
Sore hari nya, Sherena pulang ke rumah dengan hati yang berkecamuk. Jujur saja, setelah bicara dengan teman-teman nya tadi, hati nya berdebar. Apakah dia harus memberikan hal itu pada Darren sekarang atau menolak dan memberikan nya setelah mereka resmi menikah.
"Hai, sayang.." Sapa seseorang yang membuat Sherena mendongak seketika, dia hafal benar suara siapa itu dan benar saja, dia tersenyum lebar lalu menghambur sosok pria yang sangat dia rindukan, siapa lagi kalau bukan Darren.
Pria itu baru saja pulang dan langsung bertamu ke rumah calon mertua nya, karena dia sudah sangat merindukan sang kekasih. Tapi ternyata Sherena belum pulang, jadi nya dia memilih menunggu dengan sabar hingga sang gadis pulang.
"Kangen banget sama kamu, sayang." Ucap Darren lirih sambil memeluk erat tubuh berisi gadis nya, dia juga melayangkan beberapa kecupan mesra di puncak kepala Sherena.
"Apalagi aku, kangen berat sama kamu. Katanya pulang nya tuh besok, kok sekarang udah disini?" Tanya Sherena, dia mendongak menatap gadis cantik nya. Darren tersenyum lalu membingkai wajah Sherena lalu mengecup singkat bibir kemerahan sang gadis dengan mesra.
"Kejutan, sayang." Jawab Darren membuat Sherena mencebik.
"Aaaaa kangen nya.." Rengek Sherena, dia kembali menenggelamkan wajah nya di dada bidang Darren dengan menduselkan wajah nya, membuat tubuh Darren menegang karena sensasi yang di timbulkan dari gesekan itu benar-benar luar biasa, membuat jiwa kelelakian nya bangkit seketika.
"Sama, aku juga kangen sama kamu."
"Udah dulu kangen-kangenan nya, mandi dulu sana bau asem. Gak malu apa peluk-peluk pacar tapi belum mandi?" Sindir Arumi, membuat Sherena langsung melerai pelukan nya. Dia pun cengengesan lalu berpamitan sebentar untuk mandi dan berpakaian.
__ADS_1
"Nak Darren, ini kopi nya. Di minum ya."
"Terimakasih, Ma. Repot-repot aja bikinin kopi segala."
"Gapapa kok, gak repot sama sekali." Jawab Arumi sambil tersenyum kecil. Darren pun menerima kopi nya dan menyeruput nya secara perlahan.
Tak lama, Arya masuk dengan wajah datar nya. Seperti nya dia kelelahan setelah bekerja seharian ini, wajah nya nampak kusut dengan garis wajah yang terlihat benar kalau dia sedang memiliki masalah.
"Ehh, sudah pulang?" Tanya Arya, begitu melihat Darren, wajah kuyu nya seketika berubah cerah. Entah apa yang membuat ekspresi wajah pria paruh baya itu berubah begitu melihat Darren ada disana.
"Sudah, pa. Baru saja, langsung kesini soalnya kangen sama Sheren." Jawab Darren sambil tersenyum kecil.
"Apa kabar? Seminggu gak ketemu, pangling lihat kamu."
"Baik kok, Pa. Papa sendiri bagaimana kabar nya?" Tanya Darren balik.
"Ya, seperti yang kamu lihat kalau Papa juga baik. Hanya saja ya, ada hal yang membuat hati Papa tidak baik sekarang ini." Jelas Arya, membuat kening Darren mengernyit.
__ADS_1
"Ada apa, Pa? Ada masalah dengan perusahaan, barang kali Darren bisa bantu." Ucap Darren menawarkan diri.
"Tidak, bukan tentang perusahaan."
"Lalu?"
"Nenek nya Sherena sakit keras di luar kota, Papa harus kesana sama Mama. Tapi kalau Papa bawa Sherena, Papa takut dia akan merasakan banyak rasa sakit yang akan membuat nya tersinggung." Jelas Arya, membuat Darren berpikir keras. Apa hubungan nya memang nya?
"Hubungan Sheren dan Nenek nya memburuk sejak lama, karena Sherena menganggap kalau Nenek nya itu terlalu pilih kasih. Juga, dulu pernikahan Papa sama Mama tidak di restui oleh nya. Jadi kamu pasti mengerti kan, apa maksud Papa."
Darren menganggukan kepala nya mengerti, tapi apa yang harus dia bantu kalau begini? Dia tidak ingin terlibat dalam masalah keluarga seperti ini.
"Jadi, apa yang bisa Darren bantu, Pa?"
"Tolong jaga Sherena selama beberapa hari, Darren."
.......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻