
Lyora semakin jengkel dengan sikap Vico yang semakin cuek padanya. Terlebih sekarang si cupu Riana juga udah berani melawannya. Makin mendidih saja rasa hatinya.
Tiba-tiba saja dia teringat pada Farel, karena memang sudah lama tidak menemuinya dan lelaki itu juga tidak pernah menghubunginya setelah terakhir kali mendengar kabarnya harus mendekam di jeruji besi selama dua puluh empat jam.
Lyora mengambil handphone dari dalam tasnya. Mencoba menghubungi Farel. Beberapa kali panggilan tidak ada jawaban. Diapun mengirimi pesan melalui watsapp.
Lyora: Farel,kamu lagi dimana? Aku pengen ketemu.
Setengah jam dia menunggu balasan tapi tidak ada jawaban. Merasa kesal dia mencoba menelpon kembali, masih saja belum diangkat.
Tiba-tiba saja notifikasi masuk muncul dilayar handphonenya. Lyora membaca chatnya
Farel: aku lagi di apartement, kalau ada perlu ke sini aja.
Dengan wajah menggerutu dia segera beranjak dari tempat duduknya kemudian menuju ke apartement Farel.
Tiga puluh menit kemudian Lyora sampai di Apartemen Farel, dia mengetuk pintu apartemen itu. Seseorang dibalik pintu itu melihat dari lubang pintu apartemen kemudian membuka pintu.
"Lyora,"
"Farel. Aku kangen," ujarnya sambil memeluk lelaki itu.
Farel hanya bingung melihat tingkah gadis itu tiba-tiba memeluknya dengan erat.
Farel melepaskan tangan perempuan itu yang melingkar kelehernya. Kemudian menatap sinis padanya.
"Mau apa ke sini?"
"Kamu kenapa sich bete gitu. Setidaknya suruh aku masuk dulu," gadis berambut pirang itu mengerucutkan bibirnya.
"Ya sudah ayo masuk," ujarnya dengan nada malas.
"Sayang, kamu ga kangen sama aku?"
"Udah ga perlu basa basi. Langsung aja sama tujuan kamu," desak Farel padanya.
"Ok aku jujur. Aku ke sini mau minta bantuan kamu,"
"Sudah kuduga, kamu datang ke sini cuma karena ada maunya," lelaki itu terlihat kesal menaikkan sudut bibirnya sambil memalingkan wajahnya kesamping.
"Ayolah Farel. Selama ini kamukan yang bisa kuandalkan,"rayunya pada lelaki berkulit putih itu sambil menggenggam pelan tangan lelaki itu.
"Kamu tahu Lyora, gara-gara kamu aku harus menghabiskan waktuku di penjara, apa kamu ga mikir tentang aku sedikit aja Ly?" Lelaki itu menatap tajam pada Lyora.
__ADS_1
"Maaf, aku tahu aku salah. Aku ga perduli sama kamu waktu itu," Lyora menundukkan kepala dan menyesali perbuatannya.
"Sekarang mendingan kamu pulang dech daripada aku tambah bete liat kamu," Farel benar-benar jengah dengan gadis itu.
Terang saja dia begitu kesal pada gadis itu. Setelah kejadian waktu itu, Lyora tidak pernah memperdulikannya malahan menyalahkannya. Siapa yang ga bete kalau begitu?
"Aku benar-benar minta maaf. Aku janji ga akan bikin kamu bete lagin"
"Janji?" Lelaki itu menyunggingkan senyum nakalnya pada Lyora.
Lyora menganggukkan kepalanya untuk membujuk Farel.
"Ok, kalau gitu kita kencan nanti malam," pinta lelaki itu padanya.
Sebenarnya Lyora sangat malas jalan dengannya tapi demi melancarkan misinya, diapun mengikuti keinginan lelaki itu.
"Ok, aku mau tapi kamu harus bantu aku," Lyora mencoba membuat kesepakatan dengannya.
"Baiklah kamu mau aku melakukan apa?"
"Kamukan ngerti IT, aku mau kamu bantu aku menyabotase web sekolahku untuk bikin skandal tentang Silvi," tuturnya sambil memicingkan matanya.
"Skandal Silvi? Maksud kamu apa? Aku ga paham," dahinya mengkerut mendengarkan permintaan gadis itu.
"Ah aku ga mau. Kamu cari perkara aja, itu kerjaan berat. Aku bisa di penjara lagi kalau sampai ketahuan," tolak Farel sambil mengingat kejadian sewaktu di kantor polisi.
"Aku mohon, bantu aku. Kali ini kita main aman aja. Setelah isunya kesebar kamu hapus aja situsnya," bujuk Lyora padanya sambil merengek manja pada Farel.
Lyora menyandarkan dirinya pada tubuh Farel sambil mengusap pelan dada lelaki itu.
"Tapi ini bahaya Ly. Mama papaku bisa mencoret aku dari kartu keluarga kalau sampai aku bikin masalah lagi, "Farel sedikit khawatir dengan permintaan Lyora. Tapi melihat sikap Lyora membuatnya sedikit terpancing.
"Please... please Farel bantu aku?" Gadis itu memasang wajah memelas padanya.
"Okay kalau begitu maumu, akan kulakukan," Farel setuju dengan permintaan Lyora sambil mengecup kening gadis muda yang bersandar didadanya.
Farel emang terlalu bucin pada si pirang ini dan dia ga bisa menolak keinginan gadis ini. Mengingat Lyora sudah mau menerima tawaran kencannya, akhirnya Farel menyetujui kemauan kekasihnya itu.
Malam itu juga dia menyabotase web di sekolah Lyora. Web itu memang sengaja diperuntukkan kepada para siswa yang ingin mengakses berbagai macam informasi yang berasal dari internet di sekolah. Jadi memudahkan para siswa membuat tugas sekolah. Tapi kali ini karena permintaan Lyora yang sangat absurd itu, situsnya diganti dengan skandal di pesta ultahnya waktu itu.
Farel dengan keahliannya memindahkan video rekaman yang diberikan Lyora dari layar handphonenya ke laptopnya kemudian menguploadnya ke situs yang telah ditunjuk oleh Lyora.
Setelah melakukan aksinya, Farel menagih janji Lyora padanya dan merekapun berkencan malam itu.
__ADS_1
***
Pagi harinya, boom!!! Berita hangat menyebar luas. Tidak butuh waktu lama potonga video syur Vico dan Silvi menyebar ke seluruh siswa. Langsung saja video itu jadi kehebohan layaknya breaking news di pagi hari dan langsung jadi bahan ghibahan disekolah.
Vico dan Silvi yang baru saja datang merasa heran dengan kehebohan yang terjadi diruang kelasnya. Teman-teman sekelas memperhatikan mereka dengan wajah yang tidak biasa, seakan meremehkan dan sinis pada kehadiran dua orang itu.
"Oh jadi ini ya artis panasnya?" seorang siswa menyindir mereka secara langsung.
Mereka saling menatap heran. Apa yang dimaksud oleh anak itu? Riana yang baru sedang mencari keberadaan mereka langsung menghampiri.
"Riana, ada apa ni kok mereka melihat aneh gitu sama aku dan Silvi?" tanya Vico merasa aneh.
" Ayo ikut aku sebentar ada yang mau aku omongin" ajak Riana mencoba mengalihkan mereka dari tatapan tidak mengenakkan dari teman-teman sekelasnya itu.
"Riana... Riana, udah dech ga perlu panik gitu," Lyora menghampiri mereka dengan senyuman meremehkan.
"Lyora, apa-apaan sich kamu?" Riana masih mencoba menutupi.
"Udahlah ga usah ditutupin lagi. Nanti guru BK juga bakal tahu," ucap Lyora enteng.
Riana tidak mau menggubris ucapan Lyora kemudian membawa kedua temannya keluar agar tidak terjadi keributan dikelas. Belum sampai keluar dan masih di depan pintu. Seorang guru BK datang menghampiri mereka.
"Ada yang namanya Silvi dan Vico dikelas ini?" tanya guru berkacamata itu pada seluruh siswa dikelas.
"Saya Vico pak"
"Saya Silvi"
Secara bersamaan mereka mengakui kepada guru BK yang berada di depan pintu.
"Kalian berdua ikut bapak ke kantor," tukas guru itu pada kedua remaja itu. Merasa tidak ada masalah mereka langsung mengikuti permintaan guru itu dan mengikutinya.
Mampus dech udah kesebar aja ke guru BP gumam Riana merasa khawatir.
Lyora n the genk tersenyum bahagia. Terutama Lyora merasa sangat puas karena misinya kali ini tidak gagal. Para siswa di kelas menyoraki Vico dan Lyora dengan ejekan.
Sesampainya diruangan BK. Guru itu meminta penjelasan untuk video syur yang beredar di web sekolah itu. Sontak saja Vico dan Silvi merasa kaget dan bingung. Mereka benar-benar tidak menyangka kenapa kejadian waktu itu bisa terekam di video? siapa yang berbuat serendah itu pada mereka?
"Bapak mau menanyakan apa benar itu kalian?" tanya guru itu dengan serius.
Mereka tidak bisa menjawab apa-apa dan hanya menunduk malu. Menyiratkan bahwa video itu benar pelaku dan yang berbuat saat itu memang mereka.
Tanpa basa basi lagi guru BK itu memberika surat peringatan pada mereka, kemudian meminta orang tua mereka untuk datang ke sekolah besok.
__ADS_1