
"Oke, semangat Sher. Lo pasti bisa." Gumam Sherena. Ya, hari ini adalah hari pertama dia ujian akhir. Gadis itu berjalan bersama teman-teman nya.
"Lo belajar gak sih semalem?" Tanya Meysa.
"Belajar lah, ya kali enggak." Jawab Arin, mereka sedang berjalan pelan ke ruangan ujian.
"Gue ketiduran, sumpah ngantuk banget semalam." Jawab Meysa sambil menundukan kepala nya.
"Sama, gue juga." Jawab April, dia juga lupa belajar semalam karena ketiduran.
"Hmmm, kalian pada kenapa dah? Kok kompak ketiduran?" Tanya Sheren, dia tersenyum begitu melihat wajah teman nya yang murung karena tak belajar semalaman.
"Gak tahu, gue sih habis makan bakso, jadi ke kenyangan." Celetuk Meysa membuat ketiga teman nya kompak tertawa. Ya gini, kalau perut lapar belajar juga gak bakalan fokus. Tapi kalau perut kenyang, sudah bisa di pastikan mata akan mengantuk dan akhirnya ketiduran.
"Gue ada tips biar gak ketiduran pas belajar." Ucap Sherena membuat wajah ketiga nya semringah seketika.
"Apaan tuh?" Tanya ketiga nya kompak.
__ADS_1
"Buset, kompak amat kayak paduan suara." Ucap Sherena sambil tertawa pelan.
"Jadi, rahasia nya apaan? Cepetan dong, jangan bikin penasaran." Tanya April.
"Kalau kalian laper, jangan makan. Itu aja sih."
"Yee, kirain apa. Yang bener kali kalo ngasih tips, bercanda amat Lo." Ucap Meysa sambil mencebik begitu mendengar ucapan sahabat nya yang terdengar agak sedikit kurang masuk akal bagi nya.
"Iya, kalo kita gak makan nanti mati dong. Gue gak mau mati muda njir, gue masih perawaan. Belom ngerasain nikmat nya surga dunia." Celetuk Arina membuat ketiga teman nya kompak menatap gadis itu dengan tajam. Arina salah tingkah dan memilih memalingkan wajah nya ke sembarang arah, lagian ada-ada saja gadis yang satu ini.
"Ngantuk." Jawab ketiga nya berbarengan lagi.
"Nah, gue ngakalin nya itu makanan di ganti sama cemilan. Tapi jangan ciki, sama aja bikin ngantuk plus gak sehat. Jadi ganti pake buah, ngemil buah selain enak dan bikin mata seger, sehat juga." Jelas Sherena, membuat ketiga nya manggut-manggut mengerti.
"Kalian lucu deh kalo kompakan gini." Celetuk Sherena sambil tertawa, sedangkan ketiga teman nya malah saling menyalahkan satu sama lain karena bisa barengan begitu pasti ada yang ikut-ikutan. Padahal semua nya refleks saja, tak ada unsur kesengajaan.
Ke empat gadis itu duduk-duduk di depan kelas, sesekali Sherena membuka buku pelajaran nya dan tak lama kemudian bel berbunyi. Para murid pun masuk ke kelas dan duduk sesuai nomor absenan, Sherena merasakan kegugupan saat ini.
__ADS_1
"Oke, Lo pasti bisa, Sher. Jangan malu-maluin ya, ayo pasti bisa." Gumam Sherena. Dia pun memulai membaca soal-soal yang cukup rumit itu dan mengisi jawaban nya satu persatu.
Dia jam berlalu, Sherena bernafas lega karena akhirnya waktu ujian nya selesai. Untuk hari pertama ini, semua nya berjalan dengan lancar. Bahkan Sherena tidak merasa kesulitan sedikit pun, tapi entahlah kalau ternyata hasil nya malah mengecewakan. Tapi semoga saja tidak, dia berharap kalau hasilnya memuaskan.
"Gimana nih? Gampang-gampang banget gak sih soal nya."
"Gak usah nyepelein, Mey. Lo bisa bilang kayak gini sekarang, eeh tau-tau nya nilai nya jelek kan malu." Ucap Meysa sambil terkekeh.
"Gue juga ngerasa gak ada kesulitan sih, tapi ya kita liat aja gimana hasilnya nanti. Semoga aja gak mengecewakan." Ucap Sherena, sambil memainkan pensil bekas dia mengisi jawaban di kertas tadi di tangan nya.
"Gak sabar gue pengen lihat jawaban nya."
"Sabar, kita ujian baru hari pertama. Masih ada tiga harian lagi, semangat. Yok kita belajar mati-matian, biar hasilnya juga gak mengecewakan." Ucap Sherena, ketiga teman nya pun mengangguk mengiyakan. Setelah selesai dengan obrolan itu, ke empat nya pun berpisah karena pulang ke rumah masing-masing. Karena ujian, jadi mereka bisa pulang lebih awal sekarang.
......
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1