MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 10 SAHABAT LAMA


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama murid-murid baru belajar efektif, karena hari perkenalan tentang sekolah mereka sudah selesai kemarin. Andini dan Meli yang duduk di meja yang sama memperhatikan guru yang sedang menerangkan di depan kelas. Bel istirahat pun berbunyi murid-murid berhamburan keluar kelas, mereka ada yang pergi ke kantin, ke perpustakaan, ke taman maupun ke toilet. Andini dan Meli memilih pergi kekantin bersama, di kantin sudah terlihat Bela dan Yani yang sedang duduk manis di bangku kantin.


"Hey!!! Kamu kok tidak nungguin aku sih?" cetus Meli yang merajuk karena di tinggal ke kantin oleh Andini.


"Habis kamu jalannya lama banget sih, kan kita sudah janjian dengan mereka berdua di sini," jawab Andini sambil menunjuk kearah sahabatnya itu.


Reza dan Beni yang juga sedang pergi ke kantin tidak sengaja melihat Andini yang tertawa bersama para sahabatnya yang menceritakan kejadian pada saat MOS kemarin berlangsung.


"Makin cantik dan manis saat melihat dia seperti ini," gumam Reza pelan yang merasa terpana melihat senyum Andini.


"Eh kalian tahu tidak kalau ada anak baru?" tanya Bela antusias karena sebelum pergi ke kantin dia tidak sengaja mendengar bahwa para guru sedang membahas akan ada anak baru di kelas Andini.


"Oh. Sudah tahu kok, kan anak barunya Beni," jawab Andini santai sambil mengaduk minumannya.


"Apa?" jawab mereka serempak, mereka terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Andini.


"Kamu tahu darimana Din? Bukannya Beni sekolah di Amerika ya, kan kamu tahu sendiri pas dia pindah, mana dia pergi tidak pamit sama kita," seru Meli yang saat mengingat tentang sahabatnya yang satu itu.

__ADS_1


"Aku tahu waktu aku pergi ke mall buat cari bahan-bahan MOS kemarin ... !!! Aku ketemu sama Beni di sana dan dia juga minta maaf tidak bilang sama kita bahwa dia harus pindah sekolah," jelas Andini.


Andini juga menceritakan tentang alasan Beni tidak memberi tahu ketika dia harus pindah sekolah, di sela-sela ceritanya Andini terkejut karena Beni dan Reza menghampiri meja yang mereka duduki.


"Hallo guys, how are you?" ucap Beni ketika sampai di meja yang di tempati para sahabatnya itu.


"Ceh. Gaya banget mentang-mentang kemarin sekolah di luar negeri, bicaranya pake bahasa Inggris segala," cibir Meli. Andini dan yang lainnya hanya bisa mentertawakan tingkah Meli yang meniru gaya bicara Beni.


"Din, nanti pulang sekolah aku tunggu di parkiran ya!!!" seru Reza.


"Memang kamu tidak rapat OSIS hari ini?" tanya Andini sambil memakan makanannya.


"Sejak kapan sepupuku yang cuek ini dekat dengan perempuan? Biasanya masa bodo dengan makhluk yang bernama perempuan?" ledek Beni yang tahu persis sifat dari sepupunya itu. "Kamu pake ilmu apa Andini, sampai sepupuku ini deket banget sama km? Pakai ngajak pulang bareng lagi," tanya Beni kepada Andini yang langsung mendapatkan pukulan kecil di kepalanya itu, siapa lagi pelakunya kalau bukan Reza yang melakukan nya.


"Bawel banget kamu, urusan aku ini bukan urusan kamu," tukas Reza yang geram karena ucapan sepupunya itu kepada Andini.


"Santai saja bro, kita itu sahabatan sudah lama jadi aku sudah hafal dengan sifatnya Andini, mau aku bantu deketin tidak?" bisik Beni di telinga Reza, dan dapat anggukan kepala dari Reza.

__ADS_1


Jam istirahat telah selesai, mereka pergi menuju kelas masing-masing. Beni mengikuti Andini sampai kekelas, anak-anak tampak berbisik menanyakan siapa siswa yang di dekat Andini.


Pak Herman memasuki kelas dan langsung menyuruh Beni memperkenalkan diri. Beni duduk di kursi kosong yang ada di belakang kursi Andini. Selama pelajaran berlangsung mereka semua mendengar kan dengan seksama.


"Sumpah pusing banget suruh ngerjain itu soal," keluh Beni ketika jam pelajaran telah berakhir.


"Dari dahulu kamu Ben, selalu saja begitu kalau sama matematika percuma kemarin pindah keluar Negeri," ucap Andini tertawa sambil membayangkan tentang Beni yang selalu mengeluh tentang pelajaran matematika.


"Entahlah Din, aku sama matematika selalu lemah bagaikan sama dia," curhat Beni yang tidak pernah bisa melupakan kisahnya waktu semasa sekolah menengah pertama itu.


Satu persatu murid-murid meninggalkan kelas, Andini yang sudah berjanji akan pulang bersama dengan Reza berjalan sendiri menuju parkiran sekolah. Sesampainya di parkiran dia melihat Reza yang sudah menunggunya di dekat motornya yang terparkir rapih.


"Maaf aku lama ya? Tadi kekamar mandi sebentar" ucap Andini malu.


"Tidak juga, aku juga baru sampai tadi ada yang di bicarakan dahulu sama anak OSIS," jelas Reza yang tak sepenuhnya berbohong karena memang sebelum berangkat keparkiran dia berbicara dengan Mirna wakil ketua OSIS tentang acara ulang tahun sekolah.


Mereka pun langsung menaiki motor dan meninggalkan parkiran sekolah menuju rumah Andini, karena harus mengantarkannya terlebih dahulu.

__ADS_1


CINTA ITU SALING MENYUKAI, BUKAN SALING MELUKAI (Sujiwo Tejo)


jangan lupa likenya ya dan tinggalkan pesan, kritik ataupun saran, semoga suka dengan karya saya, terima kasih.


__ADS_2