
Pesta pernikahan Reynold dan Clara telah selesai. Clara terlihat sangat lelah karena acara resepsi yang berlangsung dari pagi hingga malam hari. Belum lagi mereka juga harus menyambut para tamu dan collega mereka yang datang. Benar-benar membutuhkan tenaga ekstra dan banyak kesabaran.
Tibalah saatnya sepasang pengantin baru itu untuk menikmati malam pertama mereka. Reynold yang melihat istrinya yang terlihat lelah, langsung menggendong istrinya ala bridal style.
"Rey, apa yang kau lakukan?" Clara yang terkejut mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya langsung menatap ke arah Rey sambil memeluk tubuh suaminya.
"Kamu terlihat capek sayang, biar aku gendong kamu ya." Tukas lelaki itu sambil berjalan menggendong sang istri ke kamarnya yang berada dilantai atas.
"Tapi Rey, kalau orang-orang melihat kita bagaimana?" Clara merasa gugup karena diruangan itu masih ada para orang tua mereka yang masih berbincang-bincang dengan para tamu. Dirinya merasa tidak enak hati jika ada yang memperhatikan mereka. Meskipun saat ini mereka berada diruangan yang cukup jauh dari keramaian.
"Tidak akan ada yang melihat kita sayang. Sudah kamu nurut aja, ga usah mikirin orang lain." Bisik Reynold ditelinga Clara.
Clara yang mendengarkan ucapan Reynold sambil berbisik secara tak langsung membuatnya bergidik, karena bisikan Reynold ke arah telinga Clara bersamaan dengan dirinya menghembuskan nafasnya sehingga membuat sedikit telinga Clara terasa sedikit geli, tapi Reynold yang menggendong tubuh ramping istrinya itu menatap wajah cantik wanita yang kini telah menjadi istrinya itu.
Merasa diperhatikan, Clara menjadi malu. Wajahnya memerah kala manik matanya bertemu dengan manik mata lelaki yang menggendongnya dan untuk menutupi rasa groginya, Clara menyandarkan kepalanya ke dada bidang sang suami.
Reynold yang memperhatikan tingkah sang istri hanya tersenyum sambil tetap menggendong wanitanya hingga menuju kamar.
Saat di kamar Reynold merebahkan tubuh istrinya dengan perlahan. Dirinya menatap lekat ke arah mata indah wanita yang ada dihadapannya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Clara, kemudian menyentuh perlahan bibir mungil sang istrinya dengan bibirnya.
Clara merasa gugup menerima perlakuan suaminya itu namun dirinya tak menolak. Reynold melanjutkan ******* bibir indah milik istrinya, ******* itu perlahan masuk kedalam rongga mulut wanitanya kemudian menjadi menyentuh lidah wanita itu dan perlahan menjadi belitan antara keduanya.
Sepasang pengantin itu mulai menikmati tiap ritme pergerakan yang mereka lakukan dimalam itu. Suasana semakin memanas ketika Reynold merebahkan tubuh wanitanya sambil mengusap pelan dua gundukan wanitanya. Membuat sang wanita melenguh menikmati perlakuan suaminya.
Sesaat Reynold melepaskan ciumannya untuk memberikan jeda agar mereka bisa menghirup oksigen.
"Sayang, bolehkan aku lepas gaun kamu?" Tanya Reynold meminta persetujuan sang istri.
Sambil malu-malu Clara menganggukkan kepalanya dan tersenyum dengan mata yang mulai sayu karena gairah.
Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya Reynold mulai melepaskan gaun wanitanya perlahan hingga menampilkan tubuh indah wanitanya. Dirinya cukup terpesona dan tanpa ragu langsung menciumi tiap inci dari bagian tubuh wanitanya.
Sang wanitapun menikmatinya sambil mengusap pelan kepala lelaki yang ada dihadapannya. Lelaki itu mengeratkan pelukannya dan meraih pinggang ramping milik istrinya, kemudian menuntaskan kewajiban mereka sebagai suami istri dimalam itu.
__ADS_1
Reynold yang sudah menahan gejolak didalam dirinya sedari tadi segera mengarahkan tangannya ke area inti sang istri kemudian memainkan jemarinya didalam lembah surgawi milik sang istri. Wanita itu terlihat merem melek merasakan kenikmatan dari tiap sentuhan yang diberikan suaminya. Melihat wanitanya mulai basah Reynold mengganti sentuhan itu dengan memainkan miliknya diliang itu.
Awalnya dia cukup merasa kesusahan karena cukup sempit dan setelah beberapa kali hentakan terdengar suara robekan yang cukup keras.
"Aaaa sakit!" Teriak Clara merasakan sakit di area intinya.
"Maaf sayang. Kamu tahan sebentar ya nanti juga ilang sakitinya." Ujar lelaki itu meras iba pada sang istri yang meringis kesakitan.
Kemudian, melanjutkan aktifitasnya, dengan ritme pelan dan setelah melihat wanitanya menikmati kembali permainannya, dirinya mulai mempercepat ritme permainannya.
Setelah pergulatan selama satu jam lebih, dan saling melakukan pelepasan satu sama lain. Mereka mulai lelah dan mengakhiri malam panjang itu dengan saling memejamkan mata, untuk melepas lelah.
***
Ditengah-tengah keasyikan mereka yang sedang terlelap, tiba-tiba saja telpon Reynold berdering.
Dirinya yang masih lelah karena ritual malam pertamanya, mencoba membuka matanya perlahan sambil mengerjapkan matanya dan mengambil gawainya yang berdering sangat lama, untuk kemudian menekan tombol hijau dan menjawab si penelpon di seberang sana.
"Bagaimana Rey, apa kau menikmati pernikahanmu?"
"Maaf anda ini siapa?" Tanya Reynold yang tidak mengenal si penelpon.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku, nikmati saja malammu karena setelah hari ini kau tidak akan bisa menikmati kebahagiaanmu." Ucap orang itu kembali yang sukses membuat Reynold terperanjat.
"Hei... siapa kau? Berani sekali kau mengancamku." Ucap Reynold kesal.
Lelaki diseberang sana hanya menertawakan Reynold dengan sangat lantang, kemudian memutuskan panggilannya sepihak.
"Halo... halo... siapa ini?" Ujar Reynold sambil sedikit berteriak.
"Sial!!! Dia mematikan telponnya."
Clara yang sedari tadi mendengarkan percakapan suaminya dengan orang misterius itu, langsung bangun dan mendekati suaminya.
__ADS_1
"Sayang, siapa yang menelpon selarut ini?"
Reynold yang terkejut melihat istrinya berada didekatnya langsung menatap istrinya.
"Sayang, maaf aku membuatmu terganggu ya?" Tanya lelaki itu sambil mengusap pelan pipi sang istri.
"Tidak kok. Aku cuma tadi terbangun karena haus, tapi saat aku lihat kamu tidak ada disampingku, aku langsung mencarimu dan ternyata kamu ada disini." Tutur wanita itu sambil menahan rasa sakit diarea intinya.
"Sayang, kamu itu masih sakit gitu malah nyusul aku ke sini. Ayo aku antar ke kamar."
Reynold yang melihat istrinya kesusahan berjalan akibat ritual malam pertamanya, menghampiri Reynold dengan tertatih, Reynold langsung menggendongnya perlahan kemudian mengantarnya kembali ke kamar.
Clara yang masih merasa lelah dan kesakitan hanya memasrahkan diri saat suaminya menggendongnya ke kamar.
"Sayang, kamu belum menjawab pertanyaanku tadi." Ujar wanita itu sambil menatap netra kecoklatan milik suaminya.
"Pertanyaan yang mana sayang?" Tanya Rey sambil mengecup pucuk kepala istrinya.
Aroma vanila dari rambut wanitanya membuatnya merasa tenang. Aroma itu pula yang membuatnya selalu ingin mencium kepala wanita bermanik mata biru itu dengan rambut blonde.
"Kamu pura-pura lupa. Aku tadi dengar kamu berteriak saat menelpon seseorang. Siapa orang itu?"
Cecar wanita itu sambil memukul pelan dada suaminya. Dia merasa sedikit kesal dengan sikap suaminya.
Reynold hanya tersenyum melihat wajah bete istrinya kemudian merebahkan wanita itu ke atas ranjang dan menyelimutinya.
Lelaki itu duduk disamping wanita itu sambil menjelaskan apa yang terjadi tadi.
"Aku juga tidak tahu siapa dia sayang. Mungkin saja orang iseng." Ujar Reynold sambil mengusap kepala sang istri.
"Yakin? Apa dia mengganggumu?" Tanya Clara penasaran.
"Iya sayang. Palingan itu cuma orang iseng. Sekarang tidur yuk udah malam sekali. Kita harus istirahat." Tukasnya mengalihkan pembicaraan agar istrinya tidak merasa khawatir.
__ADS_1
Clara mengikuti perkataan suaminya dan langsung saja mereka melanjutkan istirahat mereka hingga pagi menjelang.