
Pagi itu, Lyora baru saja bangun. Dia teringat akan mama dan papanya. Langsung saja Lyora VC mama dan papanya. Handphone Safira berdering, ada panggilan masuk Safira menekan tombol hijau
[Halo anak mama yang cantik] godanya melihat anaknya di video call
[ma, masih lama pulangnya? Aku kangen ni]
[Dasar manja baru aja sehari mama pergi udah merengek seperti itu] tiba-tiba saja Reynold menghampiri Safira yang lagi VC dengan Lyora.
[Aaa kakak, menangnya kakak ga kangen sama aku?, kakak juga kenapa ga pulang ke Indonesia sich] rengek Lyora menatap wajah kakaknya di layar ponselnya.
[Kamu kangen ya? Ga ada yang jailin kamu] Goda Reynold sambil mencibir pada adiknya.
Lyora menatap kesal pada Reynold. [Btw, kata mama di sekolah kamu ada saingan ya?] sambung Reynold.
[hah siapa? Silvi. Dari mana kakak tahu?] tanya Lyora pada kakaknya.
[mama udah ceritain semuanya sama kakak. Kapan-kapan kalau kakakke Indo kenalin kakak sama dia ya?] Rayu Reynold pada adiknya.
[Tidak mau. Kenapa ga kenalan sendiri aja?] Lyora memasang wajah cemberut. Reynold yang melihat adiknya semakin kesal tertawa terabahak-bahak. Safira yang melihat kelakuan anaknya memukul bahu Reynold sembari mengode untuk menghentikan tawanya. Reynold memang suka sekali menggoda adiknya. Mereka juga seperti kucing dan anjingsetiap kali bertemu, tapi walaupun begitu, Reynold sangat menyayangi adiknya itu.
"Wah rame banget ni. Ada apa ya?" tanya Abimana pada Safira dan Reynold. "Eh pa sini,ini Lyora VC" ajak Safira menyapa suaminya. abimana menatap ke layar Handphone dan melihat wajah Lyora. [Eh, Lyora.Tumben pagi-pagi VC]
[aku kangen pa, kapan papa sama mama pulang] rengeknya pada papanya.
[papa lagi ada proyek di sini jadi belum bisa pulang. Nanti kalau kakak kamu sudah menyelesaikan proyeknya papa janji,akan secepatnya pulang] jelas Abimana pada putrinya. [jangan lana-lqma ya pa] Lyora bermanja pada papanya. [iya sayang papa janji] tegas Abimana pada putri kesayangnanya.
Sebenarnya, bukan tanoa sebab Lyora menelpon kedua orang tuanya sepagi ini. Dia hanya ingin memastikan berapa lama papa dan mamanya akan pulang. Biasanya kalau ada urusan perusahaan dan proyek Abimana akan pulabg sekitar satu sampai dua bulan. Apalagi Safira juga disana menikmati honeymoonnya bersama Abimana. Pasti mereka akan lama pulangnya.
Lyora teringat akan ide gila yang ditawarkan Farel padanya. Berhubung beberapa hari lagi adalah ulang tahun Lyora, Farel merencanakan mengadakan pesta ulang tahun untuk Lyora dirumah lyora. Tidak lupa mengundang teman-teman lyora berpasang-pasangan ke acara itu. Nanti Farel akan menjebak Silvi dan Vico agar mereka berbuat kesalahan yang fatal. Lyora bingung, apakah ini ide bagus atau tidak? Tapi kalau bukan sekarang kapan lagi mempermalukan mereka? Batin Lyora berkecamuk.
"Ini gila, benar-benar gila, kalau sampai mereka melakukan itu bagaimana? Kan yang mau sama Vico gue. Kenapa gue malah menjebak dia dengan Silvi?" monolog Lyora dengan dirinya, Lyora tidak terima kalau Vico dan Silvi dijebak dengan cara membuat mereka berhubungan badan karena Lyora mendambajan Vico sejak pertana kali bertemu. Akhirnya Lyora mengambil keputusan besar. Lyora VC dengan Farel [sayang aku sudah memikirkan tawaranmu minggu lalu] ucap Lyora pada Farel yang menatapnya di layar Haalndphonenya. [benarkah? Jadi kamu setuju dengan ideku?] Farel mencoba meyakinkan dirinya dengan keputusan lyora. Lyora menganggukkan kepalanya dengan pasti. Farel tersenyum bahagia melihat Lyora setuju dengan idenya. [Kalau begitu kapan kamu mau mempersiapkan pestanya?] Farel melanjutkan pertanyaannya. [Kalau untuk persiapan acara dan dekorasi biar ART aja yang siapkan. Aku cuma mau siapka undangan dan beli baju buat pesta] jelas Lyora.
__ADS_1
[ ya sudah, aku temani kamu nanti] Farel memberi tawaran. [Okay] Lyora menerimanya tanpa terpaksa.
***
Jam menunjukkan pukul 17.00 WIB. Farel teringat janjinya pada Lyora. Kemudia menjemputnya. Lyora telah mempersiapkan diri dan mereka segera memesan undangan ulang tahun Lyora tak lupa membeli gaun untuk acara pesta ulang tahunnya. Lyora menginginkan pesta mewah dan seluruh teman-trmannya hadir membawa pasangannya.
Malam mulai larut Farel mengantarkan Lyora pulang. Saat sampai di depan gerbang rumah Lyora, Farel menghentikan mobilnya "gimana sayang, senangkan shoping-shoping tadi?" tanya Farel sambil menatap mata Lyora.
Lyora menganggukkan kepala dan tersenyum.
"Aku udah sampai ni, makasih ya udah temani aku untuk berbelanja dan memesan kartu undangan. Makasih juga sudah mengantarkanku pulang," Lyora mengambil barang belanjaannya dan membuka pintu mobil.
Saat akan membuka pintu mobil Farel menahan tangannya dan menghadapkan tubuh Lyora kehadapannya lalu melayangkan kecupan kecil dibibir Lyora. Lyora tersenyum malu,tapi dia merasakan kali ini kecupan itu tidak menjijikkan. Lyora sangat menyukai kecupan kecil yang diberikan Farel padanya. Farel yang memperhatikan Lyora sedari tadi mengangkat wajah Lyora kemudian menciumnya lagi. Kali ini Lyora membalasnya. Hal itu terasa manis dan membuatnya melupakan sejenak perasaannya pada Vico.
Apa mungkin Lyora mulai menyukai Farel? Hatinya mulai gelisah. Lyora melepaskan tautan bibir mereka.
"Aku harus ke rumah," ucap Lyora sambil membuka pintu mobil.
"Selamat malam sayang," kata perpisahan diucapkan Farel padanya.
Lyora tersenyum dan membalikkan badan menuju rumahnya. Farel menutup kaca mobil dan melajukan mobilnya untuk kembali ke apartemennya.
***
Baru saja sampai di sekolah Lyora mengumumkan bahwa besok malam dia akan mengadakan pesta ulang tahun dan dia mengundang teman-temannya ke acara dengan membawa pasangan masing-masing. Anak-anak di kelas itu merasa bahagia karena di undang ke pesta mewah.
Lyora menghampiri Silvi, Riana dan Vico yang sedang berkumpul bersama "kalian datangkan ke pesta ultahku?" Lyora melontarkan senyuman manis sambil memberikan undangan tidak seperti biasa selalu jutek pada mereka.
"Oh tentu. Kami pasti datang," jawab Vico sambil merangkul Silvi. Lyora menatap mereka dengan senyuman sinis. Kemudian menoleh kepada Riana.
"Riana, jangan lupa bawa partnermu juga."
__ADS_1
Riana hanya terdiam menatap Lyora. "Sudah tidak perlu diambil hati ucapannya," Vico menenangkannya.
Riana menganggukkan kepalanya.
Diperjalanan pulang, Riana tidak bersama Vico dan Silvi karena mereka pasti sedang berduaan. Riana keluar pagar sekolah sendirian, kali ini dia memanggil supirnya dan meminta mengantarkannya ke suatu tempat. Segera supir Riana datang menghampirinya. "Pak aku mau ke taman ya" pinta Riana pada supirnya. "Baik non" supirnya langsung mengarahkan mobil ke taman.
Di taman, "Riana, kamu sudah sampai?" tanya seseorang yang telah menunggunya.
"Kak Hans, kenapa tiba-tiba mengajakku bertemu di taman?" tanya Riana.
"Aku hanya ingin memberikan ini padamu," Hans memberikan sebuah buku manajemen pada Riana.
Riana tersenyum melihat buku kesayangannya di depan matanya.
"Kamu pasti suka kan?" Hans memastikannya.
Riana menganggukkan kepala.
"Ambillah. Tadi aku sengaja mampir ke toko buku dan membelikannya untukmu, karena aku lihat kamu sangat menyukainya," jelas Hans padanya. "Terimakasih kak," Riana menerima buku dan memeluk buku itu ke dadanya. Terlihat Riana sangat senang dengan pemberian Hans.
"Kak, aku mau minta tolong," tiba-tiba Riana angkat bicara.
"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Hans sambil menatap mata Riana.
"Besok aku di undang ke acara pesta ulang tahun temanku dan setiap yang hadir harus membawa pasangan. Aku..."
Belum sempat Riana melanjutkan ucapannya Hans langsung mengerti arah tujuan ucapan Riana dan menyambut perkataannya "baiklah untuk gadis baik sepertimu aku akan jadi partnermu di acara itu".
Mendengar jawaban Hans mata Riana membulat "Kakak mau jadi partnerku?" Riana mencoba meyakinkan dirinya. Hans mengangguk yakin.
"Terimakasih kak," ucap Riana padanya. Usai mengobrol Hans mengajaknya makan siang di Cafe terdekat dan mengantarkan Riana pulang, karena setelah mengantarkan Riana ke taman. Riana menyuruh supirnya pulang dan akan meminta menjemputnya kembali nanti tapi Riana pulang dengan Hans.
__ADS_1