
"Bagaimana rasa nya, nikmat bukan?" Tanya Darren dengan senyum menggoda nya, membuat wajah Sherena memerah karena pertanyaan Darren itu benar. Dia menikmati apa yang di lakukan oleh Darren, sungguh demi apapun ini nikmat sekali.
Saat ini seolah tulang belulang nya melemas seketika saat merasakan kenikmatan yang membuat sekujur tubuh nya lemas.
"Kamu percaya sama ucapan aku kan sekarang? Ini enak bukan?" Tanya Darren.
"Iya, ini enak sekali." Jawab Sherena, tubuh nya berguncang karena gerakan Darren.
"Kita ganti gaya baru, bagaimana?"
"Gaya apa?" Tanya Sherena, Darren pun menarik tangan Sherena dan kini gantian, Sherena yang berada di atas tubuh Darren. Artinya, Darren meminta Sherena yang memimpin permainan kali ini.
"Bergerak.."
"Aasshh, bagaimana caranya?" Tanya Sherena. Jujur saja, senjata milik Darren terasa menusuk hingga ke rahim nya, membuat Sherena meringis karena benda itu terlalu dalam memasuki nya.
"Naik, turun, putar."
Sherena pun menurut, dia bergerak naik turun dengan perlahan, membuat Darren mengerang nikmat. Dia menahan pinggang Sherena, rasa nya benar-benar luar biasa hingga baru beberapa detik saja Sheren yang memimpin, dia langsung keluar.
"Bangunlah, pipis dulu."
"Pipis, tapi aku.."
__ADS_1
"Nurut atau kamu mau hamil, sayang?" Tanya Darren, membuat Sherena langsung menurut. Dia memipiskan cairan yang meledaak di dalam inti tubuh nya itu, hingga menetes ke lantai.
"Itu tadi nikmat sekali, sayang." Ucap Darren, Sherena berjalan pelan dan kembali berbaring di samping Darren.
"Hmmm, aku tidak pernah merasakan rasa nikmat yang seperti ini, sayang."
"Tentu saja, karena ini pertama kali nya bagimu bukan?" Tanya Darren, Sherena menganggukan kepala nya. Benar, ini adalah pertama kali nya dia mendapatkan pengalaman seperti ini.
"Hmmm, iya.."
"Apa milikmu masih sakit, sayang?" Tanya Darren, sambil mengusap-usap perut Sherena. Sesekali tangan besar pria itu akan memainkan bulatan kecil di puncak gunung milik Sherena dengan gemas.
"Sedikit, hanya tinggal ngilu nya saja. Kenapa? Mau lagi?" Tanya Sherena, membuat Darren terkekeh. Ya, dia belum puas karena dia keluar cepat gara-gara Sherena yang terlalu pandai menggoyang senjata nya.
"Hmmm, yaudah boleh. Tapi pelan-pelan aja ya? Kamu nafssu banget deh, sampai masukin nya mentok banget." Ucap Sherena membuat Darren terkekeh.
"Kalau gak sampai mentok, rasa nya gak bakalan enak, sayang."
"Hisshh, kamu ini.." Ketus Sherena, tapi dia tidak menolak saat Darren kembali melancarkan aksi nya. Kali ini, Darren memasuki Sherena dari belakang.
Malam itu, Sherena di buat menjerit dan mendesaah keenakan hampir semalaman. Mereka melakukan hal itu berulang-ulang, hingga Sherena baru bisa tidur di jam dua dini hari setelah Darren menyelesaikan permainan nya di ronde ke empat.
Kedua nya pun baru beristirahat, Darren memeluk Sherena dengan erat di bawah balutan selimut yang sama. Darren tidak melepaskan pelukan nya sama sekali, di rumah ini memang selalu terasa dingin, kehadiran Sherena membuat tidur Darren lebih nyenyak apalagi setelah dia berbuka puasa dengan nikmat.
__ADS_1
Tak sia-sia dia lama berpuasa, inilah yang dia dapatkan. Dia mendapatkan menu buka puasa yang sangat legit dan masih utuh, belum di sentuh sama sekali. Dia adalah pria yang pertama dan Darren bahagia karena dia yang pertama.
Pagi hari nya, Sherena terbangun karena desakan ingin buang air. Dia langsung beranjak dari tidur nya, seolah lupa kalau dia habis di unboxing tadi malam secara tidak sadar berjalan dengan cepat, namun akhirnya tubuh sintalnya itu terjatuh karena tak kuat menahan rasa sakit dan perih di bagian bawah nya.
"Aaawwhss.." Sherena meringis, membuat Darren yang masih tertidur itu terbangun seketika. Dia melihat Sherena sudah terduduk di lantai sambil meringis.
Darren buru-buru mengambil celana boxer miliknya lalu memakai nya dengan cepat. Dia mendekat ke arah Sherena dan membopong nya untuk duduk di sisi ranjang.
"Kamu kenapa? Mau kemana hmm?"
"Ke kamar mandi, pengen pipis." Jawab Sherena.
"Kamu lupa kalau semalam.."
"Iya, aku lupa." Potong Sherena dengan cepat.
"Hmmm, baiklah aku bantu." Darren pun menggendong tubuh polos Sherena ke kamar mandi dan membiarkan gadis itu menuntaskan hajar nya.
Darren keluar dari kamar mandi, dia menyibak selimut dan seketika itu juga dia tersenyum kecil saat melihat ada noda daraah di seprai itu. Artinya, Sherena benar-benar masih perawaan dan dia adalah pria yang berhasil mengambil kali pertama gadis itu. Rasa nya benar-benar membahagiakan bagi Darren, itu adalah satu kebanggaan tersendiri bagi pria tampan itu.
.......
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1