Menikah Dini

Menikah Dini
Pengen Buat Acara Syukuran


__ADS_3

Siang itu Reynold sedang beristirahat dirumahnya. Dia sangat lelah karena baru saja kembali ka Australia. Berbagai keseruan yang telah dilewatinya bersama timnya itu membuatnya sangat senang. Tiba-tiba dia teringat pada Clara.


Reynold segera mengambil handphonenya dan berinisiatif untuk menelpon Clara. Tidak butuh waktu lama panggilannya terjawab.


"Halo Clara," sapa Reynold dari kejauhan.


"Maaf ini bukan Clara," jawab seseorang disana.


"Bukankah ini nomor handphonenya Clara?" tanyanya kembali.


"Benar, ini nomornya Clara, tapi Clara lagi sakit dan tidak bisa diganggu. Anda ini siapa?" tanya orang itu kembali.


"Saya Reynold teman Clara dan anda siapa?"


"Aku Maxy, tunangan Clara," ujar lelaki itu kemudian dia memutuskan pembicaraan begitu saja.


Reynold tersentak, dia benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya. Tunangan? Clara sudah bertunangan? Hati Reynold tiba-tiba remuk mengingat ucapan pria itu.


"Reynold!! Berani sekali lelaki itu menelpon Clara. Wanita itu milikku dan tidak seorangpun boleh mendekatinya," gerutu lelaki itu.


"Max, kau bicara pada siapa?" Clara menghampirinya.


"Tidak, bukan siapa-siapa," tukas lelaki itu sambil meletakkan handphone Clara diatas meja, kemudian dia mendekati gadis itu.


"Bagaimana keadaanmu honey? Apa kau sudah merasa lebih baik?" tanyanya sambil menggenggam tangan Clara.


"Iya, aku sudah lebih baik daripada tadi."


"Syukurlah. Maafkan aku ya, gara-gara aku kau jadi sakit," ungkap Maxy merasa bersalah pada wanitanya.


"Tidak apa-apa Max, aku mengerti kau bersikap seperti itu karena tidak ingin ada lelaki lain yang mendekatiku.  Aku sangat memahami itu, kau tunanganku dan aku rasa wajar saja jika kau bereaksi seperti itu."


Clara mencoba memberikan ruang pada Maxy untuk dia tidak merasa bersalah atas apa yang telah terjadi pada Clara. Benar perkataan Maxy membuatnya sakit tapi dia juga tidak ingin melihat lelaki itu merasa bersalah terus pada dirinya.


"Terimakasih ya. Kau sudah mengantarkanku ke rumah sakit."


"Hei ayolah Clara aku ini tunanganmu, sebentar lagi kita akan menikah. Sudah menjadi tanggung jawabku untuk menemanimu," jelas Maxy pada kekasihnya itu.


"Iya Max, aku sangat bersyukur karena kau sangat peduli padaku."


Lelaki itu langsung memeluk tubuh wanita itu dan diapun membalas pelukan itu dengan hangat.

__ADS_1


***


Vico dan Silvi sangat bahagia atas kabar yang mereka dapatkan dari dokter. Bayi kembar? Pasti sangat menyenangkan? Tidak pernah terbayangkan bagaimana nanti mereka akan membesarkan bayi kembar itu.


"Mas, ini nanti kita buat kejutan aja ya buat ibu, mama sama papa juga." Ujar Silvi sambil melihat kembali hasil USG nya.


"Kamu mau bikin kejutan apa?"


"Gini mas, sebentar lagk tanggal 22 Desember, lebih tepatnya hari ibu gimana kita ngumpul bareng sama keluarga terus kita adakan syukuran gitu mas," ujar Silvi menyampaikan idenya.


"Kayaknya ide bagus tu. Ya sudah nanti aku bilang ke ibu."


Mereka kini masuk ke dalam rumah, ibu yang baru saja selesai merapikan dirinya menyambut kedatangan mereka.


"Eh, kalian udah pulang?" tanyanya sambil menghampiri mereka.


"Udah buk, kami baru aja sampai," ujar Vico pada sang ibu.


"Gimana, tadi jadi ke dokter kandungan?"


"Udah kok bu. Tadi dokter bilang bayinya sehat dan perkembangannya juga bagus," jelas Silvi pada mertuanya.


"Dokter cuma bilang Silvi ga boleh kecapean dan harus jaga makanan supaya bayinya tetap sehat. Ini tadi dokter juga kasih vitamin buat bumil," jelas Vico sambil memperlihatkan senyum bahagianya.


"Kakak" tiba-tiba saja si kecil Zahwa menghampiri mereka.


"Eh Zahwa sayang belum tidur kamu?" tanya Vico sambil mengusap kepala adiknya.


"Aku nungguin kakak," jawab gadis kecil itu sambil tetap bersandar kepada kakaknya.


"Nungguin?"


"Iya, aku nunggu kakak pulang mau makan sama kakak dan mba Silvi."


"Emangnya Zahwa belum makan?" tanya Silvi sambil mendekati gadis kecil itu.


"Belum nak, tadi ibu sudah suruh dia makan duluan tapi ga mau katanya mau barengan sama kalian," jelas Ratna pada mereka.


"Oh... maaf ya sayang gara-gara nungguin kakak, kamu jadi telat makan."


"Ga apa-apa kak. Kan aku pengen makan sama kakak. Mumpung kakak dan mba Silvi ada disini,"  jelas gadis kecil itu sambil menggenggam tangan Silvi dan Vico kemudian mengajak mereka makan bersama.

__ADS_1


***


Pagi-pagi sekali Silvi dan Vico telah mempersiapkan diri mereka. Hari ini mereka berencana pulang ke rumah orang tua Silvi untuk merencanakan untuk membuat acara syukuran.


Jarak dari rumah Vico ke rumah Silvi tidak terlalu jauh. Cukup berkendara selama tiga puluh menit merekapun sampai di rumah orang tua Silvi.


Baru saja sampai dirumah, Marinka langsung menyambut kedatangan mereka.


"Silvi, Vico, kalian udah pulang. Kok tumben cepat pulang? Bukannya baru sehari dirumah ibu?


"Iya ma, sebenarnya kita pulang juga mau ajak mama buat acara syukuran," ujar Silvi


"Tumben banget?" Marinka terlihat bingung dengan keinginan Silvi.


"Iya ma. Besok juga hari ibu, sekalian aja kita rayain itung-itung buat merayakan hari ibu juga," tukas Vico.


"Bagus itu. Papa juga setuju,  tapi beneran cuma syukuran aja?" selidik Adi yang duduk didekat Marinka.


"Iya pa," jawab Silvi singkat.


"Acaranya diadain dirumah kita aja, nanti sekalian kita ajak bu Ratna ke sini," tukas Marinka.


"Iya ma. Sama kalau boleh aku pengen undang Riana sama mama dan papanya juga," pinta Silvi pada Marinka.


"Boleh. Nanti kamu kasih tahu si Riana sama orang tuanya sekalian."


"Makasih ya ma, pa, pokoknya mama dan papa the best deh," ucap Silvi sambil memeluk kedua orang tuanya.


Pada dasarnya Adi dan Marinka setuju saja dengan keinginan anaknya. Buat mereka apapun yang dilakukan Silvi selama masih dalam hal kebaikan akan selalu mereka dukung.


Kapan lagi mereka punya waktu berkumpul bersama-sama kalau bukan dengan acara keluarga seperti itu? Selama ini mereka selalu sibuk dengan urusannya masing-masing.


Setelah mendapatkan persetujuan dari keduanya, Silvi dan Vico mempersiapkan acara syukuran itu. Namun untuk kesempatan kali ini, Silvi yang menentukan, dia memilih tema outdor untuk acara syukuran tersebut. Silvi juga memesan berbagai makanan jenis daging, seafood dan sayuran untuk barbaque. Tak lupa Silvi juga mempersiapkan dekorasi ala prasmanan untuk acara tersebut semuanya atas permintaan bumil satu ini. Mungkin bawaan bayi yang berada didalam kandungannya, yang membuat dia ingin sekali acara syukurannya dikemas dalam tema outdor.


Silvi juga mempersiapkan kado untuk diberikan kepada para ibu yang akan hadir diacara itu nantinya, karena selain syukuran juga akan memperingati hari ibu. Silvi memesankan kado-kado tersebut pada toko langganannya, kemudian pak Suryo yang merupakan supir pribadi mereka yang nantinya akan menjemput kado-kado itu.


Vico, Marinka dan Adi memang tidak mengijinkan Silvi terlalu sibuk, khawatir nanti Silvi akan kelelahan dan berdampak buruk bagi bayinya.


Satu hal yang paling penting dalam acara itu adalah kejutan yang akan diberikan Silvi dan Vico pada orang-orang diacara itu. Apalagi kalau bukan kabar bayi kembarnya?


Rasanya Silvi sudah tidak sabar ingin memberitahukan kabar gembira tersebut, tapi Silvi harus mengurungkan niatnya hingga waktunya tiba nanti.

__ADS_1


__ADS_2