
Suara laju mobil memecah keheningan dipagi hari. Seorang pria memberhentikan laji mobilnya disebuah parkiran dan melangkahkan kakinya ke sebuah lift menuju lantai dua puluh. Tepat setelah pintu lift terbuka lelaki itu keluar dari lift dan menyusuri tiap lorong ruangan disana.
Dirinya mencari apartement nomor 353. Sesuai dengan petunjuk yang diperolehnya, kini lelaki itu menuju ke apartemen itu dan mengetuk pintu apartemen.
Seseorang dari dalam apartemen menuju ke arah pintu apartemen dan melihat seseorang dari intercome.
"Siapa pria itu? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya." Gumam lelaki itu memperhatikan sosok pria dari layar intercome.
"Rey, sepertinya ada yang datang siapa itu?" Clara menghampiri lelaki itu ingin mengetahui siapa orang yang bertamu sepagi ini.
"Entahlah aku tidak mengenal orang itu Clara." Tunjuk lelaki itu pada layar intercomenya.
Clara mencoba melihat ke arah layar itu dan ketika dia melihat wajah seseorang yang dikenalnya, wanita itu langsung panik.
"Lelaki itu? Bagaimana bisa lelaki itu mengetahui aku ada disini?"
"Kau mengenalnya Clara?" Reynold menoleh ke arah Clara.
"Rey, itu orang suruhannya Maxy. Namanya Jack."
"Apa? Bagaimana bisa dia mengetahui kau ada disini?"
"Entahlah Rey, tapi aku yakin sekali, pastiMaxy mengerahkan anak buahnya di seluruh tempat yang sekiranya aku pernah jejaki."
Reynold mengerutkan dahinya melihat ke arah Clara, kemudian dia segera mengajak Clara ke dalam kamarnya dan menyembunyikan Clara dibalik lemari pakaiannya.
"Ayo cepat ke sini, kau bersembunyilah dan jangan bersuara aku akan mengatasi orang itu." Tukasnya sambil membukakan pintu lemari kemudian Clara segera bersembunyi disana.
Lelaki yang menunggu diluar apartemen itu dibuat geram saat tidak kunjung mendengarkan suara ataupun respon dari dalam apartemen itu. Lelaki itu menekan tombol bel apartemen itu berkali-kali.
Reynold segera menuju ke pintu apartemen dan membukakan pintu apartemen.
"Maaf, anda siapa dan ada perlu apa?"
"Apa benar ini apartemen tuan Reynol?" Pria bertubuh tinggi itu memperhatikan Reynold.
"Ya ini apartemenku,anda ada perlu apa?"
Lelaki itu segera menoleh ke kiri dan kanan dari tiap sisi apartemen, kemudian memberikan tatapan tajam pada Reynold.
"Dimana kau sembunyikan nona Clara?"
"Apa yang anda bicarakan? Anda siapa?" Reynold mencoba mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Merasa tidak sabaran lelaki itu langsung mengeluarkan sebuah pistol dari balik jas hitamnya dan menodongkan pistol itu ke kepala Reynold.
"Serahkan Clara sekarang juga atau aku akan menghabisimu!!!" Tegasnya dengan penuh penekanan.
Reynold, merasa terintimidasi dengan perlakuan lelaki itu tapi dia tetap mencoba tenang.
"Anda bisa cari di dalam apartemenku jika memang benar orang yang anda cari ada di apartemenku." Ujar Reyold sambil mempersilakan Jack untuk masuk ke dalam apartemennya.
Lelaki itu bergerak cepat dan dia memulai pencarian disetiap sisi apartemen itu. Mulai dari kamar tidur, kamar mandi, dapur, kolam renang. Setiap jengkal dari ruangan di apartemen Reynld ditelusurinya dan hasilnya nihil. Orang yang dia cari tak kunjung ditemukannya.
Lelaki itu sedikit heran, menurut informasinya sudah benar tapi mengapa dia tidak menemukan jejak wanita itu?
Reynold tersenyum miring merasa dirinya berhasil mengelabui lelaki itu.
"Bagaimana, aku tidak berbohong kan, kalau wanita yang bernama Clara tidak ada disini?" Tanya Reynold padanya.
"Baiklah, aku memang tidak menemukan dia disini tapi jika aku melihatnya sekali saja mendatangi tempatmu ini, aku pastikan kau tidak akan selamat!!!" Ancam lelaki itu padanya.
"Berhati-hatilah menggunakan senjatamu itu tuan. Jika kau salah melangkah, bisa-bisa semua akan berbalik padamu." Ujar Reynold penuh ketenangan.
Jack paham sekali dengan apa yang dikatakan Reynold. Secara dia bukan warga negara Australia dan dia berada di daerah teritorial negara lain. Jika dia berbuat kesalahan maka dia bisa dipenjarakan dan pastinya hukumannya tidaklah sedikit.
Jack memperhatikan Reynold, kemudian menurunkan senjatanya.
"Baiklah kali ini kau selamat tapi jika aku menemukan Clara bersamamu, aku pasti tidak akan mengampunimu." Ancamnya pada lelaki itu. Kemudian dia pergi dari apartemen Reynold.
"Clara, keluarlah situasi sudah aman." Ujar Reynold sambil membukakan pintu lemari.
Clara langsung keluar dari lemari dan menghamburkan diri pada Reynold. Spontan saja Reynold memeluk dan mengusap punggung Clara.
"Tenanglah, kau aman bersamaku." Ucapnya menenangkan Clara.
"Aku takut, jika aku bersamamu mebuatmu akan terancam." Ucapan wanita itu tercekat. Dia menahan rasa ketakutannya.
"Aku akan selalu menjagamu. Aku akan baik-baik saja." Reynold menatap mata gadis itu dengan penuh kasih sayang.
***
Tidak lama setelah Jack pergi dari apartemen, Victory dan Ayesha datang menemui Reynold. Pintu apartemen diketuk oleh Victory, mendengar ada yang mengetuk pintu, Reynold menyuruh Clara untuk bersembunyi kembali.
Reynold bergegas keluar dari kamar dan melihat ke layar intercome untuk memastikan siapa yang datang.
Saat melihat orang yang ada didalam layar itu adalah Victory dan Ayesha, Reynold langsung membuka pintu apartemennya.
__ADS_1
"Victory... Ayesha... ayo cepat masuk." Tukas Reynold pafa kedua orang itu.
Tanpa banyak berpikir mereka langsung masuk keruangan itu. Reynold langsung menutup pintu. Kemudian menyuruh mereka duduk.
"Ada apa kalian ke sini?"
"Seharian tadi lo ga ke kantor Rey. Handphone lo ga bisa dihubungi. Jelas gue jadi panik. Sebenarnya lo kenapa sich." Victory melihat ke arah Reynold yang masih tetap berdiri.
"Gue emang lagi ada urusan. Clara kabur dari London, dia sekarang ada disini." Jelas Reynold pada mereka.
"Hah?! Yang bener lo?" Victory membelalakkan matanya masih belum percaya.
"Iya, Clara ada di kamar. Dia ketakutan karena Maxy dan dia sengaja datang ke sini buat meminta perlindungan dari gue." Jelas Reynold pada Victory.
Victory dan Ayesha saling bertatapan. Mereka benar-benar dibuat kaget oleh Reynold.
"Miss Clara memangnya ada masalah apa sama orang yang bernama Maxy itu pak?" Tanya Ayesha merasa bingung.
Reynold menjelaskan semua kejadian yang telah menimpa Clara ketika di London bersama Maxy.
Victory dan Clara terdiam dan benar-benar tidak menyangka Maxy yang merupakan tunangan Clara bisa berbuat keji pada Clara.
"Lantas sekarang bagaimana? Apa yang bakal lo lakukan kepada Clara?" Tanya Victory pada Reynold.
"Buat sementara Clara tinggal disini sama gue." Tukas Reynold.
"Tapi ini ga bisa dibiarin Clara mesti laporkan ini ke polisi." Tanys Victory lagi.
"Untuk ngurusin semua itu udah gue pikirkan tapi untuk saat ini gue mau bikin Clara aman dulu dari laki-laki brengsek kayak Maxy." Reynold meyakinkan Victory dan Ayesha.
***
Ditempat lain Vico dan Silvi telah bersiap-siap meninggalkan villa.
"Sayang, kamu udah siap?"
"Udah ni. Aku ambil tas dulu."
"Iya, kita sarapan dulu. Kita berangkat agak cepat bair ga terjebak macet." Tukas Vico sambil memperhatikan Silvi.
"Iya udah selesai ni. Yuk sarapan." Ajak Silvi sambil memegang tangan Vico.
Mereka segera menuju ke ruang makan. Sarapan pagi ini berbeda dari biasanya, karena mereka memilih menu shakshuka. Bepa hidangan makan pagi khas Afrika Utara ini kini telah mendunia. Dari Timur Tengah, Spanyol, hingga Benua Amerika kini turut menikmati kelezatannya. Makanan inimerupakan sebuah hidangan telur ceplok dalam saus tomat, cabai, dan bawang bombai, sering kali diberi rasa pedas dengan jintan putih.
__ADS_1
Biasanya makanan ini dihidangkan dalam satu wadah besar yang berisi lima hingga enam butir telur dan sebarkan posisinya di atas masakan, kemudian ditaburkan dengan daun peterseli dan sajikan selagi hangat. Ditambah juga sebagai cocolan roti bakar atau baguette. Makanan ini sangat cocok dinikmati saat menyambut udara sejuk pegunungan puncak di pagi hari.
Selesai menghabiskan sarapannya mereka segera kembali ke Jakarta untuk melakukan aktifitas mereka.