Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 91 - Gadis Beruntung


__ADS_3

Sherena cengengesan membuat Darren terkekeh pelan, tadi aja dia gak mau pas mau di masukin, tingkah nya sudah persis seperti anak gadis yang takut di perkosaa. Padahal kan tidak, ini di lakukan karena suka sama suka. 


"Temenin.."


"Oke, wah kesempatan nambah ronde nih." Celetuk Darren membuat kedua mata Sherena mendelik ke arah sang pria, sedangkan Darren sendiri malah nyengir kuda seolah tidak bersalah apapun. 


"Boleh, satu ronde aja. Tapi nanti malam kita makan di luar, gimana?"


"Gampang, yuk main." Ajak Darren, dia pun menggendong Sherena ke kamar mandi dan hebat nya, Darren kembali mendapatkan jatah tambahan di kamar mandi. Hingga kedua nya baru keluar dari kamar mandi setelah hampir satu jam berada di dalam sana. 


Sherena keluar lebih dulu dan langsung masuk ke ruang ganti, tak lama di susul oleh Darren. Tapi pria itu lebih dulu keluar untuk melanjutkan acara mencuci mobil kesayangan nya, sedangkan Sherena masih sibuk berpakaian. Gadis itu berjalan pelan keluar dari kamar, tujuan nya saat ini hanyalah ingin melihat sang kekasih sedang mencuci kendaraan nya. 


Tapi sebenarnya, itu bukanlah tujuan utama nya untuk bisa melihat sang kekasih mencuci mobil, tapi Sherena ingin memastikan kalau tidak ada yang genit sama Darren. Jujur saja dia takut kalau Darren di ambil atau kepincut wanita lain, apalagi di lingkungan ini ada janda pirang yang kekurangan belaian karena sudah lama sendirian. 


Sherena pun duduk di kursi yang ada di teras sambil melihat Darren yang sedang sibuk mencuci mobil nya. Pria itu nampak sangat fokus, hingga tidak menyadari kehadiran Sherena di sini.


"Hallo, Darren.." Sapa seorang wanita, itu adalah janda yang di cemburui oleh Sherena. 

__ADS_1


"Hmm, apa?"


"Boleh bantuin gak sih?"


"Gak usah." Jawab Darren ketus, membuat wanita itu sedikit merasa kesal.


"Itu siapa sih? Perasaan sering banget dia ada di rumah kamu. Bukan nya, itu gadis yang rumah nya disana ya?" Tanya nya sambil menunjuk rumah Arya yang kosong.


"Memang nya kenapa?"


"Tidak, tapi masa pacaran kok deket-deketan seperti itu, kan kalo mau ngapel tinggal jalan dulu, gak ada naik motor atau mobil." Jelas wanita itu membuat Darren menatap wanita itu dengan jengah.


"Maaf, tapi kan.."


"Pergi dari sini terus jangan ganggu aku lagi, bisa gak? Muak banget liat wajah Lo setiap hari." Celetuk Darren membuat wanita itu terdiam.


"Isshh, Darren!" 

__ADS_1


"Sama pergi, atau mau gue siram pake air sabun heh? Biar licin tuh otak!"


Wanita itu pun langsung pergi kucar kacir masuk ke kamar nya, Darren hanya melihat punggung wanita itu masuk ke dalam rumah miliknya. 


"Bagus ya kamu.."


"Apa? Kok aku sih.."


"Bagus ya, janda pirang itu di layanin aja terus. Kamu suka sama dia ya?" Tanya Sherena membuat Darren menganga. 


"Tidak, tidak, mana ada. Aku udah punya kamu yang cantik, mana masih segel lagi, selain itu baik juga pintar masak. Mau nyari yang kayak gimana lagi aku? Kamu aja sudah lebih dari cukup, sayangku." Jawab Darren membuat Sherena ingin sekali menyudahi drama yang dia buat sendiri itu.


"Benarkah? Bukan nya cowok itu kebanyakan suka kurang hanya dengan satu wanita?"


"Ya, memang ada beberapa pria yang seperti itu, sayang. Tapi bukan artinya semua pria sama, tidak sama sekali. Ada yang tulus mencintai wanita nya secara apa adanya, bukan melihat berdasarkan fisik saja, tapi juga melihat dari lubuk hati nya, sayang." Jelas Darren, membuat Sherena tersenyum kecil. 


Harusnya dia senang bukan? Dia adalah gadis yang beruntung karena memiliki Darren sebagai pria nya. Sudah tampan, baik hati, kaya dan tidak sombong. Pokoknya dia benar-benar tipikal pria idaman dan calon suami yang baik. Fiks no debat.

__ADS_1


.....


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2