Mengejar Cinta Om Duda Keren

Mengejar Cinta Om Duda Keren
Bab 84 - Makan Malam Bersama


__ADS_3

Sesampai nya di rumah, Sherena masuk ke dalam rumah nya. Dia mengambil tas, beberapa keperluan lain nya untuk menginap di rumah sang kekasih. Darren juga menunggu di ruang tamu sambil menunggu sang gadis. 


Sherena memasukan piyama dan juga tangtop ketat yang biasa dia gunakan saat akan tidur. Dia juga membawa hot pants miliknya untuk tidur nanti, untuk berjaga-jaga dia juga membawa piyama nya. 


Tak lama kemudian, Sherena turun dari kamar nya dengan membawa tas nya. Darren langsung tersenyum saat melihat wajah cantik sang gadis yang terlihat seperti sedang gugup. 


"Sudah, sayang?"


"Iya, sudah. Yuk, kita ke rumah kamu sekarang." Ajak Sherena, dia pun menggandeng lengan Darren dengan mesra dan kedua nya pun pergi meninggalkan rumah yang cukup besar itu. 


Kedua nya berjalan beriringan, lalu Darren membuka pintu terlebih dulu dan Sherena mengekor di belakang tubuh tinggi, besar sang kekasih. 


"Kamu bersih-bersih dulu gih, nanti turun buat makan malam." Ucap Darren, Sherena menganggukan kepala nya.


"Iya, sayang. Menu makan malam nya apa, yang?" Tanya Sherena sambil tersenyum kecil. 


"Hmm, spaghetti carbonara. Bagaimana, kamu suka?"


"Suka banget, pake udang. Oke?" Tanya Sherena, seperti nya dia lupa kalau Darren alergi dengan udang.


"Sayang, aku alergi udang."


"Astaga, maafkan aku, sayang." 


"Tidak apa-apa, lupa itu manusiawi. Kalau kamu lupa, aku yang akan mengingatkan. Jadi, bagaimana kalau spaghetti nya pake scallop saja?" Tanya Darren, Sherena menganggukan kepala nya dengan cepat. 


"Iya, sayang. Lebih enak scallop di banding udang, hehe."


"Ya sudah, sana mandi dulu." 


"Oke, sayang ku. Sun dulu dong." Pinta Sherena sambil memonyongkan bibir nya. Darren terkekeh lalu dengan cepat mencaplok bibir Sherena. 

__ADS_1


"Nah, sudah. Sana mandi, atau mau mandi bareng atau mau aku mandiin hmm?"


"Enggak isshh, aku dah gede gak usah di mandiin." Jawab Sherena, dia pun pergi ke lantai atas dimana ada kamar Darren disana. Gadis itu membuka tas nya, lalu masuk ke kamar mandi dengan membawa handuk milik Darren. Sekalian, dia juga membawa saja pakaian ganti nya ke kamar mandi. 


Tangtop ketat berwarna hitam dengan hot pants berwarna abu-abu menjadi pilihan nya. Dia tak bermaksud untuk menggoda, tapi ya kalau Darren tergoda biarlah dia derita nya. Lagi pun, hanya beberapa menit lagi dia akan menyerahkan hal itu pada Darren. 


Sherena membersihkan tubuh nya dengan air hangat. Setelah di rasa cukup, dia pun keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian itu. Gadis itu keluar dari kamar begitu mencium aroma yang membuat perut nya kelaparan. 


"Wangi sekali, sayang." Ucap Sherena, dia memeluk tubuh Darren dari belakang. Gadis itu menyandarkan kepala nya di punggung tegap sang pria. 


"Apa yang wangi? Aku atau masakan nya?"


"Kamu wangi, masakan nya juga wangi, sayang." Jawab Sherena sambil terkekeh. 


"Hmm, apa kamu masih bisa mencium aroma tubuh ku? Padahal aku sedang memasak, apa bau nya tidak bercampur?" Tanya Darren, dia melirik sekilas ke arah sang gadis yang sedang bermanja di punggung nya.


"Tentu saja, wangi tubuh mu berbeda. Jadi aku masih bisa mencium nya meskipun kamu sedang memasak." Jelas Sherena, membuat Darren terkekeh. 


"Tidak, tapi kalau kamu tergoda ya gapapa. Lagian kan kita.."


"Haha, iya sayang. Duh, jadi gak sabar deh pengen nerkam kamu." Jelas Darren membuat tubuh Sherena menegang dan pria itu melihat jelas perubahan ekspresi tubuh gadis cantik itu.


"Sudah, tidak perlu tegang seperti itu, sayang ku. Aku jamin kamu akan ketagihan."


"Benarkah? Awas ya kalau sakit." 


"Sakit sebentar pas mau masuk nya doang, setelah nya akan terasa nikmat." Jelas Darren membuat Sherena terkekeh. 


"Baiklah, sekarang mari kita makan." Ajak Darren, dia memindahkan spaghetti nya ke piring dan meletakkan nya di atas meja. Sherena melepaskan pelukan nya, lalu duduk manis di kursi yang masih kosong dan kedua nya pun menyantap spaghetti itu dengan lahap. 


"Enak, sayang?"

__ADS_1


"Iya, enak sekali. Aku menyukai nya, ternyata kamu bisa memasak juga ya?" 


"Haha, kamu meremehkan aku, sayang? Aku terbiasa hidup mandiri, mau tidak mau aku di tuntut untuk bisa memasak sendiri." Jelas Darren sambil tersenyum kecil. 


"Maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud untuk meremehkan kamu, sayang."


"Iya, tidak apa-apa sayang. Lagi pun, aku sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan mu. Santai saja." 


"Hmm, tapi nanti setelah kita menikah. Kamu tidak perlu repot-repot untuk memasak, karena ada aku yang akan memasak untuk mu dan melayani mu dengan baik sebagai istri." Ucap Sherena membuat Darren tersenyum manis. Apa yang di ucapkan Sherena memang benar, dia tidak perlu susah-susah untuk memasak karena ada Sherena yang akan mengurus semua kebutuhan nya nanti, jika mereka sudah resmi menikah.


"Aku tak sabar untuk menikahi mu, sayang."


"Tahan dulu, aku akan lulus tidak lama lagi." Jelas Sherena sambil tersenyum kecil.


"Ya, baiklah. Aku akan menunggu dengan sabar, karena kamu sangat layak untuk aku tunggu." Jawab Darren membuat wajah Sherena merona seketika. 


"Baiklah, kalau begitu kita makan lagi." Darren mengangguk dan mereka pun melanjutkan acara makan nya dengan tenang, kali ini tidak ada lagi obrolan-obrolan yang terdengar, hanya sesekali bunyi denting garpu yang beradu dengan piring. 


Beberapa menit kemudian, kedua nya pun sudah selesai dengan acara makan malam nya. Sherena langsung mencuci piring dan peralatan yang di pakai oleh Darren untuk memasak tadi di wastafel, sedangkan Darren sudah duduk santai di ruang tamu sambil menonton televisi. 


Tak lama kemudian, Sherena sudah selesai dengan pekerjaan nya dan memutuskan untuk menyusul sang kekasih. 


"Sudah selesai, sayang?" Tanya Darren, dia menatap gadis nya dari atas hingga ke bawah, membuat Sherena kembali merasakan kegugupan.


"Sudah, kok."


"Kemarilah dan duduk disini, sayang."


...,.


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2