
Andrew segera menyalakan mesin motornya dan bergegas menuju sekolahnya, selama perjalanan ke sekolah Andrew bertanya-tanya siapa pria yang pergi bersama Andini tadi.
Sesampainya di sekolah Andrew langsung masuk ke dalam kelasnya dan mendudukkan dirinya di sebelah Marvin sahabatnya. Marvin tahu semua permasalahan Andrew termasuk soal Andini, Andrew tidak pernah melewatkan bercerita tentang Andini dan Marvin tahu bahwa Andrew masih mencintai Andini.
"Kenapa itu muka dateng-dateng kusut seperti baju belum di setrika," canda Marvin yang malah mendapatkan lirikan tajam dari sahabatnya itu.
"Slow bosku, ada masalah apa sih hmmm? Sini coba cerita," goda Marvin yang tahu bahwa Andrew sedang memikirkan sesuatu.
"Tadi aku ke sekolah Andini, terus aku lihat dia pergi sekolah bersama seorang pria," cerita Andrew dengan wajah yang penuh pertanyaan.
"Kakaknya mungkin, kan kamu bilang Andini punya Kakak cowok," tengah Marvin yang tidak ingin sahabatnya itu terlalu muram.
"Aku kenal sama Kak Raditya, tadi tuh cowok satu sekolah sama dia cuma sekelas atau tidak aku tidak tahu, lagi pula kalau itu Kak Raditya sangat tidak mungkin karena dia itu sudah kuliah," terang Andrew yang memang mengetahui bahwa Raditya sudah kuliah.
__ADS_1
"Lalu sekarang kamu mau apa? Cari tahu saja siapa cowok itu?" ide Marvin yang langsung dapat acungan jempol oleh Andrew.
"Ide bagus itu Vin, nanti pulang sekolah aku bakal cari tahu siapa cowok itu dan kenapa dia bisa dekat dengan Andini," cetus Andrew yang berlalu meninggalkan Marvin yang terus menerus memanggil namanya.
Jam pelajaran telah berakhir Andrew bergegas membereskan buku-buku yang baru di pelajari tadi, dia langsung melanjukan motornya kesekolah Andini kembali. Dia ingin mencari tahu tentang cowok yang bersama Andini tadi pagi. Dari kejauhan nampak Andini yang sedang duduk manis di bangku taman sekolah sambil menunggu Reza keluar dari kelasnya, Andrew yang melihat Andini duduk sendiri bergegas menghampirinya.
"Sendirian saja? Boleh aku duduk disini?" tanya Andrew saat berada di belakang Andini.
Andini yang merasa tidak asing dengan suaranya segera menoleh ke belakang dan mendapati Andrew yang tersenyum ke arahnya.
Tak lama kemudian Reza datang dengan membawa minuman untuk Andini, Reza menautkan kedua alisnya saat melihat Andrew berada di sana.
"Mau apa kamu di sini, ini kan bukan sekolah kamu?" tanya Reza ketus karena tidak senang melihat Andrew yang menghampiri Andini.
__ADS_1
"Bukan masalah kamu, jadi jangan ikut campur urusan pribadiku," ujar Andrew yang tidak suka dengan sikap Reza yang mau ikut campur urusan pribadinya.
"Aku berhak ikut campur ... Karena Andini itu milikku," tekan Reza di akhirnya sambil menarik tangan Andini meninggalkan Andrew sendiri.
Andrew yang melihat kepergian Andini ingin mengejarnya, tetapi masih terngiang kata-kata Reza yang mengatakan bahwa Andini miliknya.
"Jadi cowok tadi itu pacarnya Andini?" tanya Andrew pelan. "Aku pastikan kamu akan kembali sama aku Andini," sambung Andrew seraya berjalan kearah tempat motornya terparkir tadi.
Di perjalanan Reza menanyakan kepada Andini siapa cowok yang tadi menemuinya di taman sekolah. Reza menepikan motornya di sebuah cafe, dia mengajak Andini untuk berbicara sebentar disana. Andini hanya mengikuti kemauan Reza untuk mampir sebentar.
"Din tadi itu siapa kamu sih? Kok sepertinya dia suka sama kamu?" tanya Reza sambil melihat buku menu di hadapannya. Setelah memesan makanan dan minuman untuknya dan Andini, Reza menatap kearah Andini menunggu jawaban dari pertanyaan yang dia berikan.
"Tapi kamu jangan cemburu ya, dia itu mantan aku tapi aku beneran sudah tidak ada rasa apa-apa sama dia," ucap Andini yang tergesa-gesa karena takut Reza akan marah padanya.
__ADS_1
"Pantas saja dia seperti itu sama kamu," ujar Reza sambil menikmati makanan dan minuman yang baru saja tiba.
Di sela-sela makannya Andini menceritakan semua tentang kisah cinta dirinya dan Andrew. Reza yang mendengar nya merasa lega jika Andini sudah tidak mencintai mantan itu. Reza juga tahu bagaimana Andrew meninggalkan Andini dan masih banyak lagi yang di ceritakan oleh Andini.