Menikah Dini

Menikah Dini
Wellcome to Sidney


__ADS_3

Pesawat yang ditumpangi Abimana dan Safira telah mendarat di bandara Sydney Kingsford Smith Airport (SYD). Para penumpang bersiap untuk turun dari pesawat.


"Duh, si Reynold mana ni pa?" gerutu Sarfira pada suaminya.


"Bentar ma,papa telpon dulu," jawab Abi sambil menelpon seseorang.


Baru saja Abi mencoba menelpon "PA, MA, DISINI," teriak seorang pria sambil melambaikan tangannya.


"Akhirnya dia datang juga," Abi dan Safira menghembuskan nafas lega.


"Maaf pa,ma, aku telat tadi aku lagi selesai meeting di kantor," ucap Reynold sambil memanggil supir membawakan koper kedua orang tuanya.


"Wah, jagoan papa sekarang udah bisa ngurusin kantor," puji Abimana pada anaknya.


"Iya pa,tadi ada perusahaan mau ngadain kerjasama untuk konstruksi proyek pembangunan apartemen dan aku baru aja menangin tendernya pa," jelas Reynold merasa bangga dan yakin pada perkataannya.


"Hebat kamu, mama dan papa salut," puji safira sambil memeluk bangga anaknya. "Siapa dulu dong papanya, Abimana?" sanjung Reynold pada papanya. Membuat Abimana terkekeh.


Melihat sikap anaknya yang mulai mempunyai rasa tanggung jawab pada perusahaan yang didirikannya. Abimana semakin yakin mencalonkan Reynold Bastian sebagai Presdir di Abimana Grup perusahaan yang dikelolanya selama bertahun-tahun.


Di perjalanan menuju apartemen...


"By the way kamu udah dapat calon menantu buat mama belum ni?" tanya Safira pada anaknya.


"Ah mama baru aja datang malah nanya calon menantu" Reynold sedikit kesal dengan pertanyaan mamanya.


"Ya, secara kamu tuch ganteng, pinter, mapan dan calon presdir lagi. Cewe mana sich yang ga bakal kepincut sama kamu," sambung Safira menggoda anaknya. "Udahlah ma, untuk saat ini aku mau ngurus perusahaan dulu. Soal calon menantu  mama nanti aja dech dibahas." Reynold mengalihkan pembicaraan.


Selama ini Reynold tidak pernah dekat dengan wanita manapun, karena Reynold belum ingin menikah cepat. Sewaktu di kampus pun banyak wanita yang mengejarnya tapi Reynold tidak menggubris mereka. Sekarang Reynold lagi semangat meniti karirnya dan memfokuskan pikirannya untuk tender berikutnya.


"Eh iya pa, ma, Lyora gimana kabarnya?" "Adik kamu baik-baik aja. Cuma kayaknya akhir-akhir ini dia ada saingan di sekolahnya," cerita Safira.


"Oh ya, memangnya siapa ma?" Selidik Reynold. " itu anak saingan bisnisnya papamu. Adi Bagasakara" Safira melirik suaminya.


"Siapa namanya ma?" Reynold mulai penasaran.

__ADS_1


"Silvia Anastasya. Panggilannya Silvi, dia satu kelas sama Lyora" jawab Abimana. Reynold menganggukkan kepalanya. Merasa penasaran, Reynold mencoba membuka instagramnya dan mencari tahu tentang nama yang disebutkan papanya. Ketemu, cantik juga, tapi sayang masih bocil kalau seumuran pasti gue pacarin. Gumam Reynold tersenyum manggut-manggut sambil memperhatikan wajah Silvi dengan saksama dilayar tabletnya.


"Eh iya pa, tumben tuch anak kesayangan mama ga minta ikut. Biasanya kan selalu ngintilin terus?" tanya Reynold pada papanya.


"Sebenarnya mama sama papa datang ke sini mau merayakan annyvesarry sambil honeymoon  yang ke 25 tahun, makanya ga bawa Lyora. Tetap juga sambil ngurusin perusahaan. Kamu juga besok siapin diri kamu ya" Reynold menganggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang diucapkan papanya.


***


Pagi hari Reynold bersiap-siap ke kantor. "Hai ma, pa," sapanya pada Abimana dan Safira.


"Wah, anak mama udah ganteng aja pagi-pagi begini," goda Safira.


"Iya dong ma, kan bentar lagi mau jadi presdir," kelakar Reynold. "Rey, hari ini papa ke kantor ya, mau liat-liat situasi di kantor. Sekaligus peresmian jabatan kamu," Abimana mengingatkan putranya sambil mengoleskan selai strowbery dirotinya.


"Iya pa, apa mau barengan sama Rey aja?" ajaknya pada Abimana.


"Boleh, kebetulan papa mau bahas masalah proyek baru kita." 


Reynold menganggukan kepala dan menyantap sarapan yang telah dibuat Safira untuknya.


"Itu pa, kita pernah merencanakan buat apartemen di Sidney dekat University of Sydney. Kemarin investornya udah siapin dana 250jt US dolar untuk sewa tanah".


"Wow fantastis. Bagus itu, kalau dekat kampus nanti bakal banyak peminatnya" Abimana berdecak kagum atas usaha anaknya.


"Okay nanti kita urus lissingnya," tukas Abimana.


Setibanya di kantor, para karyawan menyapa mereka.


"Victory, berkas untuk rapat hari ini sudah disiapkan?" tanya Reynold pada manajernya.


"Sudah pak," jawabnya sambil memberikan berkas pada Reynold untuk diperiksa.


"Pak Abimana? Kapan sampai?" Victory kaget melihat bos besarnya ada dihadapannya.


Kemudian menjabat tangan bosnya.

__ADS_1


"Tadi malam, wah. Kamu tambah segar saja," ucap Abimana memperhatikan pria berjambang tipis yang berada dihadapannya itu dengan saksama. "Berkat doa bapak dan teman-teman semua, beginilah keadaanku pak" kelakar Andrew pada bosnya.


Victory Agatha adalah anak dari sahabat Abimana. Yaitu Abraham Agatha dan Fransisca, tapi kedua orang tuanya telah meninggal dunia karena kecelakaan 23 tahun silam, tepat saat Safira baru saja melahirkan Reynold. Keluarga Abraham banyak membantu mengembangkan bisnis perusahaan Abimana Grup. Oleh sebab itu Abimana sangat merasa berhutang budi dengan Abraham dan ketika kabar kecelakaan maut Abraham Agatha bersama istrinya Fransisca. Abimana berjanji kepada keduanya untuk menjaga dan membesarkan Victory sebagai anaknya sendiri. Sekarang Victory berumur 28 tahun sedangkan Reynold 25 tahun. Mereka tumbuh kembang bersama layakanya saudara.


Rapat segera dimulai Abimana selaku CEO perusahaan membuka rapat kemudian diikuti dengan Victory menjelaskan materi rapat dan Reynold menentukan prosedur untuk proyek besar mereka di Sidney. Akhir acara Abimana meresmikan jabatan Presdir kepada Reynold. Rapat yang berlangsung 3 jam itu cukup menguras tenaga dan pikiran. Setelah rapat selesai mereka makan siang bersama. Kemudian menuju ke proyek di Sidney.


"Pak, ini areal yang akan jadi proyek kita. Luas tanahnya lima hektar nanti disini akan kita buat apartemen dengan design itali lengkap dengan pusat perbelanjaan, taman bermain, kolam renang dan restoran."


"Di depan sini akan dibuat taman bunga yang elegan dilengkapi dengan agrowisata. Jadi akan ada penambahan omzet dari pengunjung yang datang dan untuk surat menyuratnya saya sudah hubungi pihak notaris di kota ini," jelas Victory dengan detail.


Abimana menganggukkan kepala merasa puas dengan kinerja Victory yang begitu piawai dalam pekerjaannya. "Gimana pa, papa suka kan dengan proyek kita ini?" Tukas Reynold padanya.


"Okay deal papa setuju. Mana aktanya papa tanda tangani," ucap Abimana bersemangat. Victory mengambil berkas ditas kerjanya lalu memberikannya pada Abimana. Dokumen itu berisikan kontrak kerja dengan para investor dan juga surat menyurat dari notaris yang tertulis secara detail. Tanpa banyak basa-basi dan bertanya Abimana langsung menandatangani dokumen-dokumennya.


***


Hari itu sangat melelahkan, Abimana pulang bersama kedua putranya Reinold dan Victory. Dirumah Safira bersama para ART telah mempersiapkan makan malam dan kejutan untuk suami dan anak-anaknya.


Ketika mereka melangkahkan kaki ke rumah "SURPRISE!!!" seisi rumah menggema.


"Happy Annyversarry sayang," sambut Safira pada suaminya sambil memeluknya. Abimana langsung membalas pelukan istrinya dan mendaratkan kecupan dikening istri tercintanya.


Abimana hampir melupakan hari Annyversarry mereka. Untung saja diperjalanan pulang Abimana telah membelikan kado untuk istrinya dan langsung saja dia memberikan pada istrinya saat itu.


"Hadiah spesial untuk orang spesial" Abimana mengulurkan tangan memberikan hadiah pada istrinya.


"Aaa sayang kamu ga lupa?" Mata Safira berkaca-kaca suaminya tidak melupakan momen terindah mereka.


"Ga lah sayang. Aku udah beli kado buat kamu juga. Buka saja," jelas Abimana sambil mengusap rambut istrinya.


Safira membuka kado dari suaminya dan "cincin ini, wah bagus banget sayang." Mata Safira semakin berkaca-kaca ketika suaminya memberikan cincin berlian blue safier limited edition padanya.


"Wow, papamu romantis juga". Ujar Victory terharu memperhatikan sepasang insan paruh baya yang berada didepannya.


"Ma, dipake dong. Papa udah pesan dari jauh-jauh hari khusus buat mama," pinta Reynold.

__ADS_1


Abimana memasangkan cincin berlian itu dijari manis istrinya. Safira memeluk erat suaminya tanpa bisa berkata-kata saking bahagianya mengingat momen malam bahagia ini.


__ADS_2