MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 32 BERKUNJUNG DAN BELAJAR


__ADS_3

Hari ini semua murid SMA Pertiwi mulai mengunjungi beberapa tempat-tempat bersejarah yang ada di Bali, mereka mengikuti semua arahan yang di berikan oleh pemandu wisata disana. Semua murid sangat antusias saat diberi penjelasan oleh guru sejarah dan pemandu wisata disana, ada yang senang belajar ada pula yang senang karena bisa rekreasi.


Andini yang pergi bersama dengan para sahabatnya itu lebih memilih menikmati penjelasan dari guru dan pemandu wisata yang ada, karena menurut Andini pelajaran lebih penting dibandingkan dengan berjalan-jalan saja. Seperti saat ini mereka sedang berada di salah satu museum yang ada di sana, Andini mencatat dengan detail semua penjelasan yang di berikan. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang, murid-murid diberikan waktu istirahat untuk makan siang dan beribadah.


Andini yang baru selesai mengerjakan sholat di masjid dekat museum itu tersenyum saat Reza menghampiri nya, dia memberikan makan siang untuk Andini.


"Ini makan siang dahulu," ucap Reza sambil memberikan kotak makanan kesukaan Andini.


"Terima kasih, kamu sudah makan belum?" tanya Andini saat melihat hanya ada satu kotak makanan yang pria itu bawa.


"Aku sudah makan tadi bersama Dika, Fahmi dan Beni," jujur Reza yang memang sudah makan siang bersama mereka, Andini yang mendengarnya langsung tersenyum malu-malu.


"Aku sholat dulu ya, nanti kamu aku temani makan. Mau kan?" tanya Reza dan Andini menganggukkan kepalanya.


"Aku tunggu disini saja ya, sudah sana kamu sholat dulu," usir Andini.


"Siap bos," canda Reza, Reza pun memasuki masjid untuk melaksanakan ibadah sholat nya. Seperti apa kata Reza tadi, dia menemani Andini untuk makan siang.

__ADS_1


Selesai makan siang, semua murid-murid kembali kedalam bus untuk melanjutkan perjalanan ketempat tujuan yang lainnya. Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, semua murid bergegas menuju bus untuk kembali ke penginapan mereka. Reza yang membantu mengabsen murid agar tidak tertinggal merasa heran, karena Andini tidak kunjung kembali saat izin ke toilet bersama Meli tadi.


Reza pun mencoba mencari Andini, dia izin kepada gurunya untuk mencari Andini dan Meli. Reza mulai mencari ketoilet terlebih dahulu, disana dia menemukan Meli yang terkunci disalah satu bilik toilet tersebut. Reza mendengar suara minta tolong dari dalam bilik toilet, Reza segera membuka bikin toilet itu bersama penjaga disana.


"Kenapa kamu ada didalam Mel, Andini kemana?" tanya Reza khawatir karena hanya ada Meli disana, padahal setahu Reza Andini pergi bersama dengan Meli tadi.


"Aku tidak tahu Kak, tadi aq sama Andini ketoilet bersama cuma pas aku mau buka pintunya susah Kak," jelas Meli yang aneh karena bilik toilet itu tidak bisa di buka.


"Pasti ada yang tidak beres ini," tuduh Reza, dia segera pergi untuk mengecek CCTV yang ada di museum tersebut dan ternyata hasilnya Andini pergi dibawa oleh Mirna dan Susan.


"Seperti dugaan aku sebelum nya, dia tidak akan menyerah. Tapi kenapa senekat ini, apa tidak bisa bicara baik-baik?" lirih Reza yang bingung dengan sikap Mirna yang berubah, dia tidak seperti Mirna yang dia kenal dahulu.


"Andini, kamu tidak apa-apa?" tanya Reza sambil memeluk Andini dan mengusap rambutnya.


"Aku takut Kak," racau Andini.


Reza mengajak Andini berdiri dan pergi keluar dari museum itu, dia memberikan Andini minum setelah keluar dari sana. Reza merangkul Andini dan mengajak nya kembali ke penginapan, Reza memesan taksi online untuk mereka agar bisa pulang ke penginapan.

__ADS_1


Sesampainya di penginapan Reza membawa Andini menuju kamarnya, Meli dan Bela yang melihat kedatangan Andini dan Reza segera menghampiri mereka. Reza menyuruh Meli dan Bela untuk menemani Andini, sedangkan Reza akan pergi mencari Mirna untuk meminta penjelasan.


"Aku tidak akan memaafkan kamu kali ini Mirna, perbuatanmu sudah keterlaluan," gumam Reza sambil berjalan mencari keberadaan Mirna, Reza yang sudah tahu apa yang terjadi degan Andini dan Mirna tidak bisa menahan emosinya.


Fahmi, Dika dan Beni yang akan pergi keluar terkejut saat Reza terlihat meluapkan emosi nya didepan Mirna, dia terlihat sama marah dengan Mirna. Mereka yang melihatnya langsung melerai dan mencoba meredamkan amarah Reza, Mirna yang melihat kemarahan Reza kali ini hanya bisa menundukkan kepalanya.


Para guru yang mendengar adanya keributan segera menghampiri mereka, Reza yang melihat para guru datang mencoba menenangkan dirinya.


"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Bapak kepala sekolah saat tiba ditempat Reza dan Mirna berada.


"Ini Pak, kelakuan salah satu murid Bapak sungguh tidak terpuji," ucap Reza dengan penuh amarah. Reza segera menyerahkan ponselnya kepada Bapak kepala sekolah agar dia melihat sendiri apa yang dilakukan salah satu muridnya, Bapak kepala sekolah terkejut saat melihat rekaman yang ada di ponsel Reza.


"Mirna, Bapak kecewa terhadap kamu. Apa yang membuatmu melakukan ini semua?" tanya Bapak kepala sekolah setelah melihat rekaman itu, para guru ikut melihat rekaman tersebut tidak percaya akan apa yang dilakukan oleh Mirna.


"Maafkan saya Pak, saya khilaf," sesal Mirna. Dia menangis saat mengingat apa yang telah diperbuatnya.


"Kamu salah kalau minta maaf sama Bapak, salah kamu tuh sama Andini Mirna," tekan Reza yang tidak bisa mengontrol emosi nya.

__ADS_1


"Aku tahu Reza, aku akan minta maaf dengan Andini," tangis Mirna yang sudah tidak bisa di bendung lagi.


Susan yang melihat Mirna menangis seperti itu mencoba menenangkan sahabatnya itu, dia meminta izin agar Mirna beristirahat sebentar. Susan juga berjanji akan mengajak Mirna meminta maaf langsung kepada Andini, para guru dan Bapak kepala sekolah menyetujui saran Susan. Mereka meninggalkan tempat itu satu persatu, Dika dan Fahmi yang masih mencoba menenangkan Reza segera mengajak Reza kembali kekamarnya. Mereka masih tidak habis fikir dengan perbuatan yang dilakukan Mirna terhadap Andini. "Hati tidak bisa dipaksakan dan kenapa harus Andini?" lirih Reza dalam hati.


__ADS_2