Menikah Dini

Menikah Dini
(S2) Menggapai Mimpi


__ADS_3

Lima tahun telah berlalu, Silvi memutuskan untuk kembali melanjutkan pendidikannya yang sempat tertunda. Keinginannya untuk menggapai cita-citanya kembali muncul.


"Mas aku kok kayaknya pengen kuliah ya," ujar Silvi membuka pembicaraan pada sang suami.


"Kenapa? kamu mulai kangen belajar lagi kayak dulu?" pungkas Vico pada sang istri. Dia sangat paham istrinya ini mempunyai banyak cita-cita yang belum sempat terpenuhi.


Vico sendiri tidak merasa keberatan jika Silvi kembali mengejar mimpinya. Secara Silvi masih muda dan baby Anindya juga sudah mulai besar. Sekarang bayi mungil itu telah menjadi seorang anak kecil yang lucu dan menggemaskan.


"Iya mas, aku pikir kita ga bisa mempertahankan hubungan kita sampai sejauh ini dan ternyata keyakinan kita bisa mengatasi semuanya," jelas Silvi pada sang suami. Mata sang mama muda itu mulai berkaca-kaca karena terharu.


Dia tidak pernah menduga dirinya akan menjadi seorang istri sekaligus ibu dari anak kembar. Meskipun dia maupun Vico tidak tahu keberadaan anak kembarnya itu sekarang, namum kehadiran Anindya sedikit mengurangi kesedihannya.


"Kenapa kamu sempat berpikir kayak gitu?" tanya Vico sambil memperhatikan istrinya dalam.


"Mas tahu sendirikan bagaimana menentang hubungan kita, sampai kita hampir saja keluar dari sekolah? tapi keyakinan yang ada didalam hati kita aku ga nyangka kita bisa sejauh ini, " Silvi benar-benar tidak bisa menduga bisa melangkah sejauh ini bersama Vico.


Menjalani bahtera rumah tangga diusia muda tidak mudah. Terlebih jika ego masing-masing masih belum bisa diatasi tapi Vico sangat pengertian terhadapnya membuat Silvi merasa nyaman dengannya.


"Aku bisa mengerti kok tentang kecemasan mama kamu. Jadi bukan masalah besar buatku. Oh ya, kamu rencananya mau kuliah dimana sayang?" Vico begitu bersemangat dengan keinginan sang istri.


"Sebenarnya aku maunya kuliah di Oxford mas, kebetulan sekarang ada dibuka beasiswa, tapi kalau aku berpikir kembali tentang Anindya nanti gimana kalau aku jauh?" cemas Silvi menatap buah hatinya yang sedang asyik bermain.


"Gimana kalau kita pergi ke sana aja?" usul Vico padanya.

__ADS_1


"Mas mau ke Inggris juga?" tanya Silvi lagi.


"Hm, kalau memang ada kesempatan aku mau kuliah juga, nanti kita urus sekolah Anindya di Inggris sekalian," pungkas Vico.


"Iya mas. Kita coba nanti kasih tahu mama sama papa, juga ibu mas," ujar Silvi penuh semangat.


Vico menganggukkan kepalanya. Mereka sangat bersemangat untuk memulai masa depan yang baru.


***


Sementara itu Hans dan Riana sedang menanti kelahiran bayi mereka. Saat ini Riana tengah mengandung lima bulan.


"Sayang, nanti kalau anak kita kembar seperti yang diprediksi dokter kira-kira mau dikasih nama siapa?" Hans sangat bahagia ketika mengetahui mereka akan memiliki bayi kembar.


"Hm, nama yang bagus aku suka itu," ungkap Hans bahagia.


Suatu harapan yang sangat ingin diwujidkan oleh Hans dan Riana memiliki anak kembar sepasang, karena dari sejak pertama dia mengetahui bahwa dirinya memiliki gen kembar, Riana mempunyai firasat akan memiliki anak kembar dan kali ini keinginannya memiliki sepasang bayi kembar.


Mereka begitu bahagia akan mendapatkan bayi kembar. Lantas bagaimana kabarnya baby twins Thalia dan Talisha? Apa mereka baik-baik saja?


***


Seorang pria dan wanita baru saja mengemasi barang-barang mereka. Mereka baru saja pindah rumah.

__ADS_1


"Sayang kenapa kamu tiba-tiba minta pindah rumah? Bukannya shabat kamu itu sudah memberikan rumahnya untuk kita tempati?" tanya sang wanita pada lelaki yang sedang menyibukkan dirinya merapikan rumah baru mereka.


"Aku ga enak sama Harry. Dia udah banyak membantuku. Mulai dari memberi pekerjaan sampai memberikan tempat tinggal. Aku merasa tidak enak kalau terus-terusan bergantung padanya. Mumpung sekarang aku sudah mempunyai tabungan yang cukup banyak jadi aku pikir ada baiknya jika kita memiliki rumah sendiri. Ya walaupun tidak semewah apartemen Harry paling tidak bisa memberikan kenyamanan untuk kita dan anak-anak kita," pungkas Ferdy pada sang istri.


Dia memang telah lama merencanakan untuk memiliki rumah sendiri untuk itu dirinya harus bekerja keras di negeri orang. Fredy harus bekerja dari nol lagi, karena dirinya benar-benar memulai dari awal karirnya hingga akhirnya dia bisa menabung sedikit demi sedikit dan memiliki rumah seperti sekarang ini.


"Benar juga sich yang kamu bilang, aku juga merasa ga enak kalau kita terus-terusan bergantung sama dokter Harry. Terlebih anak-anak juga udah mulai besar. Mereka juga harus masuk sekolah," imbuh wanita itu padanya.


"Apa rencanamu, jika anak-anak mulai sekolah?" Fredy berpikir sejenak sambil meminta pendapat pada sang istri.


Meskipun dia telah menculik baby twins tapi dirinya sangat menyayangi kedua anak itu. Layaknya anak sendiri. Hari-hari Fredy kini dihiasi dengan dua anak kembar itu. Bahkan dia memberikan nama keluarganya dibelakang nama anak-anak itu. Sekarang nama anak-anak itu diganti dengan Erina Daneen – Erum Daneen yang artinya ratu syurga yang cantik.


"Aku rasa aku akan menyekolahkan mereka ditempat yang tidak jauh dari tempat kita bekerja sayang. Supaya kita bisa mengawasi mereka dan kita bisa setiap waktu melihat perkembangan mereka," pungkas wanita itu pada suaminya.


"Baiklah jika itu yang kau mau, akan aku usahakan supaya anak-anak sekolahnya tidak jauh dari tempat bekerja kita," ungkap pria itu sambil mengulas senyum pada sang istri.


"Terimakasih sayang, kamu mau mengerti dengan keinginanku. Aku senang sekali telah memiliki keluarga seutuhnya bersamamu. Berjanjilah kamu akan selalu bersamaku apapu yang terjadi," tukas wanita itu padanya.


"Tentu sayang. Bahkan sampai akhir hayatku tiba, aku hanya ingin bersamamu, melihat tumbuh kembang anak-anak kita, menikahkan mereka dan memiliki cucu-cucu dari mereka. Sungguh kebahagiaan yang sempurna jika semua itu bisa kudapatkan," tutur Fredy sambil merangkul sang istri.


Mila terharu oleh ucapan Fredy tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja. Itu bukan air mata kesedihan tapi air mata kebahagiaan.


Mila sangat bahagia mendapatkan suami seperti Fredy yang begitu pengertian padanya. Meskipun dia tidak pernah tahu ada banyak rahasia yang ditutupi suaminya darinya terutama tentang jati diri anak kembarnya, tapi Mila terlihat bahagia dengan apa yang telah dilakukan pria itu padanya, karena memang apapun yang dilakukannya hanya demi kebahagiaan Mila. Mungkin dia telah berbuat kejahatan dengan menculik bayi Vico dan Silvi tapi itu semua dilakukannya hanya demi mengembalikan kebahagiaan sang istri.

__ADS_1


Benar saja, setelah kehadiran baby twins semangat hidup Mila kembali terlihat. Wanita itu mulai menjalani hidup normal kembali bahkan sekarang dirinya telah bekerja sebagai perawat membantu pekerjaan Fredy di rumah sakit. Sungguh kebahagiaan yang luar biasa yang dimilikinya bersama Fredy.


__ADS_2