Menikah Dini

Menikah Dini
Honeymoon di Tahun Baru


__ADS_3

Sebentar lagi akan terjadi pertukaran tahun. Semua orang akan menyambut malam tahun baru dengan melepas akhir tahun dengan suasana yang berbeda untuk membuka lembaran baru.


Begitu juga halnya dengan Silvi dan Vico, untuk acara tahun baru kali ini mereka ingin merayakan tahun baru di villa di daerah puncak dan hanya berdua saja.


Silvi dan Vico telah mempersiapkan rencana itu dari dua  minggu sebelum acara tahun baru. Sekaligus untuk acara honeymoon mereka, karena semenjak menikah dadakan Vico dan Silvi tidak punya waktu bersama yang intens. Vico lebih banyak menghabiskan waktunya diluar karena dirinya harus bekerja, dua minggu setelah masa skorsing mereka telah disibukkan dengan ujian kelulusan. Oleh sebab itu momen tahun baru ini dijadikan kesempatan untuk honeymoon.


"Sayang kamu udah siap buat berangkat?" tanya Vico sambil merapikan pakaiannya.


"Udah kok, ini aku lagi masukin jaket ke koper kali aja cuaca dingin di puncak nanti mas." Wanita itu sibuk mengemasi barang-barangnya ke koper.


Mengingat yang akan merayakan tahun baru di kawasan Puncak, bukan hanya mereka berdua saja, melainkan ribuan orang lainnya, terkadang juga ada buka tutup arus kendaraan yang diberlakukan oleh pihak kepolisian setempat, maka Vico dan Silvi berangkat sejak pagi agar tidak terjebak macet.


Sambil menunggu malam tiba, Vico dan Silvi mengunjungi beberapa destinasi wisata yang ada di kawasan Puncak seperti Little Venice, yaitu danau buatan yang dirancang dengan arsitektur semirip mungkin layaknya Kota Venesia di Italia. Ditempat ini Vico mengajak Silvi bermain gondola, Vico mendayung sendiri gondola tersebut, meskipun ada petugas yang bisa diminta bantuannya oleh Vico tapi dia ingin melakukannya sendiri sementara Silvi tinggal duduk santai menikmati pemandangan dan berswa foto, Silvi juga merekam momen indah mereka dalam video ponselnya.


Puas bermain gondola, mereka menuju ke Kebun Raya Cibodas. Di tempat itu, Silvi menikmati keindahan bunga sakura, bunga berwarna pink yang identik dengan negara matahari terbit ini, kalau di Jepang bunga sakura hanya bermekaran sekali setahun tiap musim semi, di sini bisa menyaksikan keindahan bunga-bunga tersebut dua kali setahun, yaitu sekitar bulan Januari-Februari dan Juli Agustus! Hal ini disebabkan perbedaan musim antara Indonesia dan Jepang. Selain bunga sakura, mereka juga menikmati padang rumput yang luas, pohon-pohon raksasa berusia tua, berbagai koleksi tanaman yang langka, taman lumut yang unik, kolam, sungai, air terjun, air mancur, dan rumah kaca.


Destinasi terakhir yang mereka tuju adalah Taman Safari, karena membawa kendaraan pribadi, Vico memarkirkan kendaraan di tempat yang tersedia.


"Sayang, aku aku ga sabar ni pengen lihat-lihat satwa-satwa yang ada di sini. Pasti cantik dan eksotik ya."  Ujar Silvi yang terlihat antusias sambil mengaitkan tangannya dilengan Vico.


"Iya sayang. Yuk ke sana aja. Lihat rusa." Ajak Vico sambil membawa Silvi ke arah penangkaran rusa.


Silvi mengikuti Vico, dia merasa sangat senang ditempat ini, dirinya menghabiskan waktu bermain dan bercanda dengan rusa-rusa menggemaskan.


Di penangkaran ini dikembangbiakan beberapa jenis rusa, dari Rusa Cheetal, Rusa Jawa, dan juga Rusa Bawean. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan melewati jembatan gantung yang terbentang di atas Sungai Cibeet untuk mencapai tujuan.


Di jembatan itu Silvi berhenti sebentar.


"Kenapa sayang? Kamu cape? Atau keram perutnya?" Vico terlihat khawatir melihat Silvi yang terlihat lelah.


"Ga sayang aku cuma pengen foto-foto disini."


"Ya udah sini aku ambilin foto kamu."


Vico mengabadikan beberapa foto Silvi dan juga dirinya ketika berada di atas jembatan tersebut, karena pemandangannya benar-benar menakjubkan.


Setelah melewati jembatan, merekapun tiba di kawasan penangkaran, disini para pengunjung diperkenankan untuk memberi makan dan bermain dengan hewan imut tersebut, dan tentunya berfoto ria.


Silvi tak ingin membuang kesempatan dan dia membeli ubi untuk memberi makan rusa yang dijual oleh petugas.


Kemudian menyuapi makanan tersebut pada rusa-rusa itu secara langsung.

__ADS_1


Selesai menikmati keindahan tempat wisata di puncak Bogor, akhirnya si bumil merasa lapar. Merekapun memutuskan untuk berburu kuliner seperti susu segar dan mochi. Setelah menghabiskan susu dan mochi mereka menuju ke puncak sekitar pukul 18.00.


***


Seharian pergi jalan-jalan membuat Silvi merasa lelah, hingga membuatnya tertidur di mobil. Melihat wajah istrinya yang lelah dan terlelap dengan wajah tak berdosa membuat Vico menjadi gemas. Sambil menyetir menuju villa, dia menyempatkan diri untuk memandangi wajah imut istri mungilnya itu. Dirinya tersenyum kecil melihat wajah polos wanitanya.


Sebelum ke villa, Vico telah meminta petugas villa pribadi mereka untuk merapikan villa dan membuat kejutan untuk Silvi.


Saat sampai di villa, Silvi terjaga dari tidurnya.


"Loh kok kamu udah bangun aja sich yang, kalau masih ngantuk tidur aja."  Vico baru saja membukakan pintu mobil untuk Silvi.


"Ga ah. Aku udah ga ngantuk." Ujar Silvi.


Vico hanya tersenyum melihat wajah Silvi yang terlihat masih lelah, walaupun berusaha keras untuk bersemangat. Tanpa basa-basi Vico menggendong Silvi ala bridal style membuat Silvi terperanjat.


"Mas, kok malah digendong sich?" Tanya Silvi kaget melihat Vico yang menggendong tubuhnya.


"Ga apa-apa sayang. Kamu kan cape jadi aku gendong aja." Ujar Vico sambil tetap menggendong Silvi.


"Aku masih bisa jalan mas. Turunin aja mas. Aku berat loh" Ujar Silvi sambil bersandar ke badan Vico agar tidak jatuh.


"Ga berat kok sayang. Udah, kamu ikut nurut aja." Vico mendaratkan satu kecupam di kening Silvi.


Saat memasuki villa suasananya biasa saja layaknya sebuah rumah mewah yang bersih dan rapi dengan dekorasi dan perabotan rumahnya. Namun, sampai dikamarnya, Silvi merasa terkejut bukan main.


Di tempat tidu kamar yang bernuanasa putih, bertabur bunga mawar merah disekeliling tepian ranjang yang diapit dengan lilin aromaterapi dan yang menarik perhatiannya adalah kelopak bunga mawar yang ditata berbentuk love ditengah-tengah tempat tidur. Vico menurunkan tubuh Silvi di tempat tidur. Terlihat lengkungan dibibir Silvi begitu  melebar. Dia sangat bahagia dengan konsep kamar tidurnya saat ini.


"Mas, ini bagus banget. Aku suka." Ujarnya sambil mengambil kelopak bunga mawar yang berada ditempat tidur kemudian menghamburkannya ke atas wajahnya.


Vico tersenyum lebar memperhatikan Silvi.


"Kamu suka kan yang?" Tanya Vico sambil duduk dihadapan Silvi.


Tanpa menjawab pertanyaan Vico, Silvi langsung mengalungkan tangannya di pundak suaminya itu. Vico membalasnya dengan pelukan erat ditubuh istrinya sambil mengusap pelan punggung istrinya.


Dua sejoli ini benar-benar bahagia sekali. Seakan dunia milik mereka berdua.


"Sayang mandi dulu gih biar seger." Ucap Vico sambil melepaskan pelukannya dan menatap wajah istrinya.


"Sama kamu sayang." Pinta Silvi dengan manja.

__ADS_1


"Beneran mau sama aku mandinya?" Goda Vico padanya.


Tanpa berpikir panjang wanita itu menganggukkan kepalanya dengan kuat.


Merasa mendapatkan lampu hijau, Vico langsung menggendong Silvi dengan perlahan ke kamar mandi.


Silvi terbelalak melihat kelakuan suaminya, tapi tetap mengikuti dan memeluk Vico dengan erat.


Saat dikamar manti telihat bathtup kamar mandi telah terisi air dan kelopak mawar semakin menambah kesan romantis.


Silvi turun dari gendongan Vico, matanya membulat sempurna melihat pemandangan didepan matanya. Merasa sangat senang Silvi langsung memeluk dan mencium bibir Vico secara refleks.


Vico cukup kaget dengan pergerakan Silvi yang begitu tiba-tiba, tapi juga menikmatinya, diapun membalas ciuman itu dengan manis sambil memeluk tubuh mungil itu. Perlahan mengusap rambut wanita itu kebelakang agar tidak menghalangi pandangannya menatap wajah imut wanita itu. Mereka saling ******* dan memainkan lidah dalam rongga mulut, bertukar saliva. Vico mengusap punggung Silvi hingga membuatnya mengeratkan tubuhnya ke tubuh Vico. Sontak saja terjadi reaksi dibawah sana akibat gesekan dari tubuh Silvi.


Lelaki itu semakin berhasrat merengkuh tubuh wanitanya dia melepaskan pakaian yang melekat ditubuh wanita itu dan melakukan pergerakan lembut dengan tangannya dibagian sensitif dari tubuh wanita itu. Hasrat kedua insan itu semakin menggebu.


Lelaki itu mendesak tubuh wanita itu ke dinding kemudian menciumi leher dada dan perut wanita itu membuatnya melenguh, tanpa banyak bicara lelaki itu segera meloloskan juniornya ke pusat inti wanitanya. Vico melakukannya dengan sangat hati-hati mengingat Silvi sedang hamil. Silvi pun mengimbangi pergerakan lelaki itu, mereka melakukannya dengan perlahan hingga menuntaskan hasrat mereka.


Usai melakukan ritual honeymoon, Vico mengangkat tubuh wanita itu perlahan kemudian memasukkannya ke bathtup dan mengusap tubuh wanita itu untuk memandikannya.


"Kamu berendam aja biar aku gosokin punggung km ya." Titah lelaki itu padanya.


Silvi hanya menganggukkan kepalanya. Dia merasa Vico benar-benar memanjakannya hari ini.


Selesai mandi, mereka merapikan diri dan tibalah saatnya makan malam. Ternyata masih ada kejutan lagi. Kini Vico mengajaknya keluar ruangan, lebih tepatnya di sekitar kolam renang. Disana terlihat sebuah gapura yang dihiasi lampu hias, balon dan pernak-pernik kerlap kerlip. Tak lupa meja makan yang dihiasi lilin kecil semakin membuat malam terasa semakin panjang.


Di meja makan itu telah tersaji hidangan spageti carbonara yang berabur keju, daging asap, telur, dan pasta. Hidangan lainnya adalah pesto chicken bake, yaitu hidangan dada ayam yang juicy dapat diberi topping pesto segar, mozarela leleh, dan tomat di atasnya. Makanan penutup berupa buahan segar.


Selesai menikmati makan malam, mereka menyempat kan diri untuk bermain kembang api. Sebagai penutup acara akhir tahun untuk memulai tahun baru 2023, tepat jam 12.00 malam mereka mengadakan acara Malam Resolusi, dalam acara ini masing-masing harus bercerita tentang momen terbaik yang mereka lewati tahun ini, kegiatan yang tidak terlupakan, dan apakah semua resolusi yang dibuat tahun lalu sudah terlaksana atau belum. Lengkap sudah acara honeymoon mereka di tahun baru.


"Sayang apa yang kamu rasa setelah menjalani hidup sama aku?" Tanya Vico pada Silvi yang sedang berada dipelukannya.


Saat ini mereka tengah berada dikamar tidur mereka dan saling berdekatan satu sama lain.


"Aku bahagia banget, aku mau hari-hari yang kita jalani selalu indah seperti saat ini." Jawab Silvi sambil menyandarkan kepalanya di dada Vico.


"Gimana kalau nanti mama minta kita berpisah?" Tanya Vico sambil menatap mata istrinya.


" aku ga mau pisah. Aku mau selamanya sama kamu. Aku nyaman seperti sekarang ini sama kamu." Tuturnya sambil bersandar ke dada Vico.


Vico hanya tersenyum sambil mengusap rambut Silvi.

__ADS_1


Dia hanya berharap tahun ini bukan terakhir kalinya dia bersama Silvi.


Setelah lama bercerita merekapun mulai memejamkan amta dan terlelap dalam tidur.


__ADS_2