
Tak berapa lama kemudian, akhirnya mobil yang di kendarai oleh Arya pun berhenti di sebuah warung bakmi kesukaan Sherena, gadis itu bersorak kegirangan lalu turun dengan langkah ceria nya, membuat Arumi dan Arya kompak menggelengkan kepala mereka.
"Kelakuan anak kamu tuh, denger makanan aja langsung kesenengan." Ucap Arya pada istri nya.
"Enak aja anak aku, anak kita lho itu, Pah. Kita bikin nya pake kerja sama, ya kali aku doang bisa hamil."
"Haha, kamu ini." Arya terkekeh begitu mendengar ucapan istri nya. Ada-ada saja memang, pantesan Sherena agak sering bertigkah konyol, ternyata turunan dari ibu nya. Jadi jangan heran lagi.
Kedua nya pun menyusul Sherena yang sudah lebih dulu masuk, benar kata Arya kalau masalah makanan, apalagi itu makanan kesukaan nya, pasti Sherena gerak cepat.
Saat Arumi dan Arya masuk pun, Sherena sudah duduk manis di salah satu meja sambil menunjuk-nunjuk buku menu memilih menu apa saja yang dia inginkan hari ini.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya makanan pesanan Sherena pun datang. Gadis itu makan dengan lahap, beginilah Sherena. Kalau dia sedang bad mood lari nya pasti ke makanan. Tapi aneh nya, tubuh Sherena kecil-kecil saja bahkan bisa di bilang bodygoals padahal dia makan banyak.
"Enak, sayang?"
"Gak perlu di tanya lagi, Ma. Dia makan nya rakus kayak gak di kasih makan seminggu." Celetuk Arya membuat putri nya itu mendelik.
__ADS_1
"Hahaha, maaf sayang. Papa hanya bercanda kok."
"Bercandaan nya gak lucu." Ketus Sherena sambil kembali melanjutkan makan nya dengan lahap.
"Makan yang banyak ya, biar ujian nya makin semangat." Ucap Arumi, Sherena menganggukan kepala nya.
"Kapan mulai ujian nya, sayang?" Tanya Arya.
"Lusa." Jawab Sherena singkat.
"Sheren sih ada dua pilihan, Ma. Universitas bina bangsa, atau enggak ya jadi ibu rumah tangga aja." Jawab Sheren membuat Arumi membulatkan kedua mata nya, sedangkan Arya yang sedang minum langsung tersedak begitu mendengar jawaban putri nya.
Uhuk.. uhuk..
Arumi mengulurkan air minum dan menepuk-nepuk tengkuk suami nya, agar batuk nya berhenti. Setelah batuk nya mereda, Arya menatap putri nya yang terlihat tenang-tenang saja.
"Apa yang kamu katakan, Nak? Menjadi ibu rumah tangga saja?"
__ADS_1
"Iya, katanya Om Darren mau nikahin Sheren setelah lulus sekolah nanti." Jawab Sherena, membuat kedua orang itu saling melempar tatapan mereka. Pasal nya, Darren belum mengatakan niat nya ini pada mereka. Baru pembicaraan antara Darren dan Sherena seperti nya.
"Tapi, pendidikan kamu juga harus selesai, sayang." Ucap Arumi.
"Hmmm, gapapa kok. Kalau semisal Sherena emang nikah sama Om Darren kan masih bisa kuliah. Bukan nya boleh ya kalau kuliah udah nikah?" Tanya Sherena serius.
"Iya sih, boleh."
"Yaudah, liat aja ke depan nya nanti. Kalau memang Sheren udah berjodoh sama yang sekarang ya berarti kita bakalan nikah nanti, tapi kalau tidak ya gapapa. Sheren bakal menempuh pendidikan sampai selesai saja." Jawab Sherena sambil tersenyum kecil.
Sherena pun kembali melanjutkan acara makan nya dengan lahap. Dia sama sekali tidak mengurangi nafssu makan nya setelah membicarakan hal yang cukup sensitif.
'Ya Tuhan, kalau memang Darren jodoh ku, dekatkan dia dan jadikan dia adalah pria yang terakhir bagiku. Tapi, jika memang dia adalah jodoh orang, maka aku juga orang.' Batin Sherena.
.......
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1