Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 118 - Kelakuan Meysa


__ADS_3

"Sorry.." Lirih Meysa, dia menatap wajah tampan sang kekasih yang masih setia berada di posisi nya dengan cincin yang masih dia pegang di tangan nya. Dia mendongak juga menatap wajah cantik Meysa dengan sendu. Dia takut kalau ternyata Meysa malah menolak lamaran nya, bagaimana?


Padahal dia sudah se effort ini untuk membuat surprise untuk sang kekasih, dia harus mengumpulkan niat dan juga mental nya untuk mengantisipasi kalau-kalau Meysa malah menolak lamaran nya. Tapi, dia sudah terlampau percaya diri kalau Meysa akan menerima lamaran dari nya karena dia yakin kalau Meysa juga mencintai nya, karena tidak mungkin gadis itu mau memberikan sesuatu yang paling berharga yang dia miliki pada seorang pria kalau dia tidak mencintai pria itu, bukan?


"Sayang.."


"Aku tidak bisa menolak lamaran ini, sayang. Harusnya, kamu tidak perlu bertanya seperti ini karena kamu tahu benar apa jawaban ku. Tapi, terimakasih karena sudah membuktikan keseriusan mu, sayang."


"Aku benar-benar terkejut dengan apa yang kamu lakukan, sayang. Sungguh aku terharu, ini benar-benar hal paling manis yang aku terima. Sekali lagi terimakasih." Jawab Meysa panjang lebar. Andy tersenyum lalu segera memeluk Meysa dengan erat. Perempuan itu juga membalas pelukan pria tampan itu, sambil menyembunyikan wajah nya di dada bidang sang kekasih. 


"Aaahhh, aku bahagia sekali. Terimakasih sudah mau menerima pria dengan banyak kekurangan ini."


"Sama-sama, sayang. Mari kita saling melengkapi kekurangan masing-masing." Jawab Meysa sambil tersenyum penuh kebahagiaan. 


"Jadi, ayo pasangkan cincin nya. Aku gak sabar pengen pakai cincin nya." Celetuk Meysa, Andy terkekeh lalu memasangkan cincin bertahta kan berlian itu di jari manis Meysa. 


"Aaaaa selamat bestie Lola ku.." ucap April yang langsung memeluk sahabat nya, begitu juga dengan Arina. Sherena ingin ikut bergabung, tapi dia di sulitkan dengan gaun nya.


"Heii, pelukan nya disini dong. Gue pengen gabung isshh, gak ngajak-ngajak." Pekik Sherena. Ketiga teman nya pun pindah tempat mendekat ke arah Sherena dan berpelukan kembali. 


"Sumpah, gue baper banget liat kalian!"


"Sama, gue juga.." Ucap Arina yang langsung mendekat ke arah Marvin dan menggenggam tangan nya nya. 


Meysa tersenyum sambil menunjukkan cincin yang terlihat sangat cantik di jari manis nya dengan senyuman manis nya ke arah teman-teman nya. 


"Ayoo poto dulu.." ajak Sherena. Ke empat perempuan itu pun berkumpul dan Marvin yang bertugas mengambil gambar ke empat gadis itu. Mereka berpose di depan kamera dengan senyum merekah mereka. 


Setelah selesai mengambil foto, mereka pun pergi untuk makan, sedangkan Sherena dan Darren kembali ke pelaminan untuk menyambut tamu-tamu yang ingin mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Disana juga banyak karyawan di perusahaan Darren yang datang untuk memberikan selamat dan secara khusus di undang oleh Darren. 


Pria itu terus menyunggingkan senyum manis nya, dia bahagia sekali hari ini sangat bahagia karena dia telah mengikat janji suci dengan wanita pujaan nya, Sherena. Banyak sekali cobaan yang harus mereka lewati, hingga bisa sampai di tahap ini. 


Darren yang merasa trauma karena dulu pernah merasakan rasa sakit yang paling menyakitkan dari wanita yang pernah sangat dia cintai. Dia merasa trauma untuk kembali menjalin sebuah komitmen dengan perempuan mana pun, pada akhirnya dia luluh dengan ketulusan yang di tunjukkan oleh gadis kecil bernama Sherena. Gadis yang awalnya terlihat menjengkelkan bagi Darren, perilaku nya membuat dirinya risih. 


Tapi akhirnya dia memutuskan untuk membuka hati nya dan meyakinkan dirinya untuk memulai sebuah hubungan baru bersama perempuan yang baru. Dulu, dia berpikir mungkin Sherena hanya penasaran padanya, setelah berpacaran dengan nya beberapa hari atau bulan, mungkin dia akan merasa bosan dan berubah. Tapi ternyata tidak sama sekali, Sherena serius dengan hubungan dan perasaan nya. 

__ADS_1


Kalau saja hari itu Darren tidak mengambil langkah yang besar untuk kembali membuka hati nya bagi Sherena, mungkin sampai sekarang dia masih berdiam diri di tempat, kukuh dengan pendirian nya yang tidak ingin menikah dan membuka kembali pintu hati yang sudah lama tertutup itu. Tapi beruntung lah, dia bertemu dengan Sherena. 


Gadis yang sangat dia cintai saat ini, sosok perempuan cantik yang dia persunting menjadi istri dan sebentar lagi akan menjadi ibu dari anak-anak nya. Darren kembali tersenyum manis saat mengingat kalau hanya beberapa bulan lagi dia akan menjadi seorang ayah.


Malam hari nya, Sherena dan Darren pun memutuskan untuk pulang. Tapi sang ibu hamil yang terlihat kelelahan itu merengek ingin pulang ke rumah nya, dia tidak mau pulang ke rumah Darren malam ini. 


"Tidak apa-apa, kalian bisa tinggal disini kok."


"Tapi.."


"Turuti kemauan istri mu, Nak. Dia sedang mengandung saat ini, pasti perasaan nya sangat sensitif. Kami tidak akan melarang kalau kalian mau tinggal di rumah mu, Nak. Tapi untuk sekarang, minimal selama hamil saja tinggalah disini. Agar Sherena ada yang menjaga selama kamu bekerja." Jelas Arumi, membuat Darren mengiyakan. Iya, dia memang tidak bisa meninggalkan istrinya sendirian dalam keadaan hamil seperti ini. Bagaimana kalau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan saat dia pergi ke kantor? 


Bukankah itu sangat buruk. Dia takkan bisa memaafkan dirinya sendiri kalau semisal hal itu sampai terjadi. Jadi, untuk sementara ini dia akan tinggal disini bersama mertua nya.


"Baiklah, kalau Mama, Papa tidak keberatan kalau kamu tinggal disini."


"Tidak, tentu saja tidak. Mana ada kami keberatan? Justru kami senang karena rumah ini akan terasa lebih ramai." Jawab Arya sambil tersenyum kecil. 


"Terimakasih kalau begitu."


"Iya, kaki Sheren pegel banget berdiri seharian." Jawab Sherena. Darren melirik ke arah sang istri dan tanpa aba-aba langsung menggendong nya ke kamar di lantai atas. Pria tampan itu terlihat sangat gagah saat menggendong tubuh istrinya dengan wajah datar seolah tanpa beban sama sekali. Padahal, tubuh Sherena saat ini sedikit lebih berisi dari sebelumnya. 


"Aku berat gak, yang?"


"Tidak, kamu seringan kapas." Jawab Darren sambil tersenyum menggoda. 


"Dihh, katanya seringan kapas tapi kamu keringetan." 


"Hehe, kalo keringat itu kan wajar. Artinya aku sehat, sayang." Jawab Darren sambil terkekeh.


"Sok kuat.."


"Oke, ayo buktikan kalau aku memang benar-benar kuat."


"A-apa?" Tanya Sherena yang membuat Darren tersenyum nakal. 

__ADS_1


"Lihat saja nanti, suruh siapa kamu meragukan kekuatan aku." Bisik Darren. Dia pun membawa Sherena ke kamar, pasti kalian tahu apa yang akan terjadi bukan? Memang nya apalagi kalau bukan ehem, mengingat ini adalah malam pertama setelah mereka resmi menjadi suami istri. 


Di lain tempat, Andy dan Meysa memutuskan untuk makan malam bersama dalam rangka merayakan status baru mereka, dari pacaran menjadi tunangan dan Andy sudah mengatakan kalau dalam waktu dekat dia akan mempersunting Meysa menjadi istri nya, mengikat dalam ikatan suci pernikahan. 


"Sayang, apa kamu bahagia?"


"Tentu saja, aku sangat bahagia. Tapi kamu yakin akan menikahi ku dalam waktu dekat?"


"Yakin, tentu aku sangat yakin. Kenapa kamu menanyakan hal itu, seolah kamu meragukan aku, sayang?" Tanya Andy.


"Tidak, bukan begitu maksud ku."


"Lalu?"


"Hanya saja, aku.. hehe.." Meysa malah cengengesan membuat Andy mengernyitkan kening nya keheranan. 


"Apa? Kamu takut di unboxing ya?"


"Hehe, iya.." Jawab Meysa, membuat Andy tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Meysa hanya menatap sang kekasih dengan tatapan heran nya.


"Kenapa kamu ketawa, apa ada yang lucu?"


"Iya, kamu lucu."


"A-aku? Kenapa? Perasaan aku gak ada tuh ngelawak." Jawab Meysa seolah tanpa dosa.


"Kamu merasa kalau kamu masih perawaan begitu? Padahal kamu udah sering lho aku masukin, kamu lupa atau bagaimana?" 


"H-aahh? Lah iya, aku lupa." Jawab Meysa sambil tertawa. Bisa-bisa nya dia melupakan kalau dia sudah tidak virgin lagi dan Andy lah pria yang sudah mengambil nya hari itu. 


"Jadi, gak ada alasan lagi kan?"


"Iya, aku akan menyiapkan diri untuk menjadi istri yang baik nanti nya."


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2