Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 78 - Menitipkan Sherena


__ADS_3

"Tolong jaga Sherena selama beberapa hari ini, Darren." Ucap Arya yang membuat Darren terkejut bukan main. 


"Tapi.."


"Papa percaya sama kamu, kamu adalah pria yang baik. Makanya Papa takkan khawatir jika meninggalkan Sherena bersama mu." Jelas Arya, membuat Darren semakin terkejut saja di buat nya.


Fakta nya, dia tidaklah sebaik itu. Dia adalah pria yang normal, memiliki nafsuu dan hasraat terhadap wanita. Lalu sekarang, Arya ingin menitipkan Sherena pada nya selama beberapa hari? Bukan kah itu sama saja dengan mengumpankan ayam pada elang? Ya jelas akan di sambar kan.


"Tapi, saya tidak sebaik itu, Pa." Lirih Darren.


"Kalau semisal kamu kebablasan, pasti kamu akan mempertanggung jawabkan perbuatan mu kan? Lagi pun, kalian akan menikah seminggu setelah Sherena lulus sekolah, bukan?" 


Darren benar-benar tidak percaya kalau Arya akan mengatakan hal semacam ini, hal ini benar-benar tidak di sangka oleh Darren. Dia tidak menyangka akan mendengar hal ini dari mulut Arya secara langsung. Jelas, secara gamblang dia memberikan lampu hijau kalau dia melakukan hal itu pada putri nya. 


Tapi, Arya juga mengatakan hal ini bukan karena tanpa alasan. Dari pada Sherena murung dan merasakan sakit karena perkataan ibu nya, ada baiknya dia menitipkan Sherena pada Darren. Setidaknya, putri nya akan aman jika dia bersama orang yang tepat. 


"Bagaimana?"


"Kalau Papa percaya sama Darren, ya boleh-boleh saja, tapi bagaimana tanggapan Mama juga Sherena nya sendiri?"


"Biar Papa yang bicara, besok sore Papa akan berangkat kesana." Jelas Arya, Darren menganggukan kepala nya. 


"Sheren belum turun lagi?" Tanya Arumi sambil melihat ke arah tangga. 

__ADS_1


"Belum, Ma. Seperti nya mandi belum selesai, soalnya kalau perempuan kan suka lama mandi nya." Jawab Arya.


"Hmmm, susulin gih." 


"Sama Papa?"


"Enak saja, sama Darren aja." Ucap Arumi, Darren pun terkekeh lalu beranjak dari duduknya dan dia pun menurut untuk mengajak Sherena segera turun karena sudah saat nya makan malam.


Darren membuka pintu nya, terlihat Sherena sedang kesulitan memakaikan batok kelapa nya. Pria itu tersenyum, dengan cepat dia memeluk tubuh polos sang gadis dari belakang. 


"Wow, pemandangan yang sangat indah." 


"K-kok kamu bisa disini?"


"Gak sopan kamu main masuk aja ke kamar anak gadis orang!" Ketus Sherena sambil menahan tangan Darren yang sudah mulai merayap kemana-mana. 


"Lagian pintu nya gak di kunci, lain kali di kunci. Kalau kayak gini, sama aja kayak kamu ngasih kesempatan serigala buat datang nerkam kamu." 


"Tapi aku gak nyangka kalau kamu bakalan masuk, sayang." Jawab Sherena, terdengar seperti rengekan bagi Darren. 


"Hahaha, ya sudah cepatlah berpakaian keburu aku gak kuat. Ini aja si dedek udah bangun, tuh." 


"Sensitif banget si dedek, gitu doang juga langsung bangun." Celetuk Sherena seolah tanpa dosa. Dia menaikan kembali handuk dan menyimpul nya. 

__ADS_1


"Tanda nya dia masih layak pakai, sayang."


"Dih, layak pakai katanya." Sherena tertawa sambil masuk ke dalam ruang ganti dan menutup pintu nya.


Beberapa menit kemudian, kedua nya keluar dari kamar dengan menuruni satu persatu anak tangga dengan hati-hati. 


"Kalian sudah turun, duduklah sayang." Ucap Arya, Sherena pun menurut dan duduk berhadapan dengan kedua orang tua nya. 


"Ada apa? Kayak nya keliatan serius banget."


"Besok sore, kami harus pergi ke luar kota karena nenek kamu sakit keras. Kamu mau ikut?" Tanya Arya, dia ingin memastikan apa putri nya akan ikut atau tidak. 


"Tidak, Papa tahu sendiri bagaimana nenek memperlakukan aku. Aku gak mau kena mental apalagi hati aku sekarang lagi rapuh. Tapi, aku disini sama siapa?"


"Ada Darren, kamu aman bersama nya." Ucap Arya, membuat Sherena terhenyak. Artinya, orang tua nya akan meninggalkan nya bersama Darren disini?


"Bagaimana?" 


"Yaudah kalo itu emang sudah keputusan Mama sama Papa, dari pada aku ikut kesana bikin nyesek mendingan aku disini aja." 


"Baguslah kalau begitu." 


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2