
Polisi telah melakukan pelacakan untuk mencari jejak penculikan, melalui jejak ban mobil yang mereka lihat sebelumnya ditaman dan tanpa sengaja salah seorang anggota kepolisian meneliti kembali rekaman CCTV yang diberikan.
"Komandan, sepertinya ada temuan baru yang kita dapatkan lagi." Ujar seorang anggota tim penyelidik
"Benarkah Andre, apa yang kamu temukan?"
"Plat nomor mobil tersangka pak, jika kita perbesar video ini, sepertinya orang itu meletakkan mobilnya tidak jauh dari arah taman." Jelas lelaki itu sambil memperbesar video yang sedang diamatinya.
"Plat nomor kendaraannya masih terlampau jauh, susah untuk dilihat. Coba diperbesar lagi agar plat nomor kendaraan bisa terlihat lagi." Pinta komandan polisi itu pada anggotanya yang bernama Andre.
Andre memperbesar kembali video itu sehingga memperlihatkan dengan jelas plat nomor mobil tersebut.
"Ayo segera hubungi teman-temanmu untuk segera mencari tahu keberadaan mobil yang membawa bayi itu." Titah komandan polisi itu pada anggotanya.
"Siap komandan." Sahut polisi yang bernama Andre itu.
Segera dirinya menghubungi timnya untuk melaksanakan perintah dari sang komandan.
Ketika menjelang pagi, mereka menemukan mobil yang terdapat dalam rekaman CCTV.
"Apa benar mobilnya ada disini?" Tanya Andre pada salah seorang temannya.
"Benar pak, setelah kami menelusurinya mobil itu mengarah ke perumahan ini." Jelas anggota polisi itu sambil melihat ke arah GPS yang dilihatnya.
"Ini rumahnya pak." Tunjuk polisi itu pada atasannya.
Andre yang merasa penasaran, langsung menuju ke arah rumah yang ditunjukkan. Mencurigakan, rumah itu seperti tidak ada penghuninya.
"Kamu yakin disini rumahnya?" Polisi itu mengulangi pertanyaannya, untuk meyakinkan petunjuk yang diberikan.
"Yakin pak." Ucapnya dengan pasti.
"Aneh sekali,rumah ini sepertinya kosong." Jelas Andre pada anggotanya.
"Saya akan coba mengetuk pintu rumahnya pak. Semoga kita bisa mendapatkan jawaban."
Petugas polisi itu mengetuk pintu. Ketukan awal tidak ada jawaban, namun setelah beberapa kali mengetuk pintu, seseorang dari dalam rumah itu keluar menghampiri mereka.
__ADS_1
"Loh, bapak-bapak ini udah lama menunggu? Maaf pak tadi saya lagi sibuk dibelakang ga dengar ada orang mengetuk pintu." Jelas seorang wanita yang keluar dari rumah itu.
"Maaf bu, kami mengganggu pagi-pagi. Kami dari kepolisian ingin menanyakan tentang pemilik rumah ini." Jelas Andre pada wanita itu.
"Jadi bapak-bapak ini polisi. Begini pak, pemilik rumah ini sudah lama tidak tinggal disini." Jelas wanita itu.
"Anda yakin? Bukankah pemilik rumah ini yang mempunyai mobil diluar itu?" Selidik Andre pada wanita itu.
"Maaf pak, saya disini cuma asisten rumah tangga pak dan saya bekerja baru dua bulan, majikan saya juga tidak ada di rumah saat ini." Jelas ART itu pada polisi.
Andre mengernyitkan dahinya mendengar penjelasan ART itu. Aneh saja, berdasarkan petunjuk yang mereka peroleh mobil yang terdapat di dekat pagar rumah itu adalah mobil yang sama digunakan oleh pelaku saat melakukan aksi penculikan baby twins, tapi kenapa saat ditemukan banyak berbagai keganjilan ditemukan.
Tidak hilang akal, polisi itu mengintrogasi kembali. "Bisakah anda jelaskan berapa orang yang berada dirumah ini?"
"Di rumah ini hanya ada sepasang suami istri yang sudah sepuh," jawabnya dengan penuh keyakinan.
"Maksud anda pemilik rumah ini orang yang sudah tua?"
"Iya pak, pemilik rumah dan mobil itu sudah tua dan sakit-sakitan. Oleh sebab itu, kemarin anaknya datang untuk mengajak mereka untuk berobat." Jelas ART itu lagi.
Andre benar-benar penasaran, begitu juga dengan para anggota polisi yang berada di sana.
"Apa tidak ada orang lain selain sepasang suami istri tersebut?" Tanya Andre kembali pada ART itu.
"Ada seorang anak laki-laki mereka. Nah itu orangnya." Tunjuk ART itu pada lelaki yang baru saja datang memasuki gerbang rumah itu.
"Ada apa ini, rame sekali. Ada bapak polisi juga disini. " Ujar lelaki itu menghampiri mereka.
"Begini tuan, bapak-bapak polisi ini datang menanyakan pemilik dari mobil disana tuan." Jelas ART itu pada majikannya.
"Selamat pagi pak, maaf kami dari kepolisian mengganggu anda sebentar. Kami ada tugas meneyelidiki kasus penculikan bayi. Perkenalkan saya Andre dan ini anggota saya." Ucap polisi muda itu sambil memperkenalkan diri dan anggotanya. Tak lupa dia juga menunjukka surat tugasnya.
Lelaki itu melihat surat tugas yang ditunjukkan polisi dan membacanya dengan saksama.
"Baiklah, saya Naufal anak pemilik rumah ini. Apa ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya lelaki itu.
"Begini pak, berdasarkan penyelidikan yang kami temukan di CCTV mobil anda yang ada didepan sana terekam di kamera CCTV tengah berada di lokasi penculikan." Jelas Andre pada lelaki yang bernama Naufal itu.
__ADS_1
"Penculikan? Maksudnya apa pak? Saya tidak mengerti."
Lelaki itu tampak kebingungan, karena dia merasa tidak melakukan kejahatan apapun.
"Jadi begini, pada tanggal sembilan Februari kemarin mobil anda ada di taman lokasi penculikan bayi kembar. Apakah anda mengetahui hal itu?" Selidik polisi padanya.
"Hm... tanggal sembilan, mobil itu tidak ada pada saya pak, karena mobil itu di rental oleh seseorang. Katanya dia ingin menjemput anaknya dari luar kota," jelas lelaki itu sambil mengingat kembali apa yang terjadi pada tanggal tersebut.
"Anda yakin? Apakah anda bisa menjelaskan ciri-ciri orang tersebut?"
"Orang itu berperawakan kalem, putih, tinggi sekitar 175 cm, dan dia datang ke sini hanya seorang diri," ingat pemuda itu sambil menjelaskan detail tentang orang yang merental mobilnya.
"Apa anda memiliki foto orang itu?" Tanya polisi itu lagi.
"Mohon maaf sekali pak. Saya tidak memiliki fotonya, karena memang pekerjaan saya hanyalah sebagai tukang rental mobil. Jadi saya tidak menghafal betul klien yang datang silih berganti di tempat ini."
Benar juga yang dikatakan orang itu. Tidak mungkin dia akan memperhatikan secara detail tamu yang datanf ke rumahnya, karena tugasnya hanya bertransaksi dengan kliennya.
"Baiklah pak kalau begitu. Ada satu hal lagi yang saya ingin tanyakan apakah orang itu saat akan merental mobil anda memberikan KTP atau tanda pengenal lainnya?"
"Maaf pak, saya tidak meminta tanda pengenalnya. Hanya saja saya punya bukti kwitansi pembayarannya."
"Bolehkah kami melihat kwitansi tersebut? Mungkin saja disana ada jejak nomor rekening dari orang itu." Pinta polisi itu padanya.
"Baik. Tunggu sebentar pak." Lelaki itu bergegas menuju ke dalam kamarnya untuk mencari kwitansi dan bukti trnasfer yang dimaksud.
"Pak ini kwitansinya, maaf sekali ternyata orang itu membayarkan uangnya secara tunai jadi tidak ada bukti nomor rekening. Hanya bukti transaksi pada kwitansi ini." Jelasnya lagi.
"Hm... licik sekali orang ini. Ternyata dia sudah merencanakan semuanya secara matang. Agar kejahatannya tidak tercium oleh polisi." Gumam lelaki itu sambil mematuti kasusnya.
"Hm... baiklah kalau begitu pak, terimakasih atas kerja sama anda, untuk hari ini saya rasa cukup sampai disini dulu, tapi jika nanti ada informasi terbaru tolong hubungi kami ya pak." Pinta polisi itu padanya.
"Tentu pak, pasti saya akan memberi tahu anda jika memang ada informasi terbaru mengenai kasus penculikan itu." Ucap lelaki itu dengan ramah.
"Terimakasih atas waktu anda pak Naufal. Kami pamit dulu, masih ada tugas lain yang harus kami lanjutkan," ucap Andre pada lelaki itu.
Para polisi itu segera pergi dari kediaman Naufal, ini akan menjadi tugas yang cukup rumit bagi mereka karena pelaku penculikan itu benar-benar sangat teliti dalam melakukan pekerjaannya. Andre dan anggotanya harus memutar otak untuk menemukan bukti baru.
__ADS_1