
Jack baru saja keluar dari gedung apartemen 353 milik Reynold. Dirinya merasa kesal karena tidak mendapati Clara disana. Namun dia tidak kehilangan akal, dengan sigap dia masuk ke dalam mobilnya. Diluar sana ada beberapa anak buahnya yang telah berpencar.
Tidak beberapa lama kemudian, muncullah Reynold, Clara, Ayesha dan Victory yang baru saja keluar dari apartemen.
"Bos, target telah keluar dari persembunyiannya."
Salah seorang anak buah Jack memberikan informasi melalui airpod.
"Bagus, sekarang juga kalian sergap mereka."
"Baik bos."
Tanpa ada keraguan, anak buah Jack langsung menghampiri keempat orang itu dan langsung mengepung mereka.
"Jangan bergerak." Beberapa orang anak buah Jack menodongkan senjata pada mereka.
Sontak saja langkah mereka terhenti.
"Ada apa ini? Siapa kalian?" tanya Reynold sambil memperhatikan beberapa orang yang sedang menghadang mereka. Dia segera melindungi Clara dibalik tubuhnya.
Begitu juga dengan Victory juga telah mengambil ancang-ancang kalau sewaktu-waktu mereka akan menyerang, dia juga melindungi Ayesha dibelakang tubuhnya. Wanita itu ketakutan dan memejamkan matanya dibalik pundak Victory sambil mencengkram kerah jaket Victory.
"Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja," bisiknya pada Claraisa.
Gadis itu tetap memejamkan mata, tidak ingin melihat orang-orang itu. Baginya sangat menakutkan melihat mereka memegang senjata dan mengarahkannyan ke kepala targetnya.
Seseorang datang menghampiri mereka dan bertepung tangan melihat mereka.
"Waw... waw... waw, kalian tertangkap. Apa kau pikir bisa mengelabuiku?" geram Jack pada Reynold, dengan kasarnya dia memukulkan senjatanya ke kepala Reynold.
Clara yang melihat kejadian itu langsung berteriak histeris.
"Jangan sakiti dia!!!" teriak wanita itu sambil memegangi tubuh Reynold yang merosot ke bawah akibat hantaman dikepalanya.
Victory yang melihat kejadian itu, secara refleks melawan.
"Hei... apa yang kau lakukan?!" lelaki itu berteriak dan menghampiri Jack untuk memukulnya tapi dengan sigap anak buah Jack menodongkan pistol ke kepala Victory.
Langkah Victory terhenti dan dia mengarahkan pandangannya pada lelaki bertubuh tinggi dan tegap yang mengarahkan pistolnya ke arah dirinya.
"Jangan coba-coba melawan, atau kalau tidak peluru dari pistol ini akan bersarang dikepalamu, " ancam Jack pada Victory.
"Hei!!! Jangan ganggu dia!!!" emosi Reynold mencuat melihat temannya diperlakukan dengan buruk.
Reynold yang melihat kejadian itu di depan matanya merasa tidak senang, tapi dia tidak bisa berbuat lebih karena saat ini dirinya dan teman-temannya tidak dalam keadaan siap. Mereka tidak mempunyai persiapan sementara musuh mereka mengenakan senjata.
__ADS_1
"Jangan bergerak, kalian semua tetap disini jangan ada yang mencoba melawan!!" titah Jack pada mereka.
Dia memberikan kode kepada anak buahnya untuk membawa Clara.
"Lepaskan aku!" Clara mencoba memberontak.
Tetapi lelaki itu mencengkram erat lengan mungil Clara membuatnya tidak bisa melawan pergerakan anak buah Jack.
"Bawa nona Clara sekarang juga!" titahnya pada anak buahnya.
Mereka segera bergerak cepat menarik tubuh Clara. Clara mencoba memberontak tapi dia tidak berdaya.
"Jangan ganggu Clara" Reynold mencoba bangkit mengejar Clara, namun dengan sigap anak buah Jack memukul kepala Reynold dengan keras. Sehingga membuat Reynold rubuh tak sadarkan diri. Kepala mengeluarkan darah. Entah bagaimana keadaannya saat ini. Apa masih baik-baik saja atau tidak?
Victory merasa kesal dan geram dia menyikut dagu lelaki yang berada disampingnya, membuat lelaki itu terhuyung dan menjatuhkan senjatanya. Tidak menyia-nyiakan kesempatan Vicktory mengambil senjata yang terjatuh ke aspal.
Jack yang merasa kesal langsung saja mengarahkam senjatanya pada Reynold.
"Jangan macam-macam, atau aku akan menghabisi temanmu!!" tegas Jack.
"Jack jangan sakiti dia aku mohon." Clara merasa khawatir dan terkena serangan panik. Dia merasa cemas takut kalau psikosomatiknya kambuh lagi.
"Aku tidak akan menyakitinya asal nona ikut bersamaku menemui tuan Maxy." Lelaki itu memberikan penawaran.
Ayesha menggelengkan kepala memberi kode tidak setuju pada Clara.
Clara sangat ketakutan dan tanpa terasa buliran bening itu kini mengalir begitu saja dipipinya. Dia masih mengingat bagaimana Reynold telah berusaha untuk melindunginya, tapi jika melihat situasi Reynold saat ini membuatnya terluka.
Dia sangat paham sekali bagaimana kinerja Jack dan teman-temannya. Mereka adalah bodyguard yang siap melakukan apapun termasuk menghabisi nyawa seseorang tanpa belas kasihan.
Tanpa berpikir panjang, Clara langsung berkata.
"Aku akan ikut bersama kalian tapi aku mohon jangan sakiti Reynold," lirih wanita itu.
Jack menampilkan senyum smirknya melihat Clara yang menyerah begitu saja.
"Okay, aku akan melepaskan mereka, tapi nona Clara ikut denganku sekarang juga,"
Clara menganggukkan kepala dan mengikuti Jack dan anak buahnya. Merekapun segera membawa Clara dan meninggalkan Reynold dan teman-temannya.
Victory dan Ayesha tidak bisa mencegah mereka,yang terpikirkan saat ini oleh mereka ada segera membawa Reynold ke rumah sakit.
***
Di tempat berbeda, seorang wanita merasa kaget saat gelas air minumnya terjatuh.
__ADS_1
"Aww!!!" teriak wanita itu kala tangannya terkena serpihan gelas saat hendak membersihkan pecahan gelas.
"Ada apa ma? Kok berantakan begini?" Lelaki itu datang tergopoh-gopoh, kemudian memegang tangan istrinya. Dia melihat jari wanita itu terluka dengan segera dia menghisap darah yang keluar ditangan wanita itu supaya darahnya tidak banyak keluar.
"Pa... perasaan mama ga enak. Mama kok kepikiran Reynold?"
"Reynold baik-baik saja kok ma, kalau terjadi sesuatu padanya pasti dia akan kabari kita."
"Tapi pa... mama beneran kepikiran. Kita telpon dia ya," pinta Safira pada suaminya.
"Baiklah. Tunggu sebentar papa telpon Reynold."
Panggilan pertama tidak ada jawaban, begitu juga panggilan kedua, masih tidak ada jawaban.
Hingga panggilan ketiga, seseorang mulai mengangkat telpon.
"Halo"
"Halo Rey, ini papa nak. Gimana keadaan kamu? "
"Maaf om, ini aku Victory."
"Victory, kenapa handphone Reynold ada padamu?"
"Tadi Reynold sakit om jadi aku bawa ke rumah sakit."
"Sakit? Reynold sakit apa?"
Safira yang tadinya tenang sekaranf menjadi tambah gelisah.
"Cuma kelelahan om. Nanti juga bakalan kayak biasanya"
Victory sengaja berbohong karena tidak ingin membuat Abimana dan Safira khawatir. Mengingat kondisi Reynold yang sedang kritis saat ini, bukan waktu yang tepat untuk menjelaskannya pada Abimana dan Safira.
"Tapi benarkan cuma kelelahan?"
"Iya om. Ini juga lagi ditanggulangi dokter."
Setelah mendapatkan kabar tentang Reynold Safira baru bisa tenang. Memang benar ya, firasat seorang ibu sangat peka. Apalagi berkaitan dengan anaknya.
Saat ini yang dilakukan oleh Safira adalah mendoakan keselamatan putranya dimanapun dia berada.
Ibu mana yang tidak khawatir jika suatu bahaya mengitari anaknya?
Di rumah sakit Reynold sedang ditangani tim medis. Victory dan Ayesha menunggu diruang tunggu,dengan penuh harap mereka menanti. Sambil menunggu operasi selesai. Victory menghubungi seseorang.
__ADS_1
Entah itu siapa, yang pasti Victory menyampaikan sesuatu penting padanya.
Ayesha sendiri masih shock dengan keadaan yang baru saja dialaminya dirinya masih sedikit takut dan panik.