.."


"Kenapa hmm? Basah?" Tanya Darren, Sherena mengangguk malu-malu, membuat pria itu terkekeh. Tangan besar nya mencari karet celana gadis itu, lalu menarik nya sekaligus dengan segitiga bermuda nya. Hingga terpampang jelas bentuk gundukan surga akan kenikmatan itu. 


"Aaaa, sayang apa-apaan sih.." Sherena menutup bagian itu dan langsung terbangun dari tidur nya, dia menarik selimut untuk menutupi tubuh nya. 


"Mau enak gak? Aku janji bisa muasin kamu tanpa penyatuan." 


"Ini takkan merusak keperawanaan kamu, sayang." Jawab Darren membuat Sherena menggelengkan kepala nya. Dia ketakutan plus merasa malu karena sekarang dia telanjaang bulat di depan seorang pria. 


"Sayang.."


"Jangan, aku gak mau." 


"Ini gak bakalan sakit karena gak ada yang masuk ke dalam sana, aku hanya akan melakukan nya dari luar."


"Caranya?"


"Ayo, kita praktek sayang." Jawab Darren, dia menarik kaki Sherena, membuat gadis itu meronta. Dia berteriak-teriak membuat Darren membekap mulut gadis itu.


"Berisik, kamu diam atau aku perkosaa hmm?" Tanya pria itu, membuat Sherena langsung bungkam.


Darren membuka lebar-lebar kaki Sherena, membuat pria itu berdecak kagum melihat keindahan milik sang gadis yang juga menguarkan aroma khas organ kewanitaan. Tapi, bau nya sangat lembut, membuat Darren tak sabar untuk melahap irisan daging tanpa tulang itu. 


Pria itu menundukan kepala nya dan menjulurkan lidah nya, menjilat permukaan gundukan itu, membuat tubuh Sherena menegang. Tubuh nya terasa di sengat listrik ribuan volt saat pria itu melakukan nya. 


Darren melanjutkan, dia memainkan lidah nya disana, membuat tubuh Sherena menggeliat kegelian. Dia bergerak-gerak menahan rasa nikmat dan geli yang bercampur menjadi satu. 

__ADS_1


"Aaaahhh.." Sherena mendesaah keras, tubuh nya mengejang. Gadis itu mendapatkan klimaaks pertama nya, gadis itu kelabakan menghirup nafas sebanyak-banyaknya. Apa itu tadi? Rasa nya benar-benar luar biasa. Seperti pipis, tapi yang ini terasa sangat melegakan. Seketika kepala nya terasa ringan setelah dia pipis. Anggap saja itu pipis, ya pipis enak. 


"Enak, sayang?"


"Apa itu tadi, sayang?"


"Klimaaks, itu klimaaks pertama mu. Hanya dengan bantuan lidah ku, bagaimana kalau aku menggunakan junior ku? Aku jamin kamu takkan bisa berjalan keesokan hari nya." Jawab Darren sambil tersenyum nakal, membuat Sherena mencebikan bibir nya.


"Udah kan sarapan nya? Aku mau sarapan yang beneran, aku juga belum makan." Ketus Sherena, dia kembali menarik selimut dan menutupi tubuh nya yang topless. 


"Iya, sayang. Terimakasih, itu sangat nikmat. Cairan mu terasa manis, aku menyukai nya." Bisik Darren yang membuat wajah Sherena merona seketika. Darren tahu benar bagaimana cara menggoda gadis nya. 


"Aku ke kamar mandi dulu, kamu segera lah berpakaian. Kalau aku keluar dari sana, tapi kamu belum pakai baju, aku pastikan kamu akan mengangkaang disana."


"Astaga, sayang. Apa yang kamu katakan itu membuat aku sangat malu." 


"Hahaha, tidak perlu malu, sayang." Ucap Darren, dia membingkai wajah sang gadis lalu mengecup nya dengan mesra. 


"Aku ke kamar mandi dulu, maaf kalau sudah membuat mu berantakan." Lirih nya yang membuat Sherena bengong. Suara pria itu terdengar sangat manly, sumpah gak bohong. 


Dengan cepat, Sherena langsung memakai kembali pakaian nya, setelah dia pun turun lebih dulu. Gadis itu pergi ke dapur untuk membuatkan masakan. Sherena membuka kulkas untuk mengambil beberapa seafood yang sudah di beli beberapa hari sebelum nya, lalu mencuci nya dan merebus nya terlebih dulu. Tak lupa, dia menambahkan sereh dan daun salam juga daun jeruk agar cumi nya tidak amis. 


Setelah itu, dia mengiris perbawangan dan menumis nya, setelah itu dia menambahkan nasi sebanyak dua porsi dan menambahkan bumbu-bumbu, setelah itu dia juga menambahkan seafood dan bumbu-bumbu nya seperti kecap manis, kecap asin, saos tiram, lada bubuk, penyedap rasa dan micin tentu nya. 


Ada yang kurang kalau makanan tidak menggunakan micin, iya gak sih? Author gitu soalnya. 


Darren mencium aroma yang membuat perut nya lapar, pria itu langsung berjalan ke dapur. Dia tersenyum saat melihat gadis itu tengah asik mengaduk masakan nya di dalam teflon. Kalau begini, Sherena sudah terlihat seperti istri yang baik. 


Pria itu berjalan mendekat dan memeluk Sherena dari belakang, dia juga menumpukkan dagu nya di pundak sang gadis. Sherena terkejut awalnya, tapi saat dia melihat kalau itu adalah Darren, dia pun memilih membiarkan nya.


"Wangi banget masakan kamu.."


"Hmm, wangi ya? Nih cobain dulu." Sherena menyendok nasi goreng nya, meniup-niup nya terlebih dulu, lalu menyuapkan nya ke dalam mulut Darren. Pria itu mengunyah nya dengan perlahan, sedangkan gadis itu merasa deg-degan sendiri, bagaimana kalau masakan nya tidak enak? Malu banget kan ya. Udah percaya diri mau masakin sarapan, tau nya masakan nya gak enak di makan.


"Gimana rasa nya, yang?" 


"Enak dong, enak banget malah." Jawab Darren, membuat Sherena menghembuskan nafas nya dengan lega. Dia senang saat mendengar Darren memuji masakan nya.


"Yaudah, ini nasi goreng nya udah jadi. Kita makan yuk?"


"Ayo, sayang. Aku juga udah laper banget ini."


"Tuhkan, sarapan dengan makan cairan milik aku tuh terbukti gak bikin kamu kenyang, sayang."


"Hehe, enak soalnya." Jawab Darren sambil cengengesan, dia pun melepaskan pelukan nya dari Sherena dan duduk di kursi kosong, sambil menunggu Sheren membawakan nasi goreng nya. 


Tak lama, gadis itu pun datang dengan dua porsi nasi goreng nya. Kedua nya pun makan dengan lahap, sesekali mereka melempar candaan yang membuat suasana pagi hari terasa jauh lebih hangat dari biasa nya, terutama bagi Darren yang biasa nya selalu sendirian.

__ADS_1


.......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2