
"Boleh, aku beliin sama toko nya aja sekalian kalau begitu. Biar tas nya ganti-ganti terus setiap hari." Jawab Darren membuat Sherena menganga.
"Gak usah, aku cuman pengen satu tas doang."
"Yaudah sih, kita beli sekarang." Ajak Darren, dia pun mengemudikan kendaraan nya itu ke sebuah mall. Demi sogokan, Darren rela merasakan lutut nya lemas karena menemani gadis nya berkeliling untuk membeli barang-barang yang dia inginkan.
Ehhh tau nya, setelah berkeliling malah tidak ada yang cocok dan pada akhirnya pilihan nya akan kembali pada baranh yang pertama kali dia lihat. Nah kan, itu sebenarnya sudah cukup menguras emosi, tapi untung nya kesabaran Darren memang setebal dompet nya. Jadi semua nya aman terkendali.
Sesampai nya di mall, Sherena dan Darren pun turun. Gadis itu menarik-narik tangan sang kekasih dengan antusias, karena sebentar lagi tas yang dia inginkan akan dia miliki. Teman-teman nya sudah punya semua, mereka membeli nya dari uang orang tua masing-masing. Kecuali Arina, karena dia mendapatkan tas itu dari Marvin.
Sherena juga bisa saja meminta pada orang tua nya, tapi dia tidak melakukan nya karena merasa tidak enak. Untuk biaya sekolah nya saja pasti membludak, apalagi sekarang dia akan perpisahan dalam waktu dekat. Pasti akan banyak anggaran dari sekolah yang harus di bayar oleh wali murid.
"Yang mana, sayang? Pilih saja, ambil yang kamu suka dan kamu inginkan." Ucal Darren, membuat Sherena menatap takjub ratusan tas yang berjejer rapi di etalase dengan harga yang cukup mahal untuk barang branded seperti ini.
"Permisi, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang staff dengan ramah.
"Mbak, saya mau tas yang seperti ini. Apa masih tersedia?" Tanya Sherena sambil menunjukkan gambar tas yang sedang dia inginkan.
"Ada, Nona." Jawab staff itu membuat Sherena tersenyum lebar.
"Saya boleh melihat nya?"
__ADS_1
"Tentu saja, Nona. Mari ikut saya." Jawab staff itu dengan ramah. Sherena dan Darren pun mengikuti staff itu, dia menunjukkan tas yang di inginkan oleh Sherena yang tersedia dalam beberapa warna.
"Sayang, aku bingung.." Rengek Sherena membuat Darren tersenyum kecil.
"Bingung apa nya hmmm?" Tanya Darren, dia mengambil salah satu tas dan menyentuh bahan nya, benar-benar lembut dan lentur. Ya, ada harga ya pasti ada barang. Kalau mau yang bagus, berarti harus siap mengeluarkan banyak uang.
"Yang hitam atau yang biru ini, sayang?"
"Kedua nya bagus kalau kamu yang mengenakan nya, sayang." Jawab pria itu sambil tersenyum smirk, membuat wajah Sherena merona seketika.
"Jadi, aku harus beli yang mana dong? Kedua nya bagus, aku suka soalnya. Jadi bingung sekali mau pilih yang mana." Lirih Sherena membuat Darren langsung mengambil kedua tas itu dan membawa nya ke kasir.
"Baik, Tuan." Jawab staff itu, membuat Sherena melotot. Membeli dua tas branded sekaligus? Wah, mantul.
"Sayang, tapi.."
"Kalau bisa beli kedua nya, kenapa harus memilih satu, hmm?" Tanya Darren membuat Sherena pun pasrah, kalau untuk masalah ini dia tidak berani melawan Darren. Dia akan sangat menakutkan kalau sedang marah.
"Hufftt, baiklah." Jawab Sherena, dia pun menarik tangan Darren ke kasir untuk pembayaran. Setelah selesai dengan urusan tas, kini pasangan kekasih itu tengah berada di tujuan pertama mereka datang ke mall ini. Yaps, es krim green tea kesukaan Sherena.
Darren datang membawa satu cup es krim green tea untuk Sherena dan gadis itu langsung memakan nya dengan lahap sambil sesekali mengobrol mesra ala sepasang kekasih lain nya yang nampak romantis.
__ADS_1
"Setelah es krim nya habis, kita langsung pulang ya?"
"Oke, sayang." Jawab Sherena, dia pun memakan es krim nya dengan anteng. Sesekali juga dia menyuapi Darren dengan es krim favorit nya itu, pria tampan itu juga dengan senang hati menerima nya, meksipun sebenarnya Darren tidak terlalu menyukai es krim karena akan membuat gigi nya ngilu. Tapi, dia tidak mungkin menolak saat Sherena menyuapi nya, jadi dia menerima nya dengan senang hati. Lagipula kalau hanya makan sedikit itu tidak akan masalah.
Setelah menghabiskan es krim nya, Sherena pun pulang bersama Darren. Jujur saja, saat ini Sherena sedang di landa kegugupan. Bagaimana tidak gugup coba, beberapa jam lagi dia akan menyerahkan kehormatan nya pada Darren untuk menepati janji nya.
"Ehmm, sayang.."
"Iya, kenapa sayang?" Tanya Darren, pria itu melirik sekilas lalu kembali fokus mengemudikan kendaraan roda empat nya itu.
"Apa itu rasa nya sakit, sayang?" Tanya Sherena, membuat Darren terkekeh.
"Sedikit, tapi setelah itu akan terasa sangat nikmat, sampai aku yakin kalau kamu gak bakalan berhenti melenguuhkan nama ku." Jawab Darren dengan senyum nakal nya. Sherena sendiri sudah memerah wajah nya, dia benar-benar takut untuk melakukan itu. Apalagi ini adalah pertama kali nya.
Kata teman-teman nya yang sudah melakukan first making love, mereka mengatakan kalau hal itu sangat sakit tapi benar kalau hal itu akan terasa sangat nikmat setelah beberapa lama hingga lubang yang baru di tembus itu terbiasa dulu.
'Astaga, semoga saja besok aku masih bisa berjalan.' Batin Sherena. Entahlah, dia benar-benar akan memberikan hal itu pada Darren dan menepati janji nya, tapi dia juga yang ketakutan sendiri kan? Lucu juga Sherena ini, padahal nanti dia juga bakalan doyan kok.
......
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1